Menghiasi Hidup dengan Sifat Malu

Haruskah Malu kepada Malaikat?

loading...
Haruskah Malu kepada Malaikat?
Setiap mukmin hendaklah memiliki rasa malu kepada malaikat, karena mereka adalah penjaga amal amalan kita. Muliakan dan hormatilah mereka, karena mereka mengetahui segala hal yang bisa membuat kita malu jika dilihat oleh sesama manusia. Foto ilustrasi/is
Malu merupakan salah satu ukuran dari iman. Jika rasa malu hilang, maka iman juga hilang, demikian juga sebaliknya. Maka dari itu malu ini harus menjadi salah satu akhlak yang mesti kita tanamkan pada diri kita dan kita tanamkan kepada anak-anak kita dan anak didik kita.

Sebagai seorang mukmin, maka akhlak yang harus menonjol pada diri mereka adalah malu. Karena ini merupakan salah satu dari cabang iman. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

“Malu ini merupakan bagian dari keimanan.” (HR. Muslim)



(Baca juga :Siapa yang Berhak Memandikan Jenazah Perempuan?)

Dan malu inilah yang merupakan perhiasan bagi seorang mukmin, ibarat mahkota yang ada di kepalanya, dia akan mulia dengan sifat ini dan kemuliaan akan terangkat apabila sifat ini terangkat dari seseorang. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallammengatakan:

مَا كَانَ الحَيَاءُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ



“Tidaklah rasa malu ada pada seseorang melainkan akan membuatnya menjadi hiasan bagi orang tersebut.” (HR. At-Tirmidzi)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَمَا عَلَّمۡنٰهُ الشِّعۡرَ وَمَا يَنۡۢبَغِىۡ لَهٗؕ اِنۡ هُوَ اِلَّا ذِكۡرٌ وَّقُرۡاٰنٌ مُّبِيۡنٌۙ
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,

(QS. Yasin:69)
cover bottom ayah
preload video