Kisah Nabi Adam AS

Jibril Mengajari Adam Bertani dan Mengolah Gandum Menjadi Roti

loading...
Jibril berkata, “Wahai Adam, bergembiralah! Allah memperlihatkan Hawa kepadamu semata-mata karena hal itu menunjukkan sebentar lagi engkau bakal berkumpul bersamanya.’”

Ibnu ‘Abbas ra mengatakan, setelah hari-hari ujian untuk Adam as telah berakhir dan dia telah bertaubat, Allah menerima taubatnya. Itulah firman Allah: Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al-Baqarah : 37).

Sebagian ulama mengatakan, Adam diberi ilham oleh Allah untuk mengatakan: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-A’raaf : 23).

Menurut sebuah riwayat, Adam berkata, “Wahai Tuhanku, dengan hak Muhammad, ampunilah kesalahanku.”

Allah berfirman kepadanya, “Bagaimana engkau mengetahui Muhammad, padahal Aku belum menciptakannya?”

Adam menjawab, “Setelah Engkau menciptakanku, aku mengangkat kepalaku; lalu aku melihat tertulis di atas penyangga-penyangga Arasy, ‘Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasuulullaah’ (tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah). Maka, aku yakin bahwa Engkau tidak akan menyandingkan nama-Mu kecuali dengan nama makhluk yang paling Engkau cintai.”

Allah berfirman, “Hai Adam, engkau benar, dan Aku telah memaafkan kesalahan-kesalahanmu karena engkau meminta ampun kepada-Ku dengan hak Muhammad.”

Selama 300 tahun Adam memanjatkan doa tanpa henti demi memohon ampunan. “Ya Allah, ampunilah kami, demi menjunjung tinggi cahaya Muhammad yang kami tanggungkan.”

Permohonan ini dijawab oleh Allah, “Hai Adam, siapakah yang mengajarimu tentang nilai cahaya yang kau tanggungkan itu?”

Adam as menjawab, “Ya Allah, setelah Engkau memberiku ruh dan mengajariku tentang seluruh nama dan panggilan, ke arah mana pun aku menyaksikan bahwa nama dan panggilan wujud tersebut ada di samping Asma dari Substansi Diri-Mu Yang Mahasuci. Sehingga aku sadar bahwa dialah alasan penciptaan dunia ini. Dialah pemberi syafaat mutlak. Dengan demikian, aku tahu bahwa cahaya yang kubawa serta adalah cahaya Muhammad yang mulia dan Engkau cintai. Karena dia adalah rahmat bagi semesta alam, maka Muhammad adalah rahmat untukku juga. Itulah mengapa aku mohon kiranya Engkau berkenan mengampuni kami, demi menjunjung tinggi cahaya itu.”

Sebagai penegasan kemudian Adam as mendengar Allah swt berfirman kepadanya, “Walaupun dosa seseorang itu sebanyak butir-butir pasir di seluruh bumi ini, walaupun sebesar gelombang di samudera, dan sebanyak atom di alam semesta ini, Aku akan mengampuninya meskipun dia adalah orang paling rendah di antara hamba-hamba-Ku dan bukan nabi sebagaimana engkau, asal saja dia memohon ampunan-Ku demi menjunjung tinggi Muhammad-Ku dan memohon syafaat dari dia yang Aku cintai. Aku akan mengangkat hamba yang paling rendah.” (Baca juga: Adam dan Hawa Terpedaya Karena Ingin Hidup Kekal di Surga )
(mhy)
halaman ke-2
preload video