Adam dan Hawa Terpedaya Karena Ingin Hidup Kekal di Surga

Senin, 04 Mei 2020 - 17:14 WIB
loading...
Adam dan Hawa Terpedaya...
Adam pun maju dan memakan buah itu setelah Hawa. Ilustrasi/ Ist
A A A
Kisah berikut dinukil dari karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”. (Baca juga: Menolak Sujud Kepada Adam, Malaikat Azazil Jadi Setan Terkutuk )

ADA yang bertanya: “Mengapa Allah membinasakan musuh-musuh para nabi, tetapi Dia membiarkan Iblis, musuh Adam, tetap hidup?”

Rasulullah saw bersabda, “Seandainya Allah menghendaki untuk tidak dimaksiati, tentu Dia tidak menciptakan Iblis". Alasan lain, Iblis dibiarkan hidup adalah untuk memberikan hukuman bagi orang-orang yang kafir dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sebab, Allah mencintai mereka apabila mereka menentang Iblis. Lagipula, Iblis telah meminta kepada Tuhannya agar diberi tempo hingga Hari Kebangkitan.

Setelah Adam turun dari mimbar, dia duduk di antara para malaikat. Kemudian Allah menjadikan dia tertidur karena di dalam tidur itu ada ketenangan bagi badan. Ketika tidur, dia melihat Hawa di dalam mimpinya, padahal Hawa belum diciptakan.

Dia tertarik kepadanya ketika melihatnya. Kemudian Allah keluarkan dari tulang rusuknya yang sebelah kiri. Dari tulang rusuk itu diciptakanlah Hawa sama seperti bentuk Adam. Allah menciptakan Hawa dengan seindah-indahnya dan memberikannya seribu keindahan bidadari. Maka, jadilah Hawa wanita tercantik di antara sekian wanita yang kemudian menjadi anak-anaknya hingga Hari Kiamat.

Dia memiliki 700 kepangan rambut. Tingginya sebanding dengan Adam. Dia diberikan pakaian dan perhiasan dari surga sehingga dia sangat bersinar lebih terang daripada matahari.

Karena mimpi itu, Adam terbangun dari tidurnya dan ternyata dia mendapatkan Hawa telah berada di sampingnya dan membuatnya takjub. Adam terasuki syahwat kepadanya. Maka, dikatakan kepada Adam, “Janganlah engkau lakukan (mengumpulinya) sampai engkau membayar maskawinnya.” Adam bertanya, “Maskawinnya apa?” Allah menjawab, “Aku melarangmu mendekati pohon hinthah (gandum). Engkau jangan memakan buahnya. Itulah maskawinnya.”

Menurut sebuah riwayat, Allah berfirman, “Berikanlah dahulu maskawinnya.” Adam bertanya, “Maskawinnya apa?” Allah berfirman, “Maskawinnya adalah selawat kepada nabi-Ku dan kekasih-Ku, yaitu Muhammad.” Adam bertanya, “Siapa gerangan Muhammad itu?” Allah berfirman, “Dia adalah salah satu dari anakmu. Dia adalah nabi terakhir. Seandainya tidak ada dia, tentu Aku tidak akan menciptakan makhluk.”

Selanjutnya, Allah mengusap punggung Adam. Dari Adam, Dia mengeluarkan keturunannya yang banyak sekali seperti debu. Ada yang putih, yang hitam; ada laki-laki dan ada juga wanita. Dia mengalirkan cahaya kepada mereka dari cahaya-Nya.

Barangsiapa menangkap cahaya itu, maka dia menjadi orang yang beriman (Mu’min); dan orang yang tidak mengambilnya, akan menjadi kafir. Di antara mereka ada orang-orang yang mendapatkan cahaya yang berkilau. Adam bertanya, “Wahai Tuhanku, siapakah mereka itu?” Allah menjawab, “Mereka adalah para nabi dari keturunanmu, wahai Adam.”

Kemudian Allah mengawinkan Adam dengan Hawa. Itu terjadi pada hari Jumat menjelang sore hari. Oleh karena itu, disunnahkan akad nikah dilaksanakan di hari Jumat.

Menurut sebuah riwayat, Adam itu lebih menawan daripada Hawa, tetapi Hawa lebih lembut. Kemudian Allah memerintahkan malaikat Ridwan, juru kunci surga, untuk mendekorasi gedung dan mendandani wildan (anak-anak yang ada di surga) dan para bidadari. Adam diberi kuda yang diciptakan dari minyak kesturi yang sangat harum baunya, yang diberi nama Maimun, yang larinya cepat bagaikan kilat yang menyambar.

Ketika kuda itu sudah ada di hadapan Adam, maka Adam menungganginya. Dan Hawa diberi unta dari surga yang di atasnya ada haudah dari permata. Hawa naik ke haudah yang ada di atas unta itu. Selanjutnya, Jibril as memegang kendali kuda. Mikail berjalan di sebelah kanannya dan Israfil di sebelah kirinya. Mereka membawanya jalan-jalan ke semua pelosok langit.

Setiap kali melewati malaikat, Adam memberikan salam kepada mereka. Para malaikat berkata, “Betapa mulianya makhluk Allah ini.” Hawa ikut bersamanya, tetapi dia menunggangi unta. Para malaikat membawa mereka berkeliling sampai akhirnya mereka datang ke pintu surga. Mereka berhenti sejenak di depan pintu surga.

Allah mewahyukan kepada Adam, “Inilah surga-Ku dan rumah kemuliaan-Ku, masuklah kalian berdua ke dalamnya, dan makanlah kalian berdua makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kalian berdua sukai, dan janganlah kalian berdua dekati pohon ini, yang menyebabkan kalian berdua termasuk orang-orang zalim.” (QS Al-Baqarah : 35).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Rekomendasi
Masuk ke Sumur Neraka...
Masuk ke Sumur Neraka Yaman, Penjelajah Gua Temukan Mahluk Tak Terduga
Malam Ini, Ada Fenomena...
Malam Ini, Ada Fenomena Langit yang Terakhir Terjadi Hampir 400 Tahun Lalu!
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved