Apa Hakikat Syariat Itu? Inilah Pandangan Syaikul Islam Ibnu Taimiyah
Rabu, 30 September 2020 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Orang-orang yang dekat kepada Allah senantiasa melihatnya dari sifat yang khusus, yaitu tidak melakukan hal yang tidak diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya sesuai iradahnya, yaitu apa-apa yang disukai oleh Allah dan diridhai-Nya. Kehendak-NYa yang berlaku dalam agama dan syari'at. Jika tidak, maka semua kejadian kembali kepadanya baik dalam bentuk kejadiannya maupun dalam bentuknya.
(Baca juga : Kabar Baik! Bea Masuk Impor 33 Industri Ditanggung Pemerintah )
Para rasul diutus untuk menyempurnakan fitrah dan mengukuhkannya, bukan untuk mengganti dan merubah fitrah. Nabi Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda,
"Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, dan Majusi." [HR Bukhari, Muslim, dan lainnya]
Allah Ta'ala berfirman,
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"
[QS Ar-Rum: 30]
(Baca juga : Menkes Terawan Janji Percepat Klaim Biaya Perawatan Pasien COVID-19 )
Dan dalam sebuah hadis shahih disebutkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, "Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-Ku itu dalam keadaan lurus, lalu mereka digelincirkan oleh setan. setan mengharamkan apa yang Aku halalkan bagi mereka dan memerintahkan mereka menyekutukan-Ku apa yang Aku tidak turunkan kekuasaan dengannya." {HR Muslim dan Thabrani]
Lurus dalam hadis di atas adalah istiqamah dengan mengikhlaskan agama hanya karena Allah, dan hal itu mencakup kecintaan kepada Allah, merendahkan diri kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, baik dalam cinta maupun ketundukan, karena ibadah itu mencakup puncak kecintaan dan ketundukan diri, dan hal itu tidak ada yang berhak kecuali hanya untuk Allah semata, dan tawakkal hanya kepada Allah semata.
(Baca juga : Armenia Kerahkan S-300 Rusia, Azerbaijan Bersumpah Menghancurkannya )
Rasul harus ditaati dan tidak boleh didurhakai, yaitu menghalalkan apa yang dihalalkan, dan mengharamkan apa yang diharamkan, dan pelaksanaan ajaran agama harus sesuai dengan apa yang beliau syari'atkan.
(Baca juga : Kabar Baik! Bea Masuk Impor 33 Industri Ditanggung Pemerintah )
Para rasul diutus untuk menyempurnakan fitrah dan mengukuhkannya, bukan untuk mengganti dan merubah fitrah. Nabi Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda,
"Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, dan Majusi." [HR Bukhari, Muslim, dan lainnya]
Allah Ta'ala berfirman,
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"
[QS Ar-Rum: 30]
(Baca juga : Menkes Terawan Janji Percepat Klaim Biaya Perawatan Pasien COVID-19 )
Dan dalam sebuah hadis shahih disebutkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, "Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-Ku itu dalam keadaan lurus, lalu mereka digelincirkan oleh setan. setan mengharamkan apa yang Aku halalkan bagi mereka dan memerintahkan mereka menyekutukan-Ku apa yang Aku tidak turunkan kekuasaan dengannya." {HR Muslim dan Thabrani]
Lurus dalam hadis di atas adalah istiqamah dengan mengikhlaskan agama hanya karena Allah, dan hal itu mencakup kecintaan kepada Allah, merendahkan diri kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, baik dalam cinta maupun ketundukan, karena ibadah itu mencakup puncak kecintaan dan ketundukan diri, dan hal itu tidak ada yang berhak kecuali hanya untuk Allah semata, dan tawakkal hanya kepada Allah semata.
(Baca juga : Armenia Kerahkan S-300 Rusia, Azerbaijan Bersumpah Menghancurkannya )
Rasul harus ditaati dan tidak boleh didurhakai, yaitu menghalalkan apa yang dihalalkan, dan mengharamkan apa yang diharamkan, dan pelaksanaan ajaran agama harus sesuai dengan apa yang beliau syari'atkan.
Lihat Juga :