Apa Hakikat Syariat Itu? Inilah Pandangan Syaikul Islam Ibnu Taimiyah

Rabu, 30 September 2020 - 14:12 WIB
loading...
Apa Hakikat Syariat...
Seorang hamba diperintahkan melakukan apa yang ditetapkan oleh Allah Taala, baik karena kecintaan kepadanya dan penolakan terhadapnya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Sesungguhnya apa yang telah ditetapkan oleh Allah Ta'ala wajib kita terima. Syaikul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab "Tazkiyatun Nafs' memaparkannya hakikat syariat dalam hal ini ada dua macam :

Pertama, bahwa seorang hamba diperintahkan melakukan apa yang ditetapkan oleh Allah Ta'ala, baik karena kecintaan kepadanya dan penolakan terhadapnya. Kedua, bahwa seorang hamba tidak diperintahkan dengan salah satu dari keduanya.

Penjelasan yang pertama adalah, seperti kebaikan dan takwa yang dilakukan orang lain. Ia diperintahkan untuk mencintai dan menolongnya, seperti memberikan bantuan kepada para mujahiddin di jalan Allah dan setiap yang melakukan kebaikan, dengan sepenuh kecintaan dan keridhaan.

(Baca juga : Waspada dan Jangan Meremehkan Sifat Lalai )

Demikian pula yang diperintahkan ketika orang lain mendapat musibah , yaitu dengan memberikan pertolongan terhadap orang yang terzalimi, atau mengunjungi orang yang terkena musibah atau memberikan bantuan kepada orang fakir dan yang semacamnya.

Adapun yang diperintahkan untuk membenci dan menolaknya adalah, seperti ketika seorang menapakkan kekafiran , kefasikan dan kedurhakaan . Dalam hal ini, kita diperintahkan untuk membenci, menolak dan mengingkarinya sesuai kemampuan.

Sebagaimana dalam sabda Nabi Shalallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadis shahih,

"Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lidahnya, jika tidak mampu juga maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman." (HR Muslim, Nasa'i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

(Baca juga : Surat Al-Kautsar, Surat Terpendek yang Keutamaannya Banyak )

Adapun yang tidak diperintahkan kepada seorang hamba dengan salah satu dari keduanya adalah, seperti ketika melihat orang lain melakukan perbuatan mubah yang tidak jelas baginya apakah dapat menolongnya untuk berbuat ketaatan atau menghindar dari maksiat. Dalam kondisi sperti ini tidak diperintahkan untuk mencintai atau membencinya. Demikian pula hal-hal mubah yang tidak dimaksudkan dapat membantu dalam ketaatan dan tidak pula untuk menghindari dari maksiat.

Kedua, perilaku al-muqarrabiin (orang-orang yang dekat kepada Allah) yang terdahulu, yaitu melaksanakan kewajiban dan hal-hal sunnah semaksimal mungkin, demikian pula meninggalkan hal-hal, makruh dan haram. Sebagaimana sabda Nabi Shalallahu alaihi wa sallam, "Apabila aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah, dan bila aku perintahkan sesuatu maka laksanakanlah semampu kalian." [HR Muslim]

(Baca juga : Inilah Perkara yang Dapat Menghilangkan Pahala Sedekah )

Komentar ulama besar seperti Syaikh Abdul Qadir dan yang lainnya, menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah perilaku ini, oleh karena itu, mereka memerintahkan hal-hal yang sunnah bukan wajib, dan melarang sesuatu yang sifatnya khusus dengan kekhususannya, dan memahami yang umum dengan keumumannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ilmuwan yang Lahir di...
Ilmuwan yang Lahir di Masa Daulah Mamalik: Dari Ibnu Khaldun sampai Ibnu Taimiyah
Ini Mengapa Hadis yang...
Ini Mengapa Hadis yang Diriwayatkan Kaum Rafidah Ditolak Kaum Suni
6 Ciri Tarekat: Syaikh...
6 Ciri Tarekat: Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Tokoh Pertama yang Memperkenalkan tarekat
4 Perbedaan Tajam Ahli...
4 Perbedaan Tajam Ahli Syariah dan Ahli Hakikat Menurut KH Ali Yafie
Pentingnya Muhasabah...
Pentingnya Muhasabah Diri, Begini Penjelasan Ibnu Taimiyah
Pentingnya Sikap Jujur...
Pentingnya Sikap Jujur dalam Rumah Tangga dalam Pandangan Syaikul Islam Ibnu Taimiyah
Rekomendasi
Masuk ke Sumur Neraka...
Masuk ke Sumur Neraka Yaman, Penjelajah Gua Temukan Mahluk Tak Terduga
Arkeolog Temukan Tiga...
Arkeolog Temukan Tiga Kerangka Mammoth di Gudang Anggur
Fenomena Matahari di...
Fenomena Matahari di Swedia Bisa Dilihat hampr 24 Jam
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved