Mengapa Hanya Maryam, Perempuan Terpilih yang Diabadikan Al-Qur'an?
Senin, 05 Oktober 2020 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan Al-Qurthubi mengatakan, Maryam adalah seorang nabiyah yang sahih. Alasannya, malaikat menyampaikan wahyu kepadanya di mana mengadung perintah Allah, perkabaran dan kabar selamat.
Kisah yang menggambarkan ketakwaan Maryam dan kesabarannya dapat disaksikan dalam proses mengandung Isa alaihissalam. Sebab, dari kehamilannya ini, Maryam harus menerima bacaan hinaan dari kaumnya karena mengandung tanpa seorang ayah.
(Baca juga : Berdayakan Ekonomi Pesantren, BNI Syariah Salurkan Kredit Warung Mikro )
Sebelum kaumnya mengetahui tentang kehamilannya, Maryam memilih mengasingkan diri. Dia merasa malu karena kehamilannya itu. Rasa malunya yang besar tertuang dalam surat Maryam ayat 23.
قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا
"Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan."
Namun, kabar tak bisa dibendung. Kaumnya mendengar tentang kehamilan Maryam tanpa menikah. Hinaan dan cemooh pun tak dapat dihindari Maryam. Kendati demikian, dia menerima hinaan tersebut dengan perasaan tawakal kepada Allah. Dia memasrahkan permasalahan yang dihadapinya hanya kepada Allah Ta'ala.
(Baca juga : Ini Kekuatan Militer Indonesia Tahun 2020, Kalahkan Australia dan Israel )
Wallahu A'lam
Kisah yang menggambarkan ketakwaan Maryam dan kesabarannya dapat disaksikan dalam proses mengandung Isa alaihissalam. Sebab, dari kehamilannya ini, Maryam harus menerima bacaan hinaan dari kaumnya karena mengandung tanpa seorang ayah.
(Baca juga : Berdayakan Ekonomi Pesantren, BNI Syariah Salurkan Kredit Warung Mikro )
Sebelum kaumnya mengetahui tentang kehamilannya, Maryam memilih mengasingkan diri. Dia merasa malu karena kehamilannya itu. Rasa malunya yang besar tertuang dalam surat Maryam ayat 23.
قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا
"Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan."
Namun, kabar tak bisa dibendung. Kaumnya mendengar tentang kehamilan Maryam tanpa menikah. Hinaan dan cemooh pun tak dapat dihindari Maryam. Kendati demikian, dia menerima hinaan tersebut dengan perasaan tawakal kepada Allah. Dia memasrahkan permasalahan yang dihadapinya hanya kepada Allah Ta'ala.
(Baca juga : Ini Kekuatan Militer Indonesia Tahun 2020, Kalahkan Australia dan Israel )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :