Mengapa Hanya Maryam, Perempuan Terpilih yang Diabadikan Al-Qur'an?
Senin, 05 Oktober 2020 - 19:18 WIB
loading...
Maryam binti Imran adalah perempuan terpilih sehingga Allah memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak. Foto ilustrasi/istimewa
A
A
A
Ada satu nama perempuan mulia yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan menjadi salah satu nama surat dalam kitab suci umat Islam ini. Dialah Maryam binti Imran . Tak hanya itu saja, silsilah keluarganya, juga lengkap dijelaskan, sehingga ada nama surat Ali Imran (Keluarga Imran).
Sebagai kitab suci Al-Qur'an adalah kitab abadi . Karena itu, jika ada nama seseorang disebutkan di dalamnya, berarti namanya akan dibaca sepanjang masa oleh manusia yang jumlahnya mungkin tak terhitung. Jika kisahnya positif, maka kebaikannya akan dikenang sepanjang masa, serta menjadi profil kebaikan untuk dicontoh seluruh umat manusia.
Di dalam Al-Qur'an sendiri nama Maryam binti Imran disebutkan sebanyak 34 kali, 19 kali ketika menceritanya kisahnya sendiri,dan 15 kali ketika menceritakan putranya, Nabi Isa alaihissalam.
(Baca juga : Muslimah, Hati-hati dengan Perkara-Perkara Ini! )
Kenapa demikian? Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, karena Maryam binti Imran ini adalah perempuan yang Allah putihkan kehormatannya. Sebagaimana Allah Ta'ala firmankan :
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ
“(Ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan Dia termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrim:12)
Sedangkan rahasia di balik penyebutan nama Maryam, Dewan Pembina Konsultasi Syariah itu mengingatkan pada keterangan imam Al-Qurthubi, bahwa Allah tidak menyebutkan nama seorangpun wanita dalam kitab-Nya selain Maryam binti Imran, karena mengandung hikmah didalamnya. Ini mengandung hikmah sebagaimana yang disebutkan para ulama.
(Baca juga : Malu Sebagai Mahkota Kemuliaan Perempuan )
”Bahwa para raja dan orang-orang terpandang tidak pernah menyebutkan nama istrinya di depan rakyat, tidak pula mempopulerkan nama mereka. Akan tetapi, mereka menyebut istrinya dengan ungkapan pasangan, ibu, keluarga raja, dan lain-lain. Namun ketika mereka bersikap terhadap budak, mereka tidak merahasiakannya dan tidak menyembunyikan namanya. Ketika orang nasrani mengatakan bahwa Maryam istri tuhan dan Isa anak tuhan, maka Allah terang-terangan menyebut nama Maryam. Tidak Allah sembunyikan dengan sebutan ‘budak Allah’ atau ‘hamba Allah’, yang merupakan sifat asli Maryam. Allah jadikan hal ini sebagai kebiasaan masyarakat Arab dalam menyebutkan budaknya.” (Tafsir Al-Qurthubi, 6:21)
(Baca juga : Hidayah Adalah Mengetahui Kebenaran )
Sebagai kitab suci Al-Qur'an adalah kitab abadi . Karena itu, jika ada nama seseorang disebutkan di dalamnya, berarti namanya akan dibaca sepanjang masa oleh manusia yang jumlahnya mungkin tak terhitung. Jika kisahnya positif, maka kebaikannya akan dikenang sepanjang masa, serta menjadi profil kebaikan untuk dicontoh seluruh umat manusia.
Di dalam Al-Qur'an sendiri nama Maryam binti Imran disebutkan sebanyak 34 kali, 19 kali ketika menceritanya kisahnya sendiri,dan 15 kali ketika menceritakan putranya, Nabi Isa alaihissalam.
(Baca juga : Muslimah, Hati-hati dengan Perkara-Perkara Ini! )
Kenapa demikian? Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, karena Maryam binti Imran ini adalah perempuan yang Allah putihkan kehormatannya. Sebagaimana Allah Ta'ala firmankan :
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ
“(Ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan Dia termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrim:12)
Sedangkan rahasia di balik penyebutan nama Maryam, Dewan Pembina Konsultasi Syariah itu mengingatkan pada keterangan imam Al-Qurthubi, bahwa Allah tidak menyebutkan nama seorangpun wanita dalam kitab-Nya selain Maryam binti Imran, karena mengandung hikmah didalamnya. Ini mengandung hikmah sebagaimana yang disebutkan para ulama.
(Baca juga : Malu Sebagai Mahkota Kemuliaan Perempuan )
”Bahwa para raja dan orang-orang terpandang tidak pernah menyebutkan nama istrinya di depan rakyat, tidak pula mempopulerkan nama mereka. Akan tetapi, mereka menyebut istrinya dengan ungkapan pasangan, ibu, keluarga raja, dan lain-lain. Namun ketika mereka bersikap terhadap budak, mereka tidak merahasiakannya dan tidak menyembunyikan namanya. Ketika orang nasrani mengatakan bahwa Maryam istri tuhan dan Isa anak tuhan, maka Allah terang-terangan menyebut nama Maryam. Tidak Allah sembunyikan dengan sebutan ‘budak Allah’ atau ‘hamba Allah’, yang merupakan sifat asli Maryam. Allah jadikan hal ini sebagai kebiasaan masyarakat Arab dalam menyebutkan budaknya.” (Tafsir Al-Qurthubi, 6:21)
(Baca juga : Hidayah Adalah Mengetahui Kebenaran )
Lihat Juga :