Gulirkan Eco Pontren, Cetak Santri Kreatif dan Berwawasan Lingkungan

Rabu, 06 Mei 2020 - 10:05 WIB
loading...
Gulirkan Eco Pontren,...
Kompleks Pondok Pesantren Al Muhajirin di Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta tampak sepi dari aktivitas para santri. Semua kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring di saat pandemi Covid-19. Foto/Koran SINDO/Asep Supiandi
A A A
Bagi masyarakat Purwakarta, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhajirin bukanlah nama yang asing. Ponpes yang saat ini berdiri megah di Jalan Veteran Nomor 155, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, itu memiliki segudang terobosan dalam menciptakan generasi milenial berbasis kultural.

Ponpes ini terlihat begitu asri dan megah, gedung bertingkat berdiri kokoh tempat para santriawan dan santriawati menimba ilmu. Jauh sebelum pandemi Covid-19, akan terlihat 5.176 santri yang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Saat ini, pemandangan jauh berbeda, tidak ada seorang santri pun yang beraktivitas karena alasan mencegah penularan virus.

Gedung megah bertingkat itu pun sepi dari kegiatan belajar mengajar. Sesekali terlihat petugas keamanan mengecek ke setiap sudut ruangan dan mengecek gembok pintu gerbang. Maklum, pengamanan di sekitar pesantren diperketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ditemui di kediamannya, Direktur Humas Ponpes Al Muhajirin Deden Saepudin mengungkapkan keprihatinannya atas wabah yang sedang terjadi. Banyak pihak yang terdampak, termasuk Ponpes Al Muhajirin yang harus menghentikan semua aktivitas santrinya. Semua kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring atau santri belajar di rumah dengan menggunakan fasilitas internet.

Deden menjelaskan, Ponpes Al Muhajirin menjadi salah satu pesantren berwawasan lingkungan yang ada di Kabupaten Purwakarta. Tak heran pada 2005 lalu sempat digulirkan program Eco Pontren dengan beragam kegiatan bertemakan lingkungan hidup.

“Secara umum Eco Pontren masih tetap berjalan untuk santri tingkat SD dan SMP di kampus 2 (daerah Sukamulya). Dalam kegiatannya santri dididik untuk memahami tema-tema lingkungan hidup atau alam tempat bernaung sehingga mereka akan memiliki akhlak yang baik, tidak hanya terhadap sesama, melainkan juga kepada alam sekitarnya,” ungkap Deden.

Menurutnya, kegiatan Eco Pontren itu berupa penanggulangan pencemaran air, pemanfaatan lahan di sekitar pesantren, pengelolaan sampah, pengelolaan sumber daya alam di sekitar pesantren, konservasi keanekaragaman hayati lokal, pemanfaatan limbah domestik dan ternak serta penerapan usaha tani terpadu.

Bahkan, pihak ponpes pun sudah menjalin kerja sama dengan bank sampah. Salah satu yang akan dikembangkan dengan bank sampah itu adalah pemanfaatan minyak goreng bekas atau jelantah untuk dijadikan bahan baku biodiesel.

Kader Eco Pontren Al Muhajirin Amit Saepul menyebutkan terobosan-terobosan lainnya dalam upaya pengelolaan sumber daya alam, yakni dengan pembuatan sumur resapan atau biopori. Keberadaan biopori ini sangatlah penting dalam upaya memberikan hak kepada air agar meresap ke dalam tanah. Dengan begitu, bisa menjadi tabungan air bersih di kala musim kemarau.

Terkait pengabdian kepada masyarakat, ponpes pimpinan KH Abun Bunyamin ini terbilang cukup beragam, antara lain, berupa biaya pendidikan gratis atau keringanan biaya bagi santri yatim dan duafa yang menempuh pendidikan pesantren maupun pendidikan sekolah di setiap unit Al Muhajirin.

Menyediakan juga beasiswa bagi santri penghafal Alquran dan kepada alumni yang kuliah di luar negeri seperti di Mesir dan Yaman. Begitu pula ponpes ini aktif mengirimkan tenaga pengajar Alquran ke masjid, majelis taklim atau pengajian anak-anak di masyarakat.

Untuk bidang ekonomi, kata Deden, bantuan berupa modal usaha bagi masyarakat kelas ekonomi kecil yang berniat membangun usaha mandiri. “Jika kita runut satu per satu, tentu saja program Al Muhajirin cukup banyak. Doakan saja agar pesantren ini bisa lebih berkiprah lagi untuk mendidik anak bangsa,” tandasnya. (Asep Supiandi)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
HPSN 2026, P3M dan KLH...
HPSN 2026, P3M dan KLH Ajak Pesantren Atasi Darurat Sampah
Hasil Falakiyah Ponpes...
Hasil Falakiyah Ponpes di Jatim Tetapkan Awal Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
Gelar Halaqah Pesantren,...
Gelar Halaqah Pesantren, GAPPI Bahas Kemandirian Ekonomi dan Digitalisasi Zakat
Pustunastren UIN Mataram...
Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Halaqah Pesantren 2025,...
Halaqah Pesantren 2025, Ulama Kalimantan Dorong Standardisasi Pengajar Kitab Kuning
Rais ‘Aam PBNU Sebut...
Rais ‘Aam PBNU Sebut Pesantren Pilar Ketahanan dan Kebangkitan Bangsa
Rekomendasi
NASA Deteksi Anomali...
NASA Deteksi Anomali Alam Aneh di Atlantik Selatan
Gas Inti Bumi Terdeteksi...
Gas Inti Bumi Terdeteksi Bocor, Penduduk Dunia Diminta Waspada
Selain 1.972 Sungai...
Selain 1.972 Sungai Mengering, Ini Fakta Paling Nyata Bahwa Bumi Bocor
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Daftar Aset dan Kekayaan...
Daftar Aset dan Kekayaan Organisasi Islam Muhammadiyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved