Wabah Covid-19: Begini Tips Ibnu Sina Menghadapi Krisis Kesehatan

loading...
Wabah Covid-19: Begini Tips Ibnu Sina Menghadapi Krisis Kesehatan
Ibnu Sina. Foto/Ilustrasi/Ist
SALAH satu teori kesehatan yang sangat terkenal baik di Barat maupun di Timur adalah bahwa sakit tidak melulu disebabkan oleh lemahnya fisik tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi kejiwaan yang lemah. (Baca juga: Waduh, 209 Pendemo Jalani Tes Rapid, 13 Orang Reaktif Corona)

Teori ini dikemukakan oleh seorang ulama terkenal sekaligus seorang ahli di bidang kedokteran kelahiran Bukhara Uzbekistan tahun 980 M. Tokoh itu bernama Abu ʿAli al-Ḥusayn ibn ʿAbdillah ibn Sina atau lebih dikenal dengan Ibnu Sina dengan digelari Bapak Kedokteran.

Di dunia Barat beliau dikenal dengan nama Avicenna. Teori Ibnu Sina tersebut setidaknya memberikan keseimbangan terhadap teori yang telah mapan sebelumnya, yakni bahwa kesehatan jiwa bergantung pada kesehatan badan. (Baca juga: Studi: Jenis Virus Corona yang Menular Lebih Mendominasi)

Dalam bahasa Latin teori ini berbunyi: Mens sana in corpore sano, artinya: “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.” Dalam bahasa Arab teori itu berbunyi: العقل السليم في الجسم السليم Artinya: “Akal yang sehat terdapat dalan badan yang sehat.”

Di tengah ancaman pandemi virus Corona yang mematikan sebagaimana tengah berlangsung saat ini di seluruh dunia, banyak orang mengalami kecemasan bahkan tidak sedikit yang mengalami kepanikan. (Baca juga: 11.472 Orang Meninggal Akibat Corona, Rata-rata 3,6%)

Dalam kaitan ini Ibnu Sina menganjurkan 3 tips menjaga diri agar tetap sehat jasmani rohani atau segera sembuh dari sakit sebagaimana dikutip oleh Musthofa Husni dalam kitabnya berjudul ‘Isy Allahzah (Athlas lin Nashri wal Intaji wal I’lamiy , 2015, Cet.I, hal. 161) sebagai berikut:

1. الوهم نصف الداء (Kepanikan adalah separuh penyakit) Secara umum panik dipahami sebagai sebuah serangan yang muncul tiba-tiba akibat rasa takut yang luar biasa. Rasa takut itu sendiri bisa muncul karena ada bahaya yang nyata-nyata mengancam atau hanya karena berpikir terlalu buruk dan tidak rasional alias mengkahayal.



Ibnu Sina menasihati agar kita tidak mudah panik dalam situasi apapun baik aman maupun bahaya sebab panik itu sendiri merupakan bagian masalah kejiwaan yang bisa berdampak langsung pada munculnya penyakit fisik seperti serangan jantung, hipertensi dan sebagainya. (Baca juga: Covid-19 Makin Ganas, Sri Mulyani: Tidak Ada Satupun Negara Bisa Bebas)

2. والاطمئنان نصف الدواء (Ketenangan adalah separuh obat). Ibnu Sina menekankan perlunya orang memiliki ketenangan baik dalam keadaan sakit maupun sehat. Dalam keadaan sehat orang yang memiliki ketenangan jiwa tidak mudah terserang oleh berbagai-penyakit jasmani dan rohani sebab ketenangan itu sendiri merupakan benteng sehingga memiliki imunitas yang kuat.

Ketenangan akan mudah dicapai juga melalui berbagai pendekatan, yakni pendekatan teologis dan pendekatan ilmiah rasional.

Al-Quran mengingatkan pentingnya berdzikir kepada Allah sebab senantiasa mengingat Allah akan menghasilkan ketenangan batin yang kokoh sebagaiamana firman Allah berikut ini:



أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَمَا مَنَعَهُمۡ اَنۡ تُقۡبَلَ مِنۡهُمۡ نَفَقٰتُهُمۡ اِلَّاۤ اَنَّهُمۡ كَفَرُوۡا بِاللّٰهِ وَبِرَسُوۡلِهٖ وَلَا يَاۡتُوۡنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمۡ كُسَالٰى وَلَا يُنۡفِقُوۡنَ اِلَّا وَهُمۡ كٰرِهُوۡنَ
Hal yang menghalangi nafkah mereka untuk diterima adalah karena mereka mengkufuri kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak menginfakkan harta mereka, melainkan dengan rasa terpaksa.

(QS. At-Taubah:54)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video