Instruksi dan Tradisi Chisytiyah: Tujuh Bersaudara, Sebab dan Akibat
Minggu, 11 Oktober 2020 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Bagi keempatnya, akan menjadi 'entah kapan', sebelum mereka benar-benar sadar satu-satunya alat kelangsungan hidup dalam pengasingan mereka --kedangkalan yang mereka anggap penting-- adalah rintangan bagi pemahaman mereka. Semuanya masih jauh dari pengetahuan. (Baca juga: Rumi: Cinta Terbesar Adalah Keheningan dan Tidak Bisa Diungkapkan dengan Kata-Kata )
Sebab dan Akibat
Abu Ishaq Syami Chisyti mengatakan: "Guruku, Khaja Hubairah, suatu hari mengajakku berjalan-jalan keliling kota.
Seorang laki-laki menunggang keledai tidak mau memberi jalan untuk kami di sebuah jalan sempit, dan ketika kami minggir pelan-pelan ia menyumpahi kami.
'Semoga dihukum karena perbuatan itu!' orang-orang berteriak dari pintu mereka.
Baca juga: Amien Rais Banyak Berguru pada Banyak Tokoh Bangsa, Terutama Mohammad Natsir
Khaja berkata kepadaku: 'Betapa dangkalnya pikiran orang-orang ini! Tidakkah mereka sedikit menyadari apa yang sebenarnya terjadi? Mereka hanya melihat satu jenis sebab dan akibat, sementara kadang akibat, seperti yang mereka katakan, muncul sebelum sebab.'
Aku bingung dan bertanya apa maksudnya.
Baca juga: Amien Rais Tampilkan Foto Hanafi Rais Saat Sampaikan Falsafah Perjuangan
'Mengapa?' katanya, 'Orang itu sudah dihukum untuk perbuatan yang baru saja dilakukan tadi. Kamis lalu ia melamar memasuki lingkungan Syeikh Adami, dan ditolak. Hanya kalau ia menyadari alasannya, ia akan diterima dalam lingkungan tersebut. Sampai saat ini, ia terus berperilaku demikian'."
Sebab dan Akibat
Abu Ishaq Syami Chisyti mengatakan: "Guruku, Khaja Hubairah, suatu hari mengajakku berjalan-jalan keliling kota.
Seorang laki-laki menunggang keledai tidak mau memberi jalan untuk kami di sebuah jalan sempit, dan ketika kami minggir pelan-pelan ia menyumpahi kami.
'Semoga dihukum karena perbuatan itu!' orang-orang berteriak dari pintu mereka.
Baca juga: Amien Rais Banyak Berguru pada Banyak Tokoh Bangsa, Terutama Mohammad Natsir
Khaja berkata kepadaku: 'Betapa dangkalnya pikiran orang-orang ini! Tidakkah mereka sedikit menyadari apa yang sebenarnya terjadi? Mereka hanya melihat satu jenis sebab dan akibat, sementara kadang akibat, seperti yang mereka katakan, muncul sebelum sebab.'
Aku bingung dan bertanya apa maksudnya.
Baca juga: Amien Rais Tampilkan Foto Hanafi Rais Saat Sampaikan Falsafah Perjuangan
'Mengapa?' katanya, 'Orang itu sudah dihukum untuk perbuatan yang baru saja dilakukan tadi. Kamis lalu ia melamar memasuki lingkungan Syeikh Adami, dan ditolak. Hanya kalau ia menyadari alasannya, ia akan diterima dalam lingkungan tersebut. Sampai saat ini, ia terus berperilaku demikian'."
(mhy)
Lihat Juga :