Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia
Senin, 12 Oktober 2020 - 06:25 WIB
loading...
A
A
A
Sebulan di Kadisiah
Sesudah itu ia pergi ke Kadisiah dan berpangkal di benteng Qudais, sedang Zuhrah bin Hawiah di balik jembatan Atiq. Ia membagi-bagi pasukan, tiap kelompok di satu tempat tertentu. Ia tinggal di sana mengirimkan pasukan berkuda cepat untuk membawa bekal bahan makanan berupa kambing, sapi, gandum, tepung dan segala macam keperluan. (Baca juga: Perang Irak: Kabilah Nasrani Perkuat Pasukan Muslimin )
Sa’ad tinggal di Kadisiah selama sebulan. Kehidupan pasukan cukup makmur dengan makanan yang dibawa oleh pasukan berkuda cepat yang sudah menyebar sampai ke Hirah, Kaskar dan Anbar.
Sa’ad menulis kepada Khalifah Umar bin Khattab melaporkan keadaan mereka. Barangkali dalam laporan ini ia melukiskan keadaan Kadisiah lebih terinci lagi. Ia menyebutkan bahwa Persia tidak mengutus orang kepada mereka dan tidak menyerahkan pimpinan tentaranya untuk memerangi mereka kepada siapa pun yang mereka ketahui. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan dan Sikap Umar bin Khattab yang Lembut )
Hanya saja tak lama sesudah itu diketahuinya dari penduduk Hirah, bahwa Yazdigird telah menyerahkan pimpinan perang ke tangan Rustum bin Farrukhzad , dengan perintah untuk berangkat menghadapi pasukan Muslimin.
Sekali lagi ia kemudian menulis surat menyampaikan berita ini. Dalam balasannya Khalifah Umar mengatakan: "Janganlah Anda berkecil hati karena berita yang Anda terima tentang mereka atau apa pun yang mereka bawa. Mintalah pertolongan kepada Allah dan bertawakallah kepada-Nya. Ajaklah orang-orang yang arif dan tabah berdoa kepada-Nya. Dengan doa itu Allah akan membuat mereka lemah dan lumpuh. Buatlah laporan kepada saya setiap hari."
Mungkin kita heran bahwa pihak Persia begitu lamban tidak segera menghadapi Sa’ad dan pasukannya, setelah mereka mengadakan pertemuan dengan Kaisar Persia, Yazdigird dan siap membantunya untuk mengadakan pembalasan atas kekalahan pasukan mereka di Buwaib.
Sa’ad meninggalkan Madinah pada permulaan musim semi tahun itu. Kemudian ia tinggal selama beberapa bulan di Syaraf dan di Uzaib, dan lebih sebulan tinggal di Kadisiah sebelum ia mengetahui tentang perjalanan pasukan Persia untuk memeranginya. Jadi selama itu di mana pasukan Persia? Dan apa yang dilakukan Yazdigird selama bulan-bulan itu? (Bersambung)
Sesudah itu ia pergi ke Kadisiah dan berpangkal di benteng Qudais, sedang Zuhrah bin Hawiah di balik jembatan Atiq. Ia membagi-bagi pasukan, tiap kelompok di satu tempat tertentu. Ia tinggal di sana mengirimkan pasukan berkuda cepat untuk membawa bekal bahan makanan berupa kambing, sapi, gandum, tepung dan segala macam keperluan. (Baca juga: Perang Irak: Kabilah Nasrani Perkuat Pasukan Muslimin )
Sa’ad tinggal di Kadisiah selama sebulan. Kehidupan pasukan cukup makmur dengan makanan yang dibawa oleh pasukan berkuda cepat yang sudah menyebar sampai ke Hirah, Kaskar dan Anbar.
Sa’ad menulis kepada Khalifah Umar bin Khattab melaporkan keadaan mereka. Barangkali dalam laporan ini ia melukiskan keadaan Kadisiah lebih terinci lagi. Ia menyebutkan bahwa Persia tidak mengutus orang kepada mereka dan tidak menyerahkan pimpinan tentaranya untuk memerangi mereka kepada siapa pun yang mereka ketahui. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan dan Sikap Umar bin Khattab yang Lembut )
Hanya saja tak lama sesudah itu diketahuinya dari penduduk Hirah, bahwa Yazdigird telah menyerahkan pimpinan perang ke tangan Rustum bin Farrukhzad , dengan perintah untuk berangkat menghadapi pasukan Muslimin.
Sekali lagi ia kemudian menulis surat menyampaikan berita ini. Dalam balasannya Khalifah Umar mengatakan: "Janganlah Anda berkecil hati karena berita yang Anda terima tentang mereka atau apa pun yang mereka bawa. Mintalah pertolongan kepada Allah dan bertawakallah kepada-Nya. Ajaklah orang-orang yang arif dan tabah berdoa kepada-Nya. Dengan doa itu Allah akan membuat mereka lemah dan lumpuh. Buatlah laporan kepada saya setiap hari."
Mungkin kita heran bahwa pihak Persia begitu lamban tidak segera menghadapi Sa’ad dan pasukannya, setelah mereka mengadakan pertemuan dengan Kaisar Persia, Yazdigird dan siap membantunya untuk mengadakan pembalasan atas kekalahan pasukan mereka di Buwaib.
Sa’ad meninggalkan Madinah pada permulaan musim semi tahun itu. Kemudian ia tinggal selama beberapa bulan di Syaraf dan di Uzaib, dan lebih sebulan tinggal di Kadisiah sebelum ia mengetahui tentang perjalanan pasukan Persia untuk memeranginya. Jadi selama itu di mana pasukan Persia? Dan apa yang dilakukan Yazdigird selama bulan-bulan itu? (Bersambung)
(mhy)
Lihat Juga :