Penaklukan Persia (11)

Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia

loading...
Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia
Ilustrasi/Ist
PANGLIMA perang Muslim untuk menaklukkan Persia, Sa'ad bin Abi Waqqash, mengangkat beberapa pimpinan pasukan, mengatur pimpinan regu, setiap sepuluh regu dipimpin seorang arif. (Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menceritakan untuk beberapa angkatan Sa'ad mengangkat tokoh-tokoh yang mula-mula dalam Islam. Untuk garis depan dan sayap kanan dan kiri ia menempatkan pahlawan-pahlawan yang dulu ikut berperang bersama-sama Rasulullah Sallallahu'alaihi wa sallam.

Dalam angkatan itu terdapat 1.400 orang yang berperang bersama Rasulullah SAW, di antaranya sekitar 70 orang veteran Badar, sekitar 310 orang mereka yang pernah ikut berperan dalam Bai'atur-Ridwan dan yang sesudahnya, 300 orang pernah dalam pasukan pembebasan, 700 dari anak-anak para sahabat Nabi dari seluruh penjuru kawasan Arab. (Baca juga: Umar bin Khattab: "Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab")

Sa’ad berangkat perlahan-lahan memimpin mereka hingga mencapai Uzaib. Mereka berhenti di sini dan tinggal cukup lama sebelum meneruskan perjalanan ke Kadisiah.

Uzaib adalah sebuah gudang senjata Persia yang dijaga ketat dalam sebuah benteng yang kukuh. Pasukan perintis Muslimin waktu subuh sudah sampai ke tempat itu. Mereka berhenti di depannya sambil melihat-lihat benteng itu. Ternyata di setiap benteng mereka melihat ada orang yang mengawasi. Oleh karena itu mereka menahan diri, tidak segera maju, sampai kemudian ada sekelompok pasukan datang menyusul mereka hendak menyerang benteng itu. (Baca juga: Umar bin Khattab: "Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab")

Setelah berada di dekat benteng mereka melihat seseorang memacu kudanya ke arah Kadisiah, dan benteng-benteng tampaknya sudah kosong, tak tampak ada orang. Saat itu mereka yakin bahwa kemunculan orang itu di benteng suatu muslihat untuk melihat dan mengetahui kekuatan mereka, setelah itu ia akan cepat-cepat ke Persia memberitahukan keadaan mereka.



Di benteng itu pasukan Muslimin menemukan ada beberapa tombak, panah dan keranjang yang mereka pergunakan. Zuhrah bin al-Hawiah segera pula memacu kudanya mengejar dan akan menawan orang itu. Tetapi tidak tersusul. Ia kembali ikut melibatkan diri dengan pasukan Muslimin yang lain membicarakan ketabahan dan keberaniannya. (Baca juga: Sang Pembebas Irak Itu Bernama Musanna Bin Harisah)

Sa’ad bin Abi Waqqas masih di Uzaib tatkala sudah tak ada lagi pasukan Persia. Setelah itu ia mengirim pasukannya dalam upaya mengadakan serangkaian serangan ke sekitarnya untuk menanamkan rasa gentar di kalangan penduduk sambil membawa rampasan dan tawanan perang.

Iring-Iringan Pengantin
Salah satu pasukan berkuda cepat ini berangkat malam hari menuju Hirah. Sesudah melewati Sailahin dan sudah menyeberangi jembatannya dalam perjalanan ke ibu kota Banu Lakhm mereka mendengar ada suara-suara ribut. Mereka segera berkumpul dan membuat tempat persembunyian sambil mencari kejelasan. (Baca juga: Kisah Budak Taglabi yang Berhasil Membunuh Panglima Perang Persia)



Sementara mereka dalam keadaan serupa itu tiba-tiba lalu pasukan berkuda didahului oleh putri seorang marzahdn (pembesar Persia) Hirah dalam iring-iringan membawa pengantin ke tempat penguasa daerah Sinnain, salah seorang bangsawan Persia.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَكَمۡ اَهۡلَـكۡنَا قَبۡلَهُمۡ مِّنۡ قَرۡنٍ هُمۡ اَشَدُّ مِنۡهُمۡ بَطۡشًا فَنَقَّبُوۡا فِى الۡبِلَادِ ؕ هَلۡ مِنۡ مَّحِيۡصٍ
Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?

(QS. Qaf:36)
cover bottom ayah
preload video