Tiga Orang yang Tidak Akan Dilihat Allah pada Hari Kiamat
Senin, 12 Oktober 2020 - 18:24 WIB
loading...
A
A
A
إِنَّ اللَّـهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣﴾
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
(Baca juga : Longsor Terjang Kudus, Dua Pekerja Tewas Tertimbun Tanah Sedalam 2 Meter )
Akan tetapi, seringkali hawa nafsu dan syahwat mengalahkan perintah dan titah Allah dan RasulNya. Ketika diperintahkan oleh Allah dan RasulNya untuk kita sabar menghadapi pemimpin yang zalim, untuk kita sabar dan senantiasa taat kepada pemimpin selama bukan maksiat. Akan tetapi seringkali kita tidak peduli dengan batasan-batasan agama demi perut-perut kita, demi hawa nafsu kita dan syahwat kita, kita campakkan agama kita dan syariat Allah Jalla wa ‘Ala, kita tidak peduli apakah Allah ridha atau tidak, yang jelas kata mereka bahwa ini tidak sesuai dengan keinginan kami, ini merugikan kami dan yang lainnya.
Allahul musta’an. Kewajiban seorang muslim -ketika mendengar dalil dia mengatakan menaati Allah dan RasulNya itu lebih baik. Hal ini sebagaimana Abu Rafi’ berkata:
نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا
“Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah melarang kami dari suatu perkara yang dulunya bermanfaat bagi kami (pada riwayat yang lain dijelaskan mengkiraa’ tanah).”
وَطَوَاعِيَةُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ أَنْفَعُ لَنَا
“Akan tetapi menaati Allah dan RasulNya lebih bermanfaat buat kami.” (HR. Muslim)
(Baca juga : UAS: Kerja Keraslah, Sampai yang Menghinamu Searching Kamu di Google )
Itulah keimanan, itulah ketakwaan, itulah orang-orang yang yakin bahwa janji Allah tidak akan pernah Allah tidak tepati, pasti tepati! Orang yang menaati Allah pasti Allah bela, orang yang menaati Allah pasti Allah tolong. Karena sesungguhnya Allah tidak akan mungkin menyia-nyiakan hamba-hambaNya yang beriman.
Wallahu A'lam
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
(Baca juga : Longsor Terjang Kudus, Dua Pekerja Tewas Tertimbun Tanah Sedalam 2 Meter )
Akan tetapi, seringkali hawa nafsu dan syahwat mengalahkan perintah dan titah Allah dan RasulNya. Ketika diperintahkan oleh Allah dan RasulNya untuk kita sabar menghadapi pemimpin yang zalim, untuk kita sabar dan senantiasa taat kepada pemimpin selama bukan maksiat. Akan tetapi seringkali kita tidak peduli dengan batasan-batasan agama demi perut-perut kita, demi hawa nafsu kita dan syahwat kita, kita campakkan agama kita dan syariat Allah Jalla wa ‘Ala, kita tidak peduli apakah Allah ridha atau tidak, yang jelas kata mereka bahwa ini tidak sesuai dengan keinginan kami, ini merugikan kami dan yang lainnya.
Allahul musta’an. Kewajiban seorang muslim -ketika mendengar dalil dia mengatakan menaati Allah dan RasulNya itu lebih baik. Hal ini sebagaimana Abu Rafi’ berkata:
نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا
“Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah melarang kami dari suatu perkara yang dulunya bermanfaat bagi kami (pada riwayat yang lain dijelaskan mengkiraa’ tanah).”
وَطَوَاعِيَةُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ أَنْفَعُ لَنَا
“Akan tetapi menaati Allah dan RasulNya lebih bermanfaat buat kami.” (HR. Muslim)
(Baca juga : UAS: Kerja Keraslah, Sampai yang Menghinamu Searching Kamu di Google )
Itulah keimanan, itulah ketakwaan, itulah orang-orang yang yakin bahwa janji Allah tidak akan pernah Allah tidak tepati, pasti tepati! Orang yang menaati Allah pasti Allah bela, orang yang menaati Allah pasti Allah tolong. Karena sesungguhnya Allah tidak akan mungkin menyia-nyiakan hamba-hambaNya yang beriman.
Wallahu A'lam
(wid)