Banyak Bertanya Akan Menyulitkan Diri Sendiri?
Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Qur'an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun." (QS. Al Maidah: 101).
Ayat tersebut merupakan aturan yang telah dibuat Allah Ta'ala dalam masalah halal dan haram. Banyak orang keliru memahaminya dengan melontarkan banyak pertanyaan dalam urusan yang mubah. Ini mempersulit diri sendiri dan orang lain untuk bertanya sehingga berakibat urusan tersebut ditinggalkan karena banyaknya pertanyaan. Yang demikian itu termasuk ke dalam kategori yang diharamkan.
(Baca juga : Pengembalian Dana Nasabah Jiwasraya Jadi Beban Pemerintah Usai Mantan Bos Ditahan )
Ayat ini menyerukan kepada kita untuk bersikap seimbang (tawazun). Meskipun Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk memenuhi akad (janji), tetapi hal itu tidak lantas mempersulit diri kita sendiri. Dalam ayat tersebut terdapat hubungan yang menakjubkan dengan surat Al- Baqarah tentang kisah penyembelihan sapi oleh Bani Israil.
Allah Ta'ala juga berfirman,
قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا۟ بِهَا كَٰفِرِينَ
"Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya." (Al-Maidah: 102).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh umat terdahulu justru mempersulit diri mereka sendiri. Pada akhirnya, mereka tidak mau mentaati hukum yang telah ditetapkan.
Terkait dengan mereka yang disebutkan dalam kisah penyembelihan sapi.
(Baca juga : Prajurit TNI AD Bersaing Jadi Terbaik di MTQ dan Musabaqah Hifdzil Qur'an Kodam I/BB )
Allah Ta'ala berfirman:
قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا ذَلُولٌ تُثِيرُ ٱلْأَرْضَ وَلَا تَسْقِى ٱلْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَّا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا۟ ٱلْـَٰٔنَ جِئْتَ بِٱلْحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا۟ يَفْعَلُونَ
"...........Dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu." (QS Al-Baqarah: 71).
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Qur'an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun." (QS. Al Maidah: 101).
Ayat tersebut merupakan aturan yang telah dibuat Allah Ta'ala dalam masalah halal dan haram. Banyak orang keliru memahaminya dengan melontarkan banyak pertanyaan dalam urusan yang mubah. Ini mempersulit diri sendiri dan orang lain untuk bertanya sehingga berakibat urusan tersebut ditinggalkan karena banyaknya pertanyaan. Yang demikian itu termasuk ke dalam kategori yang diharamkan.
(Baca juga : Pengembalian Dana Nasabah Jiwasraya Jadi Beban Pemerintah Usai Mantan Bos Ditahan )
Ayat ini menyerukan kepada kita untuk bersikap seimbang (tawazun). Meskipun Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk memenuhi akad (janji), tetapi hal itu tidak lantas mempersulit diri kita sendiri. Dalam ayat tersebut terdapat hubungan yang menakjubkan dengan surat Al- Baqarah tentang kisah penyembelihan sapi oleh Bani Israil.
Allah Ta'ala juga berfirman,
قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا۟ بِهَا كَٰفِرِينَ
"Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya." (Al-Maidah: 102).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh umat terdahulu justru mempersulit diri mereka sendiri. Pada akhirnya, mereka tidak mau mentaati hukum yang telah ditetapkan.
Terkait dengan mereka yang disebutkan dalam kisah penyembelihan sapi.
(Baca juga : Prajurit TNI AD Bersaing Jadi Terbaik di MTQ dan Musabaqah Hifdzil Qur'an Kodam I/BB )
Allah Ta'ala berfirman:
قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا ذَلُولٌ تُثِيرُ ٱلْأَرْضَ وَلَا تَسْقِى ٱلْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَّا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا۟ ٱلْـَٰٔنَ جِئْتَ بِٱلْحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا۟ يَفْعَلُونَ
"...........Dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu." (QS Al-Baqarah: 71).
Lihat Juga :