Nasihat Rasulullah SAW kepada Ibnu Umar
Kamis, 07 Mei 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Saat itulah tersadar diri, kini telah berada dalam gelap gulita, tanpa pernah sempat membawa bekal persiapan ke tempat abadi. Benarlah kata Nabi, "Tak bergeser kaki seorang hamba hingga dia akan dipertanyakan empat pertanyaan di hari kiamat kelak. Tentang usianya kemana dia gunakan? Tentang ilmunya kemana dia amalkan? Tentang hartanya dari dan kemana dia infakkan? Tentang hidupnya kemana dia habiskan?"
Maka, jika setiap jiwa menyadari bahwa dia seorang pengembara, maka dia berhenti untuk melanjutkan perjalanan. Jangan sampai ada penundaan, jika tak ingin ada penyesalan tak berkesudahan.
Terakhir, Nabi menepuk pundak Ibnu Umar:
أَمْسَيْتَ فَلا تَنْتَظِرِ الصَّباحَ، وإِذَا أَصْبَحْتَ فَلا تَنْتَظِرِ المَساءَ، وخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لمَرَضِكَ، ومِنْ حياتِك لِمَوتِكَ" رواه البخاري.
"Jika kamu berada di sore hari, maka janganlah menunda sampai pagi hari. Jika engkau berada di pagi hari, maka janganlah tunda sampai sore. Pergunakan sehatmu sebelum datang sakitmu. Pergunakan hidupmu sebelum tiba kematianmu." (HR. Al-Bukhari)
وعن أَبي الْعبَّاس قَالَ: جاءَ رجُلٌ إِلَى النبيِّ ﷺ فقالَ: يَا رسولَ اللَّه، دُلَّني عَلى عمَلٍ إِذا عَمِلْتُهُ أَحبَّني اللَّه، وَأَحبَّني النَّاسُ، فقال: ازْهَدْ في الدُّنيا يُحِبَّكَ اللَّه، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحبَّكَ النَّاسُ.
Dari Ibnu Abbas, seorang lelaki mendatangi Nabi Saw seraya berkata: "Duhai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amal yang bila aku lakukan aku mendapatkan kecintaan Allah serta kecintaan manusia?"
Rasulullah SAW bersabda: "Zuhud lah terhadap dunia, niscaya engkau akan dicintai Allah. Zuhud lah terhadap manusia, niscaya engkau akan dicintai manusia."
Betapa waktu sangat singkat, tak sepanjang nafas yang bisa kita tarik atau nafas yang kita tahan untuk keluar. Bila saatnya tiba, maka ia tak dapat dimajukan atau dimundurkan sedetik pun juga. Dan, semua yang telah berlalu, tak akan mampu sedetik pun akan kembali.
Wallahu A'lam Bish Showab
Maka, jika setiap jiwa menyadari bahwa dia seorang pengembara, maka dia berhenti untuk melanjutkan perjalanan. Jangan sampai ada penundaan, jika tak ingin ada penyesalan tak berkesudahan.
Terakhir, Nabi menepuk pundak Ibnu Umar:
أَمْسَيْتَ فَلا تَنْتَظِرِ الصَّباحَ، وإِذَا أَصْبَحْتَ فَلا تَنْتَظِرِ المَساءَ، وخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لمَرَضِكَ، ومِنْ حياتِك لِمَوتِكَ" رواه البخاري.
"Jika kamu berada di sore hari, maka janganlah menunda sampai pagi hari. Jika engkau berada di pagi hari, maka janganlah tunda sampai sore. Pergunakan sehatmu sebelum datang sakitmu. Pergunakan hidupmu sebelum tiba kematianmu." (HR. Al-Bukhari)
وعن أَبي الْعبَّاس قَالَ: جاءَ رجُلٌ إِلَى النبيِّ ﷺ فقالَ: يَا رسولَ اللَّه، دُلَّني عَلى عمَلٍ إِذا عَمِلْتُهُ أَحبَّني اللَّه، وَأَحبَّني النَّاسُ، فقال: ازْهَدْ في الدُّنيا يُحِبَّكَ اللَّه، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحبَّكَ النَّاسُ.
Dari Ibnu Abbas, seorang lelaki mendatangi Nabi Saw seraya berkata: "Duhai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amal yang bila aku lakukan aku mendapatkan kecintaan Allah serta kecintaan manusia?"
Rasulullah SAW bersabda: "Zuhud lah terhadap dunia, niscaya engkau akan dicintai Allah. Zuhud lah terhadap manusia, niscaya engkau akan dicintai manusia."
Betapa waktu sangat singkat, tak sepanjang nafas yang bisa kita tarik atau nafas yang kita tahan untuk keluar. Bila saatnya tiba, maka ia tak dapat dimajukan atau dimundurkan sedetik pun juga. Dan, semua yang telah berlalu, tak akan mampu sedetik pun akan kembali.
Wallahu A'lam Bish Showab
(rhs)
Lihat Juga :