Nasihat Rasulullah SAW kepada Ibnu Umar

loading...
Nasihat Rasulullah SAW kepada Ibnu Umar
Ustaz DR Miftah el-Banjary, pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran. Foto/Ist
Ustaz DR Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an

Filosofi hidup untuk memahami hidup ini, sejatinya kita tak membutuhkan filosof Yunani, filosof Barat maupun Timur. Cukup satu Hadis Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) saat menasehati Ibnu Umar:

كُنْ في الدُّنْيا كأَنَّكَ غريبٌ، أَوْ عَابِرُ سبيلٍ

"Jadilah di dunia ini engkau seumpama orang asing atau seorang pengembara." (HR Al-Bukhari)

Rasulullah SAW memberi perhatian besar kepada Ibnu Umar besar yang saat itu berusia masih 12 tahun. Sebuah Hadis yang mengandung hikmah luar biasa. Jika direnungi secara mendalam, maknanya sangat dalam dan tingkatan filosofinya berada di semua puncak pemikiran tentang hakikat dunia.

Dunia ini bukan tujuan. Dunia ini hanyalah perlintasan sementara, persinggahan singkat. Halte untuk menantikan jemputan menuju stasiun akhir. Pos perhentian singkat yang menunggu antrian lanjutan.

Jika kereta yang singgah hanya sekadar berhenti mendinginkan mesin, tak akan ada yang ingin keluar turun meninggalkan gerbong. Sebab tujuannya belum sampai pada stasiun akhir yang ingin dicapai.

Andai semua orang memahami hakikat tujuan hidup sebenarnya yang dia ingin tuju adalah tempat yang indah, tentu dia tak akan suka berlama-lama di dalam perjalanannya. Kita semua terlahir untuk sebuah misi perjalanan suci itu menuju kebesaran dan kemurahan rahmat-Nya. Terlahir dalam sebuah titah mulia sebagai pengembara dunia fana.

Dalam misi pengembaraan suci itu, yang kita butuhkan hanyalah beberapa potong roti untuk mengganjal perut, beberapa teguk air demi membasahi kerongkongan, beberapa lembar kain untuk menutup badan, dan dahan rindang pohon berteduh.

Jika demikian, hakikat kehidupan di alam fana ini, manusia sesungguhnya tak membutuhkan kemewahan, berhektar-hektar tanah. Sebab dia hanya membutuhkan ukuran kecil seukuran tubuhnya untuk menyimpan jasadnya tak dimangsa binatang buas kala dia mati.
halaman ke-1
cover top ayah
فَلۡيَـضۡحَكُوۡا قَلِيۡلاً وَّلۡيَبۡكُوۡا كَثِيۡرًا‌ ۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ
Sekarang, biarkanlah mereka sedikit tertawa, nanti mereka akan banyak menangis, sebagai balasan atas perbuatan mereka.

(QS. At-Taubah:82)
cover bottom ayah
preload video