Inilah Dua Keutamaan dari Sikap Istiqamah
Kamis, 22 Oktober 2020 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
نَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّـهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١٣﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang menyatakan Rabb kami adalah Allah, kemudian dia istiqamah di atas iman itu. Dia tidak akan bersedih dan dia tidak akan takut.” (QS. Al-Ahqaf : 13)
(Baca juga : Kiat Memulai Berbusana Syar'i, Ini Tipsnya! )
Ini adalah tanda-tanda kebahagiaan pada seseorang. Yaitu tidak ada rasa takut dan tidak ada kesedihan yang melanda hatinya. Dia takut hanya kepada Allah. Dan dia tidak bersedih atas apapun yang terluput dari dunia ini. Mungkin banyak hal-hal duniawi yang terluput dari kita.
Hamba yang beriman dan istiqamah di atas imannya, dia tidak akan gundah, dia tidak akan gelisah, dia tidak akan takut, dia tidak bersedih dengan dunia yang terluput darinya. Karena tujuannya bukanlah dunia, tujuannya adalah kampung akhirat. Ini bagi orang yang istiqamah diatas imannya.
(Baca juga : Indonesia Bersiap Sambut Tren Baru Pariwisata )
Dan dia tidak takut atas apapun yang menekan dirinya dalam perjalanannya menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak takut resiko dalam berjalan menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang seperti ini adalah orang yang bahagia hidupnya di dunia, tidak dirundung rasa takut dan tidak diliputi rasa bersedih. Maka dia akan bahagia.
Bukan orang yang banyak harta, bukan orang yang tinggi kedudukan dunia dan jabatannya, akan tetapi hidupnya diliputi ketakutan, kesedihan, banyak beban-beban yang menghimpit hati, jiwa dan pikirannya. Maka dia menjalani hidup dengan berat, tidak menikmati hidup sebagaimana mestinya.
(Baca juga : Peranan Santri pada Masa Pandemi )
Maka dari itu salah satu cara untuk meraih bahagia dunia adalah dengan istiqamah di atas iman. Ada satu pernyataan Ibnu Taimiyah Rahimahullah, ia berkata bahwa sesungguhnya di dunia ini ada surga dan siapa yang tidak memasuki surga di dunia itu niscaya dia tidak akan memasuki surga di akhirat.
Surga di dunia itu adalah iman, kata beliau. Iman yang kita pupuk dan kita pelihara di dalam hati, itu adalah surga. Kemanapun kita pergi, dia selalu menyertai. Dimanapun kita berada, kita merasakan kedamaian, kenikmatan, ketentraman, keamanan dan kebahagiaan dengan iman tersebut.
(Baca juga : Diterima Amerika Serikat, Prabowo Diyakini Bisa Jadi Presiden 2024 )
“Sesungguhnya orang-orang yang menyatakan Rabb kami adalah Allah, kemudian dia istiqamah di atas iman itu. Dia tidak akan bersedih dan dia tidak akan takut.” (QS. Al-Ahqaf : 13)
(Baca juga : Kiat Memulai Berbusana Syar'i, Ini Tipsnya! )
Ini adalah tanda-tanda kebahagiaan pada seseorang. Yaitu tidak ada rasa takut dan tidak ada kesedihan yang melanda hatinya. Dia takut hanya kepada Allah. Dan dia tidak bersedih atas apapun yang terluput dari dunia ini. Mungkin banyak hal-hal duniawi yang terluput dari kita.
Hamba yang beriman dan istiqamah di atas imannya, dia tidak akan gundah, dia tidak akan gelisah, dia tidak akan takut, dia tidak bersedih dengan dunia yang terluput darinya. Karena tujuannya bukanlah dunia, tujuannya adalah kampung akhirat. Ini bagi orang yang istiqamah diatas imannya.
(Baca juga : Indonesia Bersiap Sambut Tren Baru Pariwisata )
Dan dia tidak takut atas apapun yang menekan dirinya dalam perjalanannya menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak takut resiko dalam berjalan menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang seperti ini adalah orang yang bahagia hidupnya di dunia, tidak dirundung rasa takut dan tidak diliputi rasa bersedih. Maka dia akan bahagia.
Bukan orang yang banyak harta, bukan orang yang tinggi kedudukan dunia dan jabatannya, akan tetapi hidupnya diliputi ketakutan, kesedihan, banyak beban-beban yang menghimpit hati, jiwa dan pikirannya. Maka dia menjalani hidup dengan berat, tidak menikmati hidup sebagaimana mestinya.
(Baca juga : Peranan Santri pada Masa Pandemi )
Maka dari itu salah satu cara untuk meraih bahagia dunia adalah dengan istiqamah di atas iman. Ada satu pernyataan Ibnu Taimiyah Rahimahullah, ia berkata bahwa sesungguhnya di dunia ini ada surga dan siapa yang tidak memasuki surga di dunia itu niscaya dia tidak akan memasuki surga di akhirat.
Surga di dunia itu adalah iman, kata beliau. Iman yang kita pupuk dan kita pelihara di dalam hati, itu adalah surga. Kemanapun kita pergi, dia selalu menyertai. Dimanapun kita berada, kita merasakan kedamaian, kenikmatan, ketentraman, keamanan dan kebahagiaan dengan iman tersebut.
(Baca juga : Diterima Amerika Serikat, Prabowo Diyakini Bisa Jadi Presiden 2024 )
Lihat Juga :