Kelakuan Abu Nawas Biar Dianggap Konsisten Oleh Baginda Raja

loading...
Kelakuan Abu Nawas Biar Dianggap Konsisten Oleh Baginda Raja
Ilustrasi/Ist
SUATU kali Abu Nawas datang ke Istana, tanpa diundang Baginda Harun Ar-Rasyid. "Kebetulah kamu datang Abu. Saya memang sudah kangen denganmu," kata Baginda tanpa basa-basi. (Baca juga: Baginda Raja Serahkan Singgasananya kepada Abu Nawas dengan Sukarela)

Abu Nawas menjadi senang bukan kepalang. Baginda makin bersahabat saja belakangan ini. "Apa yang mesti hamba lakukan, Baginda?" tanya Abu Nawas.

"Tidak ada," sergah Baginda.

"Sebentar," ujar Baginda lalu beranjak dari tempat duduknya. Begitu kembali, Baginda sudah berganti pakaian lebih bersahaja, layaknya rakyat biasa. "Saya kepingin ke rumahmu," titah Baginda. (Baca juga: Menyuruh Abu Nawas Memenjarakan Angin, Baginda Raja Malah Kena Batunya)

Asyiknya, Baginda tidak mau dikawal siapapun. "Untuk apa Baginda ke rumah hamba?" tanya Abu Nawas heran. Ia pantas kaget dan serba salah. Soalnya, rumah Abu Nawas sedang berantakan. Istrinya pun tak ada di rumah. Lalu siapa nanti yang menyiapkan hidangan untuk baginda? Abu Nawas jelas kebingungan.



"Pokoknya saya mau ke rumahmu," ujar Baginda dengan suara ditekan.

Karena Baginda memaksa, maka Abu Nawas pun mengalah. Mereka berdua pun berjalan kaki menuju rumah Abu Nawas, yang jaraknya tak begitu jauh.

Sesampai di rumah, Baginda tak menyangka rumah Abu Nawas sangat sederhana. Tak ada barang berharga di rumah itu. "Kamu sendiri?" tanya Baginda.



"Iya, Paduka," jawabnya. "Istri hamba sedang menjenguk orang tuanya," lanjutnya. (Baca juga: Abu Nawas dan Gajah yang Bisa Mengerti Bahasa Manusia)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat mungkar dan mencegah perbuatan yang makruf dan mereka juga kikir. Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka.  Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video