Kisah Sayyidah Fathimah dan Asal-usul Keranda Mayat

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:30 WIB
loading...
Kisah Sayyidah Fathimah...
Sayyidah Fathimah Az-Zahra radhiyallahu anha dijuluki sebagai penghulu perempuan surga dan teladan terbaik bagi kaum perempuan di dunia. Foto ilustrasi/Ist
A A A
Sayyidah Fathimah Az-Zahra radhiyallahu 'anha adalah satu dari empat perempuan pemuka surga. Putri kesayangan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم ini lahir dari rahim mulia Sayyidah Khadijah binti Khuwailid yang juga salah satu perempuan pemuka surga. Sayyidah Fathimah dijuluki sebagai pemimpin perempuan umat Islam dan teladan terbaik bagi kaum perempuan di dunia.

Ada satu kisah Sayyidah Fathimah yang sangat berharga dan penuh hikmah. Kisah ini berkaitan dengan akhlak beliau dalam menjaga kehormatan. Dari kisah inilah cikal bakal dibuatnya keranda mayat yang kini digunakan umat Islam di seluruh dunia. Berikut kisahnya. (Baca Juga: Sayyidah Fathimah, Perempuan Pemberani yang Dicintai Rasulullah )

Ketika Sayyidah Fathimah sedang sakit diambang wafat, maka Asma bintu Umais radhiyallahu 'anha datang menjenguknya. Maka Fathimah berkata kepada Sayyidah Asma: "Wahai Asma, aku begitu malu ketika harus keluar besok hari di hadapan para lelaki (ketika aku telah meningal) dan tubuhku dibawa di atas peti mati".

Peti mati ketika itu hanyalah sebuah kayu datar yang terbuka.Tubuh mayyit yang sudah tertutup oleh kain kafan akan diletakkan di atasnya dan ditutup lagi dengan sebuah kain sebagai tambahan. Fathimah sangat malu dan sedih ketika tubuhnya akan terbentuk oleh kain kafan.

Beliau tidak ingin ada seorang lelaki dapat melihat bentuk dan lekuk tubuhnya. Maka dengarkanlah kembali isi curhatan Fathimah yang sungguh mendalam:

إِنِّي قَدِ اسْتَقْبَحْتُ مَا يُصْنَعُ بِالنِّسَاءِ أَنْ يُطْرَحَ عَلَى الْمَرْأَةِ الثَّوْبُ فَيَصِفُهَا

"Sesungguhnya aku merasa malu dengan apa yang terjadi untuk para wanita ketika mereka dipakaikan sebuah kain kafan, maka kafan itu membentuk tubuhnya".

Mendengar curhan hati dari Fathimah , maka Asma bintu Umais berkata padanya:

يَا ابْنَةَ رَسُولِ اللهِ أَلَا أُرِيكِ شَيْئًا رَأَيْتُهُ بِالْحَبَشَةِ

"Wahai putri Rasulullah , maukah aku kabarkan kepadamu sebuah peti mati yang aku lihat di Habasyah?"

Maka Asma membuat peti mati yang tertutup dari semua sisinya seperti sebuah kardus. Ketika peti mati sudah jadi, Asma kemudian menutup peti mati itu kembali dengan sebuah kain yang luas maka tubuh mayyit yang dibawa di atasnya tidak akan mungkin terbentuk atau tersifati.

Melihat perbuatan Asma tersebut, Fathimah begitu bahagia. Seketika, Fathimah berkata kepada Asma:

سترك الله كما سترتني مَا أَحْسَنَ هَذَا وَأَجْمَلَهُ تُعْرَفُ بِهِ الْمَرْأَةُ مِنَ الرَّجُلِ فَإِذَا مِتُّ أَنَا فَاغْسِلِينِي أَنْتِ وَعَلِيٌّ

"Semoga Allah menutup auratmu sebagaimana engkau telah berusaha untuk menutup auratku."

"Betapa indahnya buatanmu ini, sehingga wanita yang meninggal bisa dibedakan dengan lelaki yang meninggal. Jika aku mati, maka mandikanlah diriku bersama Ali" (HR. Abu Nu'aim Al-Asbahani pada Hilyah Al-Aulia 2/43)

Subhanallah, Sayyidah Fatimah malu padahal nantinya hanyalah seorang yang sudah wafat dan itupun sudah benar-benar tertutup dan terbungkus dengan 5 kain kafan. (Baca Juga: Belajar Membuka Pintu Surga dari Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah )

Apalagi yang akan terlihat? Sayyidah Fathimah tidaklah mencurahkan isi hatinya ketika di pasar atau sebuah taman,
namun beliau mencurahkan isi hatinya ketika beliau diambang kematian.

Sayyidah Fathimah malu ketika beliau sudah wafat, maka bagaimana dengan wanita yang masih hidup tidak memiliki rasa malu? Seandainya Fathimah melewati sebuah pasar yang ada di zaman sekarang ini dan beliau melihat para wanita zaman sekarang, maka apa yang akan Beliau katakan?

Tidak dipungkiri, wanita saat ini tak sedikit yang berani melepaskan hijabnya, bahkan menggunakan pakaian sempit lagi minim. Wanita saat ini sudah hilang rasa malunya, mereka berani memperindah dan menampilkan keindahan tubuhnya sehingga mengundang syahwat laki-laki. Semoga Allah Ta'ala memberi hidayah kepada kita.

Apa yang membuat Sayyidah Fathimah sampai pada keududukan tinggi seperti ini? Ini karena sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang ada pada diri Fathimah .

الحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ

"Rasa malu tidak akan mendatangkan kecuali kebaikan" (HR. Al-Bukhari)

Semenjak itu, akhirnya umat Islam di seluruh dunia pun meniru hal yang sama pada jenazah Sayyidah Fatimah . Jenazah diletakkan di atas keranda untuk dibawa ke pemakaman. Subhanallah, kita patut berutang jasa kepada Sayyidah Fathimah yang memuliakan jenazah khusunya kaum perempuan. (Baca Juga: Kenapa Fathimah Tak Pernah Meriwayatkan Hadis? Ternyata Ini Sebabnya )

Sumber:
1. Sirah Nabawiyah
2. Hilyah Al-Aulia

Wallahu A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Kenapa Ilmuwan Lebih...
Kenapa Ilmuwan Lebih Pilih Menjelajahi Luar Angkasa Dibandingkan Lautan
Lukisan Rembrandt Lebih...
Lukisan Rembrandt Lebih Mematikan dari Mona Lisa, Ini Penyebabnya
Penampakan Gerhana Matahari...
Penampakan Gerhana Matahari Hibrida Dipantau Berbarengan dengan Hilal
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved