Sayyidah Fathimah, Perempuan Pemberani yang Dicintai Rasulullah SAW

loading...
Sayyidah Fathimah, Perempuan Pemberani yang Dicintai Rasulullah SAW
Kemuliaan akhlak Sayyidah Fathimah RA menjadikannya sebagai pemimpin perempuan umat Islam. Foto ilustrasi/dok Abna foto
Sayyidah Fathimah Az-Zahra radhiyallahu 'anhaadalahsatu dari empat perempuan pemuka surga. Putri kesayangan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) ini merupakan perempuan terhormat dan pemberani. Beliau lahir menjelang tahun ke-5 sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul.

Ibunya bernama Khadijah binti Khuwailid RA, juga salah satu dari perempuan pemuka surga. Allah Ta'ala memilih Sayyidina Ali bin Abi Thalib sebagai suaminya. Kemuliaan akhlak Sayyidah Fathimah menjadikannya sebagai teladan bagi kaum muslimah. Beliau pun dijuluki sebagai pemimpin perempuan umat Islam. (Baca Juga: Belajar Membuka Pintu Surga dari Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah )

Karena khidmatnya yang begitu besar kepada ayahnya, beliau diberi gelar "Ummu abiha" yang artinya ibu dari ayahnya. Fathimah lah yang menjaga ayahnya dari kekejaman orang-orang kafir Quraisy. Beliau adalah putri yang sangat dicintai Rasulullah SAW . Nabi SAW pernah bersabda: "Sungguh Fathimah bagian dariku. Barangsiapa ragu kepadanya, berarti dia ragu kepadaku. Barangsiapa yang menyakitinya, maka dia menyakitiku".

(Baca Juga: Miris, Uang Saku Prajurit TNI Hanya Berkisar Rp15.000 )

Fathimah sangat mirip dengan Rasulullah SAW . Sayyidah Aisyah RA berkata: "Aku tidak pernah melihat seorang pun yang perkataannya mirip dengan Rasulullah SAW selain Fathimah. Jika Fathimah mendatangi Rasulullah SAW , Rasulullah pun berdiri dan menciumnya serta menyambutnya sebagaimana yang dilakukan Fathimah ketika menyambut Nabi SAW ."

Putri terakhir Rasulullah SAW ini dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Ia mewarisi sifat-sifat mulia dari kedua orang tuanya. Beliau juga banyak berperan dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW .

Saat Fathimah berusia lima tahun, ayahnya diangkat menjadi Rasul. Meskipun hanya gadis belia, beliau sudah menyadari beban yang dipikul ayahnya, bahkan ia pun ikut merasakan penderitaannya.

Setelah ibunya wafat, Fathimah lah yang mendampingi dan menyiapkan segala kebutuhan ayahnya. Bahkan Fathimah juga yang menjaga ayahnya dari perbuatan zalim kafir Quraisy. (Baca Juga: Doa yang Diajarkan Nabi kepada Putri Tercinta Sayyidah Fathimah )

Dikisahkan, suatu hari, orang-orang kafir Quraisy berkumpul di sebuah tempat. Mereka berkata "Apabila Muhammad lewat maka pukullah ia, setiap satu orang harus memukulnya satu pukulan". Fathimah yang mendengar hal itu langsung bergegas mengabarkannya kepada ayahnya. Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai anakku, diamlah (jangan kau menangis)"

Di waktu lain, ketika Rasulullah SAW keluar dari rumahnya, seorang kafir Quraisy menghadangnya dan melemparnya dengan debu. Beliau kemudian masuk lagi ke rumahnya, dengan segera Fathimah membawakan baskom besar berisi air dan membersihkan wajah ayahnya dengan kedua tangannya sambil menangis. Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai anakku, janganlah menangis, karena sesungguhnya Allah Ta'ala adalah pelindung ayahmu".

Fathimah adalah sosok gadis pemberani. Beliau tak pernah takut menghadapi orang kafir yang menyakiti ayahnya. Abdullah bin Masud pernah bercerita: "Kami sedang bersama Rasulullah SAW di masjid saat beliau sedang salat. Ketika itu ada seekor domba yang disembelih dan tersisa isi perutnya. Abu Jahl kemudian berkata: "Adakah seseorang yang mau mengambil isi perut ini dan melemparkannya ke Muhammad ?" Uqbah bin Mu’ith pun menyanggupi tawaran tersebut.

Tepat saat Rasulullah SAW sujud, Uqbah bin Mu'ith melemparkan isi perut tersebut ke punggung Nabi SAW yang mulia. Mereka pun tertawa keras sedangkan orang-orang di sekitar Nabi SAW tak berani bertindak.

(Baca Juga: Menristek Tegaskan Indonesia Butuh 400 Juta Vaksin Corona )

Abdullah bin Masud berkata: "Kami takut untuk mengangkatnya dari punggung Nabi SAW sedangkan aku hanya berdiri melihatnya. Seandainya aku memiliki kekuatan, maka akan aku lempar isi perut tersebut dari punggung Rasulullah SAW . Rasulullah masih saja bersujud hingga akhirnya putri tercinta Fathimah datang dan membersihkan kotoran itu dari punggung Rasulullah.

Begitulah besarnya kecintaaan Fathimah kepada Rasulullah SAW . Apapun beliau lakukan untuk membela sang ayah. Setelah perang badai berkecamuk, Fathimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib , tepat saat umurnya remaja. Sayyidina Ali dan Fathimah hidup dalam kesederhanaan. Kasur mereka terbuat dari kulit domba, apabila mereka hendak tidur, maka mereka membalikkan bulunya, sedangkan bantalnya terbuat dari kulit yang diisi dengan rumput kering.

Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Hasan, Husain, Zainab dan Ummu Kultsum. Dari Fathimah lah garis keturunan Rasulullah SAW terjaga hingga saat ini.

(Baca Juga: Bertambah 3.075 Kasus Baru, Positif Covid-19 Menjadi 180.646 Orang )

Setelah Rasulullah SAW wafat, Sayyidah Fathimah jatuh sakit. beliau kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di usianya yang ke-27, pada malam Selasa, 13 Ramadhan 11 Hijriyah, tepat enam bulan setelah kepergian ayahnya. Malam itu, salah satu perempuan terbaik telah kembali kepada Rabbnya. Umat Islam berduka, bahkan langit pun ikut berkabung melepas kepergian putri kesayangan Rasulullah SAW .

Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baiknya perempuan penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Aisyah binti Muzahim (istri Fir’aun) dan Maryam binti Imran." (HR Ahmad)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, Rasulullah SAW mengabarkan pada Fathimah , bahwa ia adalah orang pertama dari keluarganya yang akan menyusulnya. Beliau berkata kepada Fathimah , "Tidakkah engkau ridha, menjadi penghulu wanita di surga?". Subhanallah, semoga ridha Allah senantiasa tercurah kepada sayyidah Fathimah dan keluargnya serta menempatkannya di tempat yang tertinggi. (Baca Juga: Penghulu Wanita di Surga, Sayyidah Fatimah Wafat di Bulan Ramadhan )

اللهمَّ صلِّ على سيِّدنا محمَّد وعلى آلِ سيِّدنا محمَّد
(rhs)
cover top ayah
اِذۡ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيۡسَى ابۡنَ مَرۡيَمَ اذۡكُرۡ نِعۡمَتِىۡ عَلَيۡكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ‌ ۘ اِذۡ اَيَّدْتُكَ بِرُوۡحِ الۡقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِىۡ الۡمَهۡدِ وَكَهۡلًا ‌ ۚوَاِذۡ عَلَّمۡتُكَ الۡـكِتٰبَ وَالۡحِكۡمَةَ وَالتَّوۡرٰٮةَ وَالۡاِنۡجِيۡلَ‌ ۚ وَاِذۡ تَخۡلُقُ مِنَ الطِّيۡنِ كَهَيْئَةِ الطَّيۡرِ بِاِذۡنِىۡ فَتَـنۡفُخُ فِيۡهَا فَتَكُوۡنُ طَيۡرًۢا بِاِذۡنِىۡ‌ وَ تُبۡرِئُ الۡاَكۡمَهَ وَالۡاَبۡرَصَ بِاِذۡنِىۡ‌ ۚ وَاِذۡ تُخۡرِجُ الۡمَوۡتٰى بِاِذۡنِىۡ‌ ۚ وَاِذۡ كَفَفۡتُ بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ عَنۡكَ اِذۡ جِئۡتَهُمۡ بِالۡبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡهُمۡ اِنۡ هٰذَاۤ اِلَّا سِحۡرٌ مُّبِيۡنٌ
Dan ingatlah ketika Allah berfirman, Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

(QS. Al-Maidah Ayat 110)
cover bottom ayah
preload video