Sayyidah Fathimah, Perempuan Pemberani yang Dicintai Rasulullah SAW
Rabu, 02 September 2020 - 17:38 WIB
loading...
Kemuliaan akhlak Sayyidah Fathimah RA menjadikannya sebagai pemimpin perempuan umat Islam. Foto ilustrasi/dok Abna foto
A
A
A
Sayyidah Fathimah Az-Zahra radhiyallahu 'anhaadalahsatu dari empat perempuan pemuka surga. Putri kesayangan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) ini merupakan perempuan terhormat dan pemberani. Beliau lahir menjelang tahun ke-5 sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul.
Ibunya bernama Khadijah binti Khuwailid RA, juga salah satu dari perempuan pemuka surga. Allah Ta'ala memilih Sayyidina Ali bin Abi Thalib sebagai suaminya. Kemuliaan akhlak Sayyidah Fathimah menjadikannya sebagai teladan bagi kaum muslimah. Beliau pun dijuluki sebagai pemimpin perempuan umat Islam. (Baca Juga: Belajar Membuka Pintu Surga dari Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah )
Karena khidmatnya yang begitu besar kepada ayahnya, beliau diberi gelar "Ummu abiha" yang artinya ibu dari ayahnya. Fathimah lah yang menjaga ayahnya dari kekejaman orang-orang kafir Quraisy. Beliau adalah putri yang sangat dicintai Rasulullah SAW . Nabi SAW pernah bersabda: "Sungguh Fathimah bagian dariku. Barangsiapa ragu kepadanya, berarti dia ragu kepadaku. Barangsiapa yang menyakitinya, maka dia menyakitiku".
(Baca Juga: Miris, Uang Saku Prajurit TNI Hanya Berkisar Rp15.000 )
Fathimah sangat mirip dengan Rasulullah SAW . Sayyidah Aisyah RA berkata: "Aku tidak pernah melihat seorang pun yang perkataannya mirip dengan Rasulullah SAW selain Fathimah. Jika Fathimah mendatangi Rasulullah SAW , Rasulullah pun berdiri dan menciumnya serta menyambutnya sebagaimana yang dilakukan Fathimah ketika menyambut Nabi SAW ."
Putri terakhir Rasulullah SAW ini dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Ia mewarisi sifat-sifat mulia dari kedua orang tuanya. Beliau juga banyak berperan dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW .
Saat Fathimah berusia lima tahun, ayahnya diangkat menjadi Rasul. Meskipun hanya gadis belia, beliau sudah menyadari beban yang dipikul ayahnya, bahkan ia pun ikut merasakan penderitaannya.
Setelah ibunya wafat, Fathimah lah yang mendampingi dan menyiapkan segala kebutuhan ayahnya. Bahkan Fathimah juga yang menjaga ayahnya dari perbuatan zalim kafir Quraisy. (Baca Juga: Doa yang Diajarkan Nabi kepada Putri Tercinta Sayyidah Fathimah )
Dikisahkan, suatu hari, orang-orang kafir Quraisy berkumpul di sebuah tempat. Mereka berkata "Apabila Muhammad lewat maka pukullah ia, setiap satu orang harus memukulnya satu pukulan". Fathimah yang mendengar hal itu langsung bergegas mengabarkannya kepada ayahnya. Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai anakku, diamlah (jangan kau menangis)"
Di waktu lain, ketika Rasulullah SAW keluar dari rumahnya, seorang kafir Quraisy menghadangnya dan melemparnya dengan debu. Beliau kemudian masuk lagi ke rumahnya, dengan segera Fathimah membawakan baskom besar berisi air dan membersihkan wajah ayahnya dengan kedua tangannya sambil menangis. Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai anakku, janganlah menangis, karena sesungguhnya Allah Ta'ala adalah pelindung ayahmu".
Fathimah adalah sosok gadis pemberani. Beliau tak pernah takut menghadapi orang kafir yang menyakiti ayahnya. Abdullah bin Masud pernah bercerita: "Kami sedang bersama Rasulullah SAW di masjid saat beliau sedang salat. Ketika itu ada seekor domba yang disembelih dan tersisa isi perutnya. Abu Jahl kemudian berkata: "Adakah seseorang yang mau mengambil isi perut ini dan melemparkannya ke Muhammad ?" Uqbah bin Mu’ith pun menyanggupi tawaran tersebut.
Tepat saat Rasulullah SAW sujud, Uqbah bin Mu'ith melemparkan isi perut tersebut ke punggung Nabi SAW yang mulia. Mereka pun tertawa keras sedangkan orang-orang di sekitar Nabi SAW tak berani bertindak.
(Baca Juga: Menristek Tegaskan Indonesia Butuh 400 Juta Vaksin Corona )
Ibunya bernama Khadijah binti Khuwailid RA, juga salah satu dari perempuan pemuka surga. Allah Ta'ala memilih Sayyidina Ali bin Abi Thalib sebagai suaminya. Kemuliaan akhlak Sayyidah Fathimah menjadikannya sebagai teladan bagi kaum muslimah. Beliau pun dijuluki sebagai pemimpin perempuan umat Islam. (Baca Juga: Belajar Membuka Pintu Surga dari Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah )
Karena khidmatnya yang begitu besar kepada ayahnya, beliau diberi gelar "Ummu abiha" yang artinya ibu dari ayahnya. Fathimah lah yang menjaga ayahnya dari kekejaman orang-orang kafir Quraisy. Beliau adalah putri yang sangat dicintai Rasulullah SAW . Nabi SAW pernah bersabda: "Sungguh Fathimah bagian dariku. Barangsiapa ragu kepadanya, berarti dia ragu kepadaku. Barangsiapa yang menyakitinya, maka dia menyakitiku".
(Baca Juga: Miris, Uang Saku Prajurit TNI Hanya Berkisar Rp15.000 )
Fathimah sangat mirip dengan Rasulullah SAW . Sayyidah Aisyah RA berkata: "Aku tidak pernah melihat seorang pun yang perkataannya mirip dengan Rasulullah SAW selain Fathimah. Jika Fathimah mendatangi Rasulullah SAW , Rasulullah pun berdiri dan menciumnya serta menyambutnya sebagaimana yang dilakukan Fathimah ketika menyambut Nabi SAW ."
Putri terakhir Rasulullah SAW ini dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Ia mewarisi sifat-sifat mulia dari kedua orang tuanya. Beliau juga banyak berperan dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW .
Saat Fathimah berusia lima tahun, ayahnya diangkat menjadi Rasul. Meskipun hanya gadis belia, beliau sudah menyadari beban yang dipikul ayahnya, bahkan ia pun ikut merasakan penderitaannya.
Setelah ibunya wafat, Fathimah lah yang mendampingi dan menyiapkan segala kebutuhan ayahnya. Bahkan Fathimah juga yang menjaga ayahnya dari perbuatan zalim kafir Quraisy. (Baca Juga: Doa yang Diajarkan Nabi kepada Putri Tercinta Sayyidah Fathimah )
Dikisahkan, suatu hari, orang-orang kafir Quraisy berkumpul di sebuah tempat. Mereka berkata "Apabila Muhammad lewat maka pukullah ia, setiap satu orang harus memukulnya satu pukulan". Fathimah yang mendengar hal itu langsung bergegas mengabarkannya kepada ayahnya. Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai anakku, diamlah (jangan kau menangis)"
Di waktu lain, ketika Rasulullah SAW keluar dari rumahnya, seorang kafir Quraisy menghadangnya dan melemparnya dengan debu. Beliau kemudian masuk lagi ke rumahnya, dengan segera Fathimah membawakan baskom besar berisi air dan membersihkan wajah ayahnya dengan kedua tangannya sambil menangis. Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai anakku, janganlah menangis, karena sesungguhnya Allah Ta'ala adalah pelindung ayahmu".
Fathimah adalah sosok gadis pemberani. Beliau tak pernah takut menghadapi orang kafir yang menyakiti ayahnya. Abdullah bin Masud pernah bercerita: "Kami sedang bersama Rasulullah SAW di masjid saat beliau sedang salat. Ketika itu ada seekor domba yang disembelih dan tersisa isi perutnya. Abu Jahl kemudian berkata: "Adakah seseorang yang mau mengambil isi perut ini dan melemparkannya ke Muhammad ?" Uqbah bin Mu’ith pun menyanggupi tawaran tersebut.
Tepat saat Rasulullah SAW sujud, Uqbah bin Mu'ith melemparkan isi perut tersebut ke punggung Nabi SAW yang mulia. Mereka pun tertawa keras sedangkan orang-orang di sekitar Nabi SAW tak berani bertindak.
(Baca Juga: Menristek Tegaskan Indonesia Butuh 400 Juta Vaksin Corona )
Lihat Juga :