Kisah Kejujuran Ka'ab Bin Malik yang Mengagumkan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Ka'ab bin Malik juga berkata, "Maka demi Allah, Allah tidak pernah memberikan nikmat kepadaku selamanya, setelah memberikan petunjuk Islam kepadaku, yang lebih besar dalam diriku daripada kejujuranku kepada Rasulullah, bahwa aku tidak berbohong kepadanya, lalu (kalau aku berbohong) aku menjadi binasa sebagaimana binasanya orang-orang yang berdusta..."
Ayat yang turun kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai penerimaan Allah terhadap pertaubatan sahabat Ka'ab bin Malik ini adalah firman Allah berikut ini:
"Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.
Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah terasa sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (OS. At Taubah (9): 117-118)
Ketiga orang yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Mararah bin Rabi. Mereka adalah tiga sahabat Rasulullah yang disalahkan karena tidak ikut berperang dalam Perang Tabuk.
Demikian kisah Ka'ab yang sangat indah untuk diteladani di tengah masyarakat. Pada umumnya manusia enggan mengakui kesalahan dan tidak mau bertaubat atas kesalahannya. Keengganan ini biasanya disebabkan rasa gengsi, atau hatinya buta akan kebenaran.
Tindakan berkelit dari kesalahan, merangkai dusta demi dusta dan menyulam kebohongan bisa saja dilakukan Ka'ab untuk menyelamatkan mukanya. Namun, beliau memilih bersikap jujur dan terbuka kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Berkat kejujurannya itu, Allah pun menerima taubatnya. Semoga kita tergolong orang-orang yang mengamalkan kejujuran. Aamiin!
(Baca Juga: Kisah Al-Ala' Bin Hadhrami yang Doanya Dikabulkan Allah )
Ayat yang turun kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai penerimaan Allah terhadap pertaubatan sahabat Ka'ab bin Malik ini adalah firman Allah berikut ini:
"Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.
Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah terasa sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (OS. At Taubah (9): 117-118)
Ketiga orang yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Mararah bin Rabi. Mereka adalah tiga sahabat Rasulullah yang disalahkan karena tidak ikut berperang dalam Perang Tabuk.
Demikian kisah Ka'ab yang sangat indah untuk diteladani di tengah masyarakat. Pada umumnya manusia enggan mengakui kesalahan dan tidak mau bertaubat atas kesalahannya. Keengganan ini biasanya disebabkan rasa gengsi, atau hatinya buta akan kebenaran.
Tindakan berkelit dari kesalahan, merangkai dusta demi dusta dan menyulam kebohongan bisa saja dilakukan Ka'ab untuk menyelamatkan mukanya. Namun, beliau memilih bersikap jujur dan terbuka kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Berkat kejujurannya itu, Allah pun menerima taubatnya. Semoga kita tergolong orang-orang yang mengamalkan kejujuran. Aamiin!
(Baca Juga: Kisah Al-Ala' Bin Hadhrami yang Doanya Dikabulkan Allah )
(rhs)
Lihat Juga :