Berkah Maulid Nabi (6)

Memandang Rasulullah Sebagai Manusia Biasa, Itu Pandangan Jahiliyah

loading...
Memandang Rasulullah Sebagai Manusia Biasa, Itu Pandangan Jahiliyah
Secara lahiriyah memang manusia biasa, namun Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam memiliki keistimewaan yang tak dimiliki manusia mana pun di dunia. Foto/dok SINDOnews
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an

Ulama besar Makkah, As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam Kitab "Mafahim an Tusahhah" menyatakan:

فَهُمْ بَشَرٌ مِنْ جِنْسِ الْبَشَرِ وَلَكِنّهُمْ مُتَمَيِّزُونَ عَنْهُمْ بِمَا لاَ يلحقهم به احد. ومن هنا كانت ملاحظة البشرية العادية المجردة فيهم دون غيرها هي نظرة جاهلية شركية. وفي القران شواهد كثيرة على ذلك

"Mereka para Nabi adalah manusia artinya dari jenis manusia (bukan Malaikat bukan Tuhan). Akan tetapi berbeda dengan manusia, sebab keistimewaan yang tak seorang manusia pun menyerupai." (Baca Juga: Nabi Muhammad Bukan Manusia Biasa! Beliau Penghulu Alam Semesta)



Oleh karenanya, memandang para Nabi sebagai manusia biasa dengan mengesampingkan sisi kekhususannya adalah pandangan jahiliyah musyrik. Ada banyak bukti dalam Al-Qur'an:

1. Kaum Nabi Nuh merendahkan Nabi Nuh dengan menyebutnya sebagai "manusia biasa" (Surah Hud: 27):

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ. هود : ٢٧



2. Kaum Nabi Musa dan Nabi Harun (Surah Al-Mu'minun: 47):
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوۡبَنَا بَعۡدَ اِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةً ‌ ۚ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡوَهَّابُ
(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

(QS. Ali 'Imran:8)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video