Detik-detik Lahirnya Nabi Muhammad, Cahaya Memancar Antara Timur dan Barat
Selasa, 27 Oktober 2020 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Ada banyak referensi yang menguatkan bahwa kelahiran Nabi صلى الله عليه وسلم jelas terang benderang disinari oleh cahaya Nur yang tak bisa dinafikan, hingga dilihat oleh seorang Yahudi di kota Makkah. dalam Kitab Nurul Abshar fi Manaqib An-Nabiyyil Mukhtar karya Syeikh Mu'min as-Syablanji Ulama Sunni Abad ke-13 H pada Halaman 27: Di sana diriwayatkan ada seorang Yahudi di Kota Makkah yang menanyakan tentang peristiwa kelahiran Nabi Muhammad dari indikasi cahaya terang benderang yang ia lihat di malam itu.
Dalil lain yang menguatkan ada pada kitab 'Uyunul Atsar' karya Al-Hafidz Muhammad al-Ya'mari halaman 81 dari pengakuan Fathimah binti Abdillah yang menyaksikan cahaya terang benderang itu pada malam itu dengan ucapannya:
فما شيئ أنظر إليه من البيت إلا نور
"Aku tidak melihat dari rumahku, melainkan cahaya yang terang benderang."
Selain itu, dalam Kitab Al-Khasaish Al-Kubro karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi halaman 83 meriwayatkan hal sama dari ucapan Sayyidah Aminah, ibunda Rasulullah yang menyatakan kebenaran adanya cahaya terang benderang itu dengan ungkapan:
ورأيت نوا ساطعا من رأسه حتى بلغ السماء
"Aku menyaksikan cahaya memancar dari kepala bayiku Muhammad hingga menembus langit." (Baca Juga: Siksaan Abu Lahab Diringankan Karena Gembira dengan Kelahiran Nabi Muhammad )
Wajah Rasulullah Seperti Bulan yang Bersinar
Dalam bait-bait shalawat, kita sering mendengar ungkapan berikut:
"Anta syamsun anta badrun, Anta nurun fauqan nuri, Anta iksiru wa ghali, Anta misbahush shuduri". Artinya engkaulah matahari engkaulah rembulan, engkaulah cahaya di atas cahaya, engkaulah kesturi, engkaulah wewangian, Engkaulah cahaya hatiku.
Dari bait-bait tersebut, wajah Rasulullah صلى الله عليه وسلم seperti bulan yang bersinar. Mungkin ada orang yang berkata bahwa itu hanya metafora, kiasan, sebagaimana orang jatuh cinta yang sedang memuja-muja orang yang dicintainya. Jadi ada orang yang menganggap cahaya wajah Rasulullah itu hanya sebagai kiasan.
Menurut mereka, itu bukan makna yang sebenarnya, seperti kita sering mendengar ungkapan orang yang wajahnya berseri-seri hanya seolah-olah bersinar. Sungguh penilaian itu sangat keliru. Wajah Rasulullah صلى الله عليه وسلم benar-benar bercahaya dalam arti yang sebenarnya, bukan hanya kiasan.
Dalil lain yang menguatkan ada pada kitab 'Uyunul Atsar' karya Al-Hafidz Muhammad al-Ya'mari halaman 81 dari pengakuan Fathimah binti Abdillah yang menyaksikan cahaya terang benderang itu pada malam itu dengan ucapannya:
فما شيئ أنظر إليه من البيت إلا نور
"Aku tidak melihat dari rumahku, melainkan cahaya yang terang benderang."
Selain itu, dalam Kitab Al-Khasaish Al-Kubro karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi halaman 83 meriwayatkan hal sama dari ucapan Sayyidah Aminah, ibunda Rasulullah yang menyatakan kebenaran adanya cahaya terang benderang itu dengan ungkapan:
ورأيت نوا ساطعا من رأسه حتى بلغ السماء
"Aku menyaksikan cahaya memancar dari kepala bayiku Muhammad hingga menembus langit." (Baca Juga: Siksaan Abu Lahab Diringankan Karena Gembira dengan Kelahiran Nabi Muhammad )
Wajah Rasulullah Seperti Bulan yang Bersinar
Dalam bait-bait shalawat, kita sering mendengar ungkapan berikut:
"Anta syamsun anta badrun, Anta nurun fauqan nuri, Anta iksiru wa ghali, Anta misbahush shuduri". Artinya engkaulah matahari engkaulah rembulan, engkaulah cahaya di atas cahaya, engkaulah kesturi, engkaulah wewangian, Engkaulah cahaya hatiku.
Dari bait-bait tersebut, wajah Rasulullah صلى الله عليه وسلم seperti bulan yang bersinar. Mungkin ada orang yang berkata bahwa itu hanya metafora, kiasan, sebagaimana orang jatuh cinta yang sedang memuja-muja orang yang dicintainya. Jadi ada orang yang menganggap cahaya wajah Rasulullah itu hanya sebagai kiasan.
Menurut mereka, itu bukan makna yang sebenarnya, seperti kita sering mendengar ungkapan orang yang wajahnya berseri-seri hanya seolah-olah bersinar. Sungguh penilaian itu sangat keliru. Wajah Rasulullah صلى الله عليه وسلم benar-benar bercahaya dalam arti yang sebenarnya, bukan hanya kiasan.
Lihat Juga :