Cara Mencintai dan Meneladani Nabi Muhammad SAW (1)

loading...
Cara Mencintai dan Meneladani Nabi Muhammad SAW (1)
Salah satu cara agar dapat mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah membaca Sirahnya dan mempelajari kisahnya. Foto/dok SINDOnews
Dalam satu Hadis populer, seorang Arab Badui bertanya kepada Rasulullahصلى الله عليه وسلم tentang hari Kiamat. Lalu Nabi menimpali pertanyaan orang Badui itu, "Apa yang engkau persiapkan untuk hari Kiamat?"

Orang Badui itu menjawab: "Aku tidak menyiapkan untuk hari Kiamat dengan banyaknya salat dan puasa, kecuali aku mencintai Allah dan Rasul-Nya. Mendengar jawaban Badui itu, Rasulullah tidak marah dan justru membenarkan dengan ucapan: "Al-Mar'u Ma'a Man Ahabba (seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya)". (Baca Juga: Detik-detik Lahirnya Nabi Muhammad, Cahaya Memancar Antara Timur dan Barat)

Apa sebenarnya cinta itu? Cinta tak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena ia lahir dari hati yang suci. Begitulah para sahabat memperlihatkan hakikat cinta sejati kepada baginda Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Selain memperbanyak shalawat, para Sahabat rela mengorbankan jiwa dan hartanya demi mahabbah (kecintaan) kepada Nabi صلى الله عليه وسلم.

Bagi kita selaku umat di akhir zaman ini, bagaimana cara mencintai Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم? Berikut beberapa cara disampaikan Ustaz Muchlis Al-Mughni (Dai lulusan Al-Azhar Mesir) dalam tausiyah "Edisi Cinta Rasul". (Baca Juga: Arti Cinta Bagi Para Sahabat Nabi, Yuk Ambil Hikmahnya!)



1. Hendaknya Rasulullah Lebih Dicintai Daripada Dirinya, Keluarganya Bahkan Semua Manusia.
Sayyidina Umar Bin Khaththab pun mengungkapkan rasa cintanya kepada Rasulullah dengan berkata, "Aku mencintai Anda melebihi segalanya kecuali kepada diriku". Rasulullah pun berkara, "Tidak wahai Umar, sampai engkau mencintaiku melebihi cintamu atas dirimu sendiri."

Sayyidina Umar pun pamit untuk merenungkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم tersebut. Apa mungkin seseorang bisa mencintai Rasulullah melebihi atas dirinya sendiri. Umar pun mengandaikan saat dia di Akhirat dan butuh pertolongan, adakah istri, anak, dan saudara yang dicintainya di dunia bisa menolongnya nanti di sana?

Setelah meyakini tidak ada yang bisa membantunya kelak kecuali Rasulullah yang mulia, barulah hati Umar mantap. Sehingga wajar jika cintanya harus sepenuh hati dan di atas segalanya untuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم.



2. Hendaknya Membaca Sejarah Hidup Rasulullah.
Tak kenal maka tak sayang begitulah kata pepatah. Mustahil kita dapat mencintai dan menyayangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم jika kita tidak mengenalnya dengan baik.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَمَنۡ يَّقۡتُلۡ مُؤۡمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيۡهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيۡمًا
Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.

(QS. An-Nisa:93)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video