Lagi, 100.000 Pasukan Persia Tewas di Jalula, Sisanya Terdesak Lari ke Iran

Senin, 02 November 2020 - 10:40 WIB
loading...
Lagi, 100.000 Pasukan...
Ilustrasi/Ist
A A A
PASUKAN Persia yang lari dalam kekalahan sudah sampai di Jalula --sekitar 40 mil utara Mada'in . Sebuah daerah kecil di perbatasan Irak dan Iran , sekitar 185 km sebelah tenggara Baghdad sekarang. Daerah ini adalah basis pertahanan terakhir Kerajaan Sasan dalam menghadapi kaum muslimin. (Baca juga: Raja Persia Melarikan Diri, Sa'ad bin Abi Waqqash Duduki Istana )

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul " Umar bin Khattab " memaparkan di sana mereka melihat persimpangan jalan ke berbagai jurusan di Iran. Mereka berkata satu sama lain: "Kalau kalian berpencar, tidak akan dapat berkumpul lagi. Tempat ini dapat menceraiberaikan kita. Mari kita berkumpul untuk memerangi pasukan Arab itu. Kalau kita yang menang, itulah yang kita harapkan; kalau kebalikannya, kita sudah menjalankan tugas kita dan tanggung jawab kita."

Sementara itu, dalam perjalanannya ke Hulwan, eks Kaisar Persia Yazdigird sudah mengadakan pertemuan dengan stafnya, pembantu-pembantu dan pasukannya dari berbagai daerah. Ia menunjuk Mehran (Mahran ar-Razi) memimpin mereka ke Jalula. Dia sendiri tinggal di tempat yang baru itu sambil mengirimkan bala bantuan berupa pasukan dan bahan makanan kepada mereka. (Baca juga: Kemenangan Muslim, Berakhirnya Kekaisaran Kisra dan Rampasan Perang yang Tak Ternilai )

Mereka kemudian bertemu dengan sisa-sisa tentara yang dulu di Mada'in. Di Jalula, mereka menggali sebuah parit besar di sekitar kota itu lalu dipasang kawat berduri di sekelilingnya. Mereka menyiapkan sejumlah pasukan, perlengkapan dan alat-alat pengepungan. Selanjutnya mereka saling berikrar dan berjanji tidak akan lari. Pasukan Muslimin akan mereka usir sampai habis tuntas dari Persia.

Berita-berita ini sampai kepada Pimpinan Pasukan Muslim Sa’ad bin Abi Waqqash yang berada di Istana Kisra . Berita ini pun disampaikan kepada Khalifah Umar bin Khattab di Madinah .

Dalam balasannya Umar menulis kepada Sa’ad agar ia mengirim Hasyim bin Utbah ke Jalula dengan 12.000 anggota pasukan. Qa'qa' bin Amr supaya ditempatkan di barisan depan, dan menunjuk lagi yang akan menempati masing-masing sayap kanan dan sayap kiri serta pengawal barisan belakang masing-masing menurut namanya. (Baca juga: Kemenangan Muslim, Berakhirnya Kekaisaran Kisra dan Rampasan Perang yang Tak Ternilai )

Anggota pasukan itu sudah banyak berkumpul dan sudah beristirahat. Semangat mereka memang sudah menyala dan sudah siap tempur, sesudah mereka beristirahat satu bulan menikmati segala karunia Allah berupa hasil rampasan perang yang melimpah banyaknya, yang tak pernah mereka alami sebelumnya.

Kemenangan di Jalula
Tatkala sampai di Jalula, Hasyim melihat pihak Persia sudah memperkuat diri di sana dan akan mempertahankannya mati-matian. Hasyim mulai mengadakan pengepungan. Tetapi bukan pengepungan itu saja yang akan memaksa mereka menyerah.

Bala bantuan buat mereka terus-menerus datang dari Hulwan, demikian juga bala bantuan buat pasukan Muslimin datang terus-menerus dari Mada'in. Itu sebabnya proses pengepungan berjalan sampai delapan puluh hari.

Sementara itu pasukan Persia sudah keluar dari kubu pertahanannya untuk menghadapi pihak Muslimin, tetapi mereka dapat dipukul mundur kembali ke bentengnya. (Baca juga: Mukzijat Musa di Sungai Tigris untuk Pasukan Muslim, Kaisar Persia Lari Terbirit-birit )

Pihak Persia yakin kalau mereka bertahan semangat dan kekuatan mereka akan hilang. Jumlah kekuatan mereka yang dua kali jumlah pihak Muslimin tak akan ada gunanya.

Suatu hari pagi-pagi sekali Mehran, komandan Persia, memerintahkan penyerangan besar-besaran terhadap pasukan Muslimin. Ibn Kasir mengatakan: "Mereka terlibat dalam suatu pertempuran sengit yang tak pernah terjadi seperti itu sebelumnya, sehingga barisan pemanah kedua pihak habis binasa, tombak mereka masing-masing pun patah berjatuhan. Mereka menggunakan pedang dan tabbarzin.

Waktu tiba saat zuhur, pasukan Muslimin melakukan salat dengan isyarat. Satuan-satuan Majusi (Persia) terus berdatangan silih berganti. Ketika itu Qa'qa' bin Amr bertanya kepada anggota-anggota pasukannya: "Kaum Muslimin! Takutkah kalian apa yang kalian lihat ini?"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Raja Yazdigird Terasing...
Raja Yazdigird Terasing : Runtuhnya Kekuasaan Persia di Tangan Khalifah Utsman bin Affan
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Kisah Putri Buran, Ratu...
Kisah Putri Buran, Ratu Persia yang Menjadi Ratunya Para Ratu di Zaman Nabi SAW
Mengenal Asal-usul Bangsa...
Mengenal Asal-usul Bangsa Iran, Kerajaan Persia yang Ditumbangkan Ayatollah Khameini
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Keberadaan...
Ilmuwan Ungkap Keberadaan Hujan Berlian di Neptunus dan Uranus
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Penemuan Struktur Raksasa...
Penemuan Struktur Raksasa Misterius di Segitiga Bermuda Jadi Teka-teki Terbaru
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Infografis
Ilmuwan China Lari ke...
Ilmuwan China Lari ke AS: Covid-19 Dibuat di Lab Militer China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved