Penaklukan Persia (24)

Mukzijat Musa di Sungai Tigris untuk Pasukan Muslim, Kaisar Persia Lari Terbirit-birit

loading...
Mukzijat Musa di Sungai Tigris untuk Pasukan Muslim, Kaisar Persia Lari Terbirit-birit
Ilustrasi/Ist
MELIHAT pasukan yang sudah begitu kuat di selat Mada'in, Sa’ad bin Abi Waqqas memerintahkan semua anggota pasukan berkudanya yang ribuan jumlahnya itu serentak menyerbu masuk ke sungai yang sedang bergejolak. (Baca juga: Hadapi Muslim, Pasukan Persia Anggap Berperang dengan Jin)Sungai yang saat itu sudah penuh kuda tak tampak lagi airnya. Selanjutnya Asim memerintahkan para nelayan perahu dan awak kapal orang-orang Persia bertolak ke seberang Bahrasir untuk mengangkut pasukan Muslimin yang tidak menyeberang dengan kuda.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menyebutkan ketika Sa’ad dengan angkatan bersenjatanya menyeberang, penghuni Mada'in sudah lari semua. Yang masih tinggal hanya mereka yang bertahan di Istana Putih. Tetapi mereka tidak mengadakan perlawanan. Bahkan setuju mereka membayar jizyah. Pintu Istana pun dibuka untuk pasukan Muslimin. (Baca juga: Pasukan Muslim Kepung Kota Bahrasir, Ajakan Damai Raja Persia Ditolak)

Inilah salah satu mukjizat perang, yang hampir tak masuk akal. Dalam kitab al-Bidayah wan-Nihayah Ibn Kasir selesai melukiskan secara terinci menyebutkan: "Itulah peristiwa besar dan hal yang amat penting, yang amat mulia dan yang luar biasa, suatu mukjizat Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam yang diciptakan Allah untuk sahabat-sahabatnya, suatu hal yang tak pernah terjadi di negeri itu atau di mana pun di dunia ini.

Ungkapan sejarawan Islam ini melukiskan perasaannya dan perasaan kita ketika di depan kita tergambar segala tindakan yang sungguh cemerlang serta keberanian yang tak ada taranya. Untuk melukiskan semua perbuatan itu, adakah kata yang lebih tepat daripada mukjizat?



Mukjizat yang bagaimana lagi ketika regu di bawah pimpinan Asim itu terjun ke Sungai, dan regu yang sebuah lagi di bawah pimpinan Qa'qa' juga terjun ke Sungai, dan keduanya tidak takut akan ditelan ombak atau akan diserang dengan panah oleh pasukan Persia dari seberang pantai?!

Tetapi kepercayaan kepada kemenangan itulah yang telah mengangkat jiwanya ke mana pun akan dibawa, dan maut di depan matanya tak lebih dari kata-kata yang artinya sama: demi tujuan yang ingin dicapai. (Baca juga: Pasukan Muslim Merangsek ke Ibu Kota, Sejumlah Komandan Kompi Persia Tewas)

Pasukan Muslimin sudah tidak sabar lagi melihat Mada'in. Mereka ingin menerobosnya dan membebaskannya berapa pun harga yang harus dibayar, dengan darah dan dengan nyawa mereka sekalipun.



Itu sebabnya, tatkala melihat mereka, pasukan Persia itu berkata: Kita tidak berperang dengan manusia tetapi dengan jin. Setelah itu mereka tak tahu lagi bagaimana cara menghadapi jin, yang datang kepada mereka muncul dari sela-sela ombak, dan seolah suatu kekuatan gaib telah mengguncang bumi dan gunung. Bukankah gunung-gunung berapi dan halilintar merupakan suatu kekuatan gaib juga.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اِنَّ هٰذِهٖ تَذۡكِرَةٌ ‌ۚ فَمَنۡ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيۡلًا
Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju kepada Tuhannya.

(QS. Al-Insan:29)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video