Kisah Nabi Shaleh AS

Unta Nabi Shaleh: Badannya Terbuat dari Emas dan Kakinya dari Perak

loading...
Unta Nabi Shaleh: Badannya Terbuat dari Emas dan Kakinya dari Perak
Peristiwa penyembelihan unta itu terjadi pada hari Rabu tanggal delapan dari bulan Shafar. Ilustrasi/Ist
Kisah berikut dinukil dari karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”.

Nabi Shaleh Alaihis Salam (AS) diutus pada kaum Tsamūd. Beliau dikaruniai mukjizat berupa unta betina yang keluar dari batu sebagai bekal dalam berdakwah. Dalam daftar 25 nabi , Nabi Shaleh berada di urutan kelima, setelah Nabi Hud dan sebelum Nabi Ibrahim . (Baca juga: Kisah Nabi Shaleh dan Hancurnya Kaum Tasmud )

Allah SWT berfirman: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS al-A’raaf:73).

Dia adalah Shaleh bin Kanuk yang diutus oleh Allah kepada kabilah Tsamud. As-Sadi mengatakan, Tsamud adalah nama sebuah sumur yang ada di daerah perbatasan antara Hijaz dan Syam. Ibn Ishaq mengatakan, setelah Allah membinasakan kaum ‘Ad dengan angin, kaum Tsamud memakmurkan negeri mereka. Mereka menjadikan gunung sebagai rumah yang dilubangi dengan dipahat. Di rumah itu mereka membuat pintu yang terbuat dari kayu yang dilapisi besi. Allah telah melapangkan kaum Tsamud dengan banyaknya harta.



Allah berfirman: “Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (QS al-A’raaf:74).

Setelah mereka mendapatkan tempat di bumi, mereka berlaku sewenang-wenang, melanggar perintah Allah dan menyembah berhala. Maka, Allah mengutus Shaleh AS kepada mereka.

Al-‘Azizi mengatakan, Kanuk, bapaknya Shaleh AS, adalah orang yang mengurusi berhala. Pada suatu hari, dia melakukan sujud kepada berhala yang besar. Ketika dia sujud, berhala yang dia sujudi menundukkan kepalanya. Kanuk merasa kaget akan kejadian itu. Lalu Allah menjadikan berhala itu bisa berbicara dan berkata kepada Kanuk, “Hai Kanuk, sesungguhnya engkau mempunyai keturunan yang akan menjadi nabi yang diutus kepada kabilah Tsamud.”

Tatkala mendengar hal itu, Kanuk lari terbirit-birit. Ketika malam tiba, Allah mengutus seorang malaikat kepadanya dalam rupa seekor burung. Burung tersebut kemudian membawa Kanuk ke sebuah lembah yang memiliki banyak pepohonan dan airnya. Setelah bangun pagi, Kanuk berjalan-jalan di lembah tersebut. Dia melihat sebuah gunung yang tinggi; di sana terdapat sebuah gua. Kemudian dia pergi ke gunung itu; lalu dia masuk ke dalam gua itu. Setelah berada di dalam gua tersebut, Allah membuatnya tertidur sekitar 100 tahun.

Raja kabilah tersebut mencari-carinya setiap hari, tetapi tetap tidak menemukannya. Akhirnya, untuk mengurusi berhala, raja mengangkat pelayan lain. Atas kepergian Kanuk ini, isterinya menangis siang dan malam. Ketika isteri Kanuk sedang menangis, tiba-tiba datang seekor burung gagak yang bergaok-gaok di atas pintu. Isteri Kanuk menghampirinya dan berkata kepada burung tersebut, “Hai burung, betapa indah suaramu.”
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَيۡسَتِ التَّوۡبَةُ لِلَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السَّيِّاٰتِ‌ ۚ حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الۡمَوۡتُ قَالَ اِنِّىۡ تُبۡتُ الۡـــٰٔنَ وَلَا الَّذِيۡنَ يَمُوۡتُوۡنَ وَهُمۡ كُفَّارٌ ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ اَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا اَ لِيۡمًا
Dan tobat itu tidaklah diterima Allah dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Dan tidak pula diterima tobat dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.

(QS. An-Nisa:18)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!