Kisah Anak Kecil yang Merindukan Rasulullah SAW
Selasa, 10 November 2020 - 11:05 WIB
loading...
Kisah anak kecil yang merindukan Rasulullah membuat Syaikh Abdurrahman Ad-Dibai (pengarang Kitab Maulid Ad-Dibai) menangis. Foto Hanya Ilustrasi/Ist
A
A
A
Kisah seorang anak kecil yang amat merindukan Baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم terjadi di zaman Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i (pengarang Kitab Maulid Ad-Diba'i). Kisah ini sangat mengharukan sampai membuat Syaikh Ad-Diba'i menangis.
Syaikh Ad-Diba'i adalah seorang ulama besar bernama lengkap Imam Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Al-Syaibani Al-Yamani Al-Zubaidi As-Syafi'i. Beliau lahir pada bulan Muharram tahun 866 H dan wafat pada Hari Jumat tanggal 12 Rajab Tahun 944 Hijriyah. (Usia beliau kurang lebih 76 tahun). (Baca Juga: Bagaimana Cara Mencintai Rasulullah SAW? )
Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang jujur, lemah lembut dan indah tutur katanya. Dikisahkan, Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i sedang berkumpul dengan orang-orang di Kota Zabid (ujung kota Yaman) untuk berziarah ke makam Baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di Kota Madinah.
Jarak perjalanannya membutuhkan waktu selama 2 minggu. Ketika rombongan hendak bergerak ke Kota Madinah tiba-tiba seorang anak kecil berusia 8 tahun datang dan menyapa Syaikh Ad-Diba'i. "Wahai syaikh, aku ikut ziarah ke makam Nabi ." Permintaan anak kecil itu tidak diizinkan oleh syaikh, karena khawatir membuat susah rombongan.
Lalu Syaikh Ad-Diba'i bertanya kepada anak kecil itu, "Kenapa kau sangat ingin ikut." Lalu anak itu berkata, "Wahai syaikh percayalah aku sangat rindu kepada Rasulullah ". Namun dijawabnya, ''Sudahlah kau tetap tak boleh ikut.'' Maka berjalanlah rombongan tadi.
Setibanya di Kota Madinah tepatnya di depan makam Rasulullah , Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i terkejut melihat anak kecil itu ada di hadapannya. ''Wahai anak kecil, dari mana kau datang. Bagaimana kau bisa ikut?''
''Ketika kalian berangkat, aku masuk dalam kotak (peti) ikut bersama rombongan ziarah ke makam Nabi Muhammad ," kata anak itu. (Baca Juga: Habib Ahmad: Orang Berakal Pasti Jatuh Cinta pada Nabi Muhammad )
Syaikh Ad-Diba'i berkata: "Aku tidak heran kalau kau masuk peti, tapi selama dua minggu kau makan dan minum dari mana, tidak makan dan tidak minum.''
''Wahai Syaikh sungguh aku dilupakan dari makan dan minum karena sangat rindu kepada Nabi صلى الله عليه وسلم''. Anak kecil tadi pun bertanya: ''Wahai syaikh apakah benar tanah ini pernah dipijak Rasulullah ?''
Kata Syaikh Ad-Diba'i "Iya". Kemudian anak itu mengambil tanah itu lalu diciumnya tanah tersebut. Anak kecil itu tiba-tiba roboh seakan-akan pingsan. Rupanya anak kecil itu telah wafat. Anak kecil itu pun dikebumikan di luar Kota Madinah karena orang luar. Kemudian Syaikh dan para rombongan mengerjakan umrah.
Syaikh Ad-Diba'i adalah seorang ulama besar bernama lengkap Imam Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Al-Syaibani Al-Yamani Al-Zubaidi As-Syafi'i. Beliau lahir pada bulan Muharram tahun 866 H dan wafat pada Hari Jumat tanggal 12 Rajab Tahun 944 Hijriyah. (Usia beliau kurang lebih 76 tahun). (Baca Juga: Bagaimana Cara Mencintai Rasulullah SAW? )
Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang jujur, lemah lembut dan indah tutur katanya. Dikisahkan, Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i sedang berkumpul dengan orang-orang di Kota Zabid (ujung kota Yaman) untuk berziarah ke makam Baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di Kota Madinah.
Jarak perjalanannya membutuhkan waktu selama 2 minggu. Ketika rombongan hendak bergerak ke Kota Madinah tiba-tiba seorang anak kecil berusia 8 tahun datang dan menyapa Syaikh Ad-Diba'i. "Wahai syaikh, aku ikut ziarah ke makam Nabi ." Permintaan anak kecil itu tidak diizinkan oleh syaikh, karena khawatir membuat susah rombongan.
Lalu Syaikh Ad-Diba'i bertanya kepada anak kecil itu, "Kenapa kau sangat ingin ikut." Lalu anak itu berkata, "Wahai syaikh percayalah aku sangat rindu kepada Rasulullah ". Namun dijawabnya, ''Sudahlah kau tetap tak boleh ikut.'' Maka berjalanlah rombongan tadi.
Setibanya di Kota Madinah tepatnya di depan makam Rasulullah , Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i terkejut melihat anak kecil itu ada di hadapannya. ''Wahai anak kecil, dari mana kau datang. Bagaimana kau bisa ikut?''
''Ketika kalian berangkat, aku masuk dalam kotak (peti) ikut bersama rombongan ziarah ke makam Nabi Muhammad ," kata anak itu. (Baca Juga: Habib Ahmad: Orang Berakal Pasti Jatuh Cinta pada Nabi Muhammad )
Syaikh Ad-Diba'i berkata: "Aku tidak heran kalau kau masuk peti, tapi selama dua minggu kau makan dan minum dari mana, tidak makan dan tidak minum.''
''Wahai Syaikh sungguh aku dilupakan dari makan dan minum karena sangat rindu kepada Nabi صلى الله عليه وسلم''. Anak kecil tadi pun bertanya: ''Wahai syaikh apakah benar tanah ini pernah dipijak Rasulullah ?''
Kata Syaikh Ad-Diba'i "Iya". Kemudian anak itu mengambil tanah itu lalu diciumnya tanah tersebut. Anak kecil itu tiba-tiba roboh seakan-akan pingsan. Rupanya anak kecil itu telah wafat. Anak kecil itu pun dikebumikan di luar Kota Madinah karena orang luar. Kemudian Syaikh dan para rombongan mengerjakan umrah.
Lihat Juga :