Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan
Senin, 16 November 2020 - 06:44 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam cara yang sama, rintanganku sendiri lenyap, ketika aku tahu bahwa itu adalah apa yang kuambil sebagai milikku sendiri. Dan jalanku pertama kali ditunjukkan padaku melalui perilaku seekor anjing."
Baca juga: Pertemuan dengan Khidir, Pemandu Ghaib Para Sufi
PERAGAAN LATIHAN
Suatu hari, orang yang jahat mengundang Osman al-Hiri untuk makan bersamanya. Ketika Syaikh datang, orang tersebut mengusirnya. Tetapi ketika sudah pergi beberapa langkah, ia memanggilnya kembali.
Hal ini terjadi lebih dari tigapuluh kali, sampai orang lain, tidak sabar melihat kesabaran dan kelembutan sang Sufi, segera berlutut mohon ampun.
"Engkau tidak mengerti," ujar al-Hiri, "Apa yang kulakukan tidak lebih dari yang dilakukan anjing terlatih. Kalau engkau memanggilnya, ia datang; ketika engkau mengusirnya, ia pergi. Perilaku ini bukan ciri Sufi, dan tidak sulit dilakukan oleh siapa pun."
Baca juga: Bahauddin Naqsyabandi tentang Latihan Batiniah
APA YANG DIUCAPKAN SETAN
Pada suatu ketika terdapatlah seorang darwis. Saat duduk merenung, ia memperhatikan bahwa terdapat semacam setan di dekatnya.
Si darwis berkata, "Mengapa engkau duduk di sana, tidak berbuat jahat?"
Setan mendongakkan kepala dengan letih, "Sejak para ahli dan calon guru di tarekat semakin bertambah, tidak ada lagi yang dapat kulakukan."
Baca juga: Pertemuan dengan Khidir, Pemandu Ghaib Para Sufi
PERAGAAN LATIHAN
Suatu hari, orang yang jahat mengundang Osman al-Hiri untuk makan bersamanya. Ketika Syaikh datang, orang tersebut mengusirnya. Tetapi ketika sudah pergi beberapa langkah, ia memanggilnya kembali.
Hal ini terjadi lebih dari tigapuluh kali, sampai orang lain, tidak sabar melihat kesabaran dan kelembutan sang Sufi, segera berlutut mohon ampun.
"Engkau tidak mengerti," ujar al-Hiri, "Apa yang kulakukan tidak lebih dari yang dilakukan anjing terlatih. Kalau engkau memanggilnya, ia datang; ketika engkau mengusirnya, ia pergi. Perilaku ini bukan ciri Sufi, dan tidak sulit dilakukan oleh siapa pun."
Baca juga: Bahauddin Naqsyabandi tentang Latihan Batiniah
APA YANG DIUCAPKAN SETAN
Pada suatu ketika terdapatlah seorang darwis. Saat duduk merenung, ia memperhatikan bahwa terdapat semacam setan di dekatnya.
Si darwis berkata, "Mengapa engkau duduk di sana, tidak berbuat jahat?"
Setan mendongakkan kepala dengan letih, "Sejak para ahli dan calon guru di tarekat semakin bertambah, tidak ada lagi yang dapat kulakukan."
(mhy)
Lihat Juga :