Kisah Sufi: Reputasi Kedermawanan Mengandung Tiga Kejahatan
Rabu, 18 November 2020 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
"Apa yang secara umum dianggap sebagai pencapaian ummat manusia paling tinggi atau mulia, sesungguhnya adalah tingkatan paling rendah dari hal-hal tinggi yang mungkin dicapai bagi ummat manusia."
Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan
MASALAH KEDERMAWANAN
Seorang murid, memberi hormat kepada Sufi , dengan penuh ingin tahu ia bertanya, "Mengapa tigapuluh bagal Herat yang amat bagus ada di halaman Anda?"
Sang Guru menjawab, "Mereka untukmu."
Murid senang sekali mendengar bahwa mereka semua untuknya, kendati demikian ia bertanya, "Aku harus membayar tentunya?"
"Harganya," ujar guru, "mungkin lebih dari yang dapat kau bayar dengan dirimu sendiri. Tetapi syaratnya, jangan mengatakan pada siapa pun bahwa aku memberimu bagal. Aku di sini bukan untuk dikenal sebagai 'orang baik' di antara orang lain karena perbuatan demikian. Pada umumnya orang berpikir bahwa sesuatu 'baik' yang akibat dan asalnya tidak dapat mereka mengerti."
"Tidak ada yang lebih kecil daripada hargamu," jawab murid. Ia tuntun bagal-bagal tersebut dengan gembira, berbicara pada dirinya sendiri, "Guruku sesungguhnya menguntungkan diriku. Ini manifestasi luar dari suatu berkah bagian dalam."
Senja tiba, dan dalam beberapa saat murid tersebut sudah ditangkap patroli malam. Salah seorang dari mereka bicara pada yang lain, "Kita tuduh saja orang ini atas kejahatan tertentu yang tidak dapat kita pecahkan. Kita dapat menduga bahwa ia membeli bagal-bagal ini dari keuntungannya mencuri, jika ia tidak dapat mempertanggungjawabkan kemilikan mereka. Ia mungkin bersalah, tengah dalam pengobatan dan miskin. Sebagian dari kita pernah melihatnya sebelumnya, dan percaya bahwa ia mempunyai teman dengan karakter rneragukan."
Baca juga: Sepotong Roti Adonan Guru Sufi Ghulam Haidar dari Kashmir
Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan
MASALAH KEDERMAWANAN
Seorang murid, memberi hormat kepada Sufi , dengan penuh ingin tahu ia bertanya, "Mengapa tigapuluh bagal Herat yang amat bagus ada di halaman Anda?"
Sang Guru menjawab, "Mereka untukmu."
Murid senang sekali mendengar bahwa mereka semua untuknya, kendati demikian ia bertanya, "Aku harus membayar tentunya?"
"Harganya," ujar guru, "mungkin lebih dari yang dapat kau bayar dengan dirimu sendiri. Tetapi syaratnya, jangan mengatakan pada siapa pun bahwa aku memberimu bagal. Aku di sini bukan untuk dikenal sebagai 'orang baik' di antara orang lain karena perbuatan demikian. Pada umumnya orang berpikir bahwa sesuatu 'baik' yang akibat dan asalnya tidak dapat mereka mengerti."
"Tidak ada yang lebih kecil daripada hargamu," jawab murid. Ia tuntun bagal-bagal tersebut dengan gembira, berbicara pada dirinya sendiri, "Guruku sesungguhnya menguntungkan diriku. Ini manifestasi luar dari suatu berkah bagian dalam."
Senja tiba, dan dalam beberapa saat murid tersebut sudah ditangkap patroli malam. Salah seorang dari mereka bicara pada yang lain, "Kita tuduh saja orang ini atas kejahatan tertentu yang tidak dapat kita pecahkan. Kita dapat menduga bahwa ia membeli bagal-bagal ini dari keuntungannya mencuri, jika ia tidak dapat mempertanggungjawabkan kemilikan mereka. Ia mungkin bersalah, tengah dalam pengobatan dan miskin. Sebagian dari kita pernah melihatnya sebelumnya, dan percaya bahwa ia mempunyai teman dengan karakter rneragukan."
Baca juga: Sepotong Roti Adonan Guru Sufi Ghulam Haidar dari Kashmir
Lihat Juga :