Kesalehaan Perempuan akan Menjaga Anak Cucu Sampai 7 Turunan
Kamis, 19 November 2020 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Dalil lain yang menunjukkan bahwa kesalehan orang tua sangat berpengaruh terhadap kesalehan sang anak, semakin saleh orang tua, maka sejatinya semakin saleh anaknya.
(Baca juga : Ternyata, Harga Kereta Buatan INKA Bisa Mengalahkan China )
Allah Ta'ala berfirman:
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ…
“Adapun dinding rumah yang mau runtuh, maka itu adalah rumah yang dimiliki oleh dua anak kecil yang masih yatim di sebuah kota. Dan di bawah dinding tersebut terdapat harta simpanan yang dimiliki oleh dua anak yatim tersebut. Dan kedua orang tua dari anak yatim tersebut adalah anak yang saleh. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menginginkan ketika kedua anak yatim tersebut baligh, maka keluarlah harta simpanan mereka berdua sebagai rahmat dari Rabbmu.” (QS. Al-Kahfi : 82)
(Baca juga : Sanksi ASN Tak Netral: Dari Penundaan Gaji hingga Pemberhentian )
Ustadz Ahmad Zainuddin menjelaskan, dari ayat tersebut terdapat pelajaran bahwa orang tua yang saleh akan menjaga keturunannya dan keberkahan ibadah orang tua yang saleh dirasakan oleh anak-anaknya di dunia dan di akhirat. Sebagaimana orang tuanya saleh di dunia, maka anaknya dan keturunannya (selama orang tua tersebut saleh), maka di dunia dia dijaga, baik itu kesehatannya, ekonominya ataupun pendidikannya. Keadaan dijaga akibat kesalehaan orang tuanya. Dan juga di akhirat dengan syafaat orang tuanya kepada anak-anaknya. Sehingga anaknya tersebut bisa mencapai derajat yang paling tinggi, sehingga orang tua senang melihat anak-anaknya masuk ke dalam surga dan mencapai derajat yang paling tinggi.
(Baca juga : 2 Kali Rangkaian Kereta Penumpang KA Gajayana Meluncur Sendiri, Ada Aroma Mistis? )
‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘Anhuma juga berkata:
حفظ بصلاح أبيهما, ولم يذكر لهما صلاحاً, وتقدم انه كان الأب السابع
(Baca juga : Ternyata, Harga Kereta Buatan INKA Bisa Mengalahkan China )
Allah Ta'ala berfirman:
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ…
“Adapun dinding rumah yang mau runtuh, maka itu adalah rumah yang dimiliki oleh dua anak kecil yang masih yatim di sebuah kota. Dan di bawah dinding tersebut terdapat harta simpanan yang dimiliki oleh dua anak yatim tersebut. Dan kedua orang tua dari anak yatim tersebut adalah anak yang saleh. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menginginkan ketika kedua anak yatim tersebut baligh, maka keluarlah harta simpanan mereka berdua sebagai rahmat dari Rabbmu.” (QS. Al-Kahfi : 82)
(Baca juga : Sanksi ASN Tak Netral: Dari Penundaan Gaji hingga Pemberhentian )
Ustadz Ahmad Zainuddin menjelaskan, dari ayat tersebut terdapat pelajaran bahwa orang tua yang saleh akan menjaga keturunannya dan keberkahan ibadah orang tua yang saleh dirasakan oleh anak-anaknya di dunia dan di akhirat. Sebagaimana orang tuanya saleh di dunia, maka anaknya dan keturunannya (selama orang tua tersebut saleh), maka di dunia dia dijaga, baik itu kesehatannya, ekonominya ataupun pendidikannya. Keadaan dijaga akibat kesalehaan orang tuanya. Dan juga di akhirat dengan syafaat orang tuanya kepada anak-anaknya. Sehingga anaknya tersebut bisa mencapai derajat yang paling tinggi, sehingga orang tua senang melihat anak-anaknya masuk ke dalam surga dan mencapai derajat yang paling tinggi.
(Baca juga : 2 Kali Rangkaian Kereta Penumpang KA Gajayana Meluncur Sendiri, Ada Aroma Mistis? )
‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘Anhuma juga berkata:
حفظ بصلاح أبيهما, ولم يذكر لهما صلاحاً, وتقدم انه كان الأب السابع
Lihat Juga :