Kesalehaan Perempuan akan Menjaga Anak Cucu Sampai 7 Turunan

loading...
Kesalehaan Perempuan akan Menjaga Anak Cucu Sampai 7 Turunan
Perempuan yang ingin kebaikan untuk dirinya dan yang menginginkan kebaikan untuk anak-anak perempuannya, hendaknya mereka mendidik anak-anak mereka di atas kesalehan. Foto ilustrasi/ist
Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah dalam buku "Risalah Penting Untuk Muslimah" menyebutkan, pondasi kesalehaan di dalam diri seorang perempuan adalah kesalehaan terhadap Rabbnya dengan bagusnya ketaatannya dan bagusnya pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan selalu di atas ibadah kepada Allah Ta’ala.

Karena sesungguhnya kesalehaan dan istiqamah tersebut adalah rahasia kebahagiaan , rahasia keberuntungan dan rahasia diberinya petunjuk oleh Allah kepada perempuan tersebut di dalam seluruh kehidupannya. Termasuk di dalamnya adalah kehidupan bersama suaminya dan juga kesalehan anak-anak dan keturunannya , dan juga kehidupannya dengan kehidupan yang baik dan indah.

(Baca juga : Doa-doa Para Nabi yang Tercantum Dalam Al-Qur'an )

Semakin seorang perempuan saleha, selalu taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, selalu mendekatkan diri kepada Allah, maka semakin nyaman hidupnya dan juga semakin bahagia hidupnya. Bahkan kebahagiaan tersebut, menurut Ustadz Ahmad Zainudin Lc, juga akan dirasakan oleh anak keturunannya. Dan ini disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an, bahwasanya kesalehaan orangtua adalah salah satu jaminan kesalehan anak. "Kesalehan orang tua sangat berpengaruh terhadap kesalehan anak,"ungkap dai yang rajin mengisi kajian Islam di laman kanal muslim tersebut.

(Baca juga : Benarkah Ada Pasar di Surga? Seperti Apa Keadaan dan Keindahannya? )

Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 33-34:

إِنَّ اللَّـهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ﴿٣٣﴾ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ ۗ وَاللَّـهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٣٤﴾

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Adam, Nabi Nuh dan keluarga Ibrahim dan keturunan Imran sebagai Nabi dan Rasul untuk alam semesta. Keturunan mengikuti keturunannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.” (QS. Ali-Imran : 33-34)

(Baca juga : Tanda-tanda Orang yang Salat Bersama Setan )

Kalau perhatikan perkataan ulama tafsir tentang ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ, yaitu dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Allamah ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di Rahimahullahu Ta’ala, beliau mengatakan bahwa yang dimaksud “keturunan sebagian mengikuti sebagian yang lain,” maksudnya adalah terjadinya kesesuaian dan keserupaan di antara mereka di dalam penciptaan dan budi pekerti-budi pekerti yang indah. Ini menunjukkan bahwa kesalehan orang tua sangat berpengaruh terhadap kesalehan anak.
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ‌ۖ وَّمَا مَسَّنَا مِنۡ لُّغُوۡبٍ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak merasa letih sedikit pun.

(QS. Qaf:38)
cover bottom ayah
preload video