Beginilah Perlakuan Ulama Terdahulu kepada Dzurriyah Nabi
Kamis, 19 November 2020 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Orang-orang lantas bertanya keheranan: "Wahai Imam, mengapa Anda meriwayatkan hadits semacam itu, bukankah redaksi haditsnya yang benar seperti ini?"
لَوْ سَرِقَتْ فَاطِمَةُ بِنْتِ مُحَمَّدٍ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
"Sekiranya "Fathimah binti Muhammad" mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya."
Imam Syafi'i menjawab: Benar, hanya seperti itu redaksi hadisnya. Lantas mereka bertanya lagi: "Mengapa Anda meriwayatkan hadits Fulanah yang mencuri, tidak menyebutkan nama Fathimah.
Imam Syafi'i dengan tegas menjawab:
1. Tidak mungkin Fathimah mencuri.
2. Hadits itu sudah maklum diketahui semua orang. Siapakah yang dimaksud pada kata Fulanah sudah jelas diketahui haditsnya.
3. Ucapan tentang redaksi hadits "sekiranya "Fathimah mencuri", hal itu wajar diucapkan oleh ayahnya sendiri, Rasulullah صلى الله عليه وسلم .
Begitulah para imam kita mengajarkan betapa adab yang mulia dan tinggi terhadap ahli bait Nabi صلى الله عليه وسلم.
Kesimpulannya, jika tidak mampu mencintai mereka dengan hati, minimal jangan menyakiti mereka dengan kebencian dari lidah atau dari jemari kotor kita. Kata Sayyiduna Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. "Sungguh aku lebih senang menghubungkan diriku pada dzuriat Nabi melebihi keluargaku sendiri."
Keluarga ahli bait Nabi yang mana? Semuanya, jangan pilih kasih. Jangan sampai kita membentur-membenturkan antara satu habib yang lemah lembut dakwahnya maupun habib yang berdakwah dengan ketegasan. Kedua sifat itu sama-sama mereka warisi dari datuk mereka, Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Ambillah yang baik, buang yang buruk. Semoga kita semua dalam rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala.
(Baca Juga: Larangan Membenci dan Menyakiti Ahlul Bait Rasulullah )
Wallahu A'lam
لَوْ سَرِقَتْ فَاطِمَةُ بِنْتِ مُحَمَّدٍ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
"Sekiranya "Fathimah binti Muhammad" mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya."
Imam Syafi'i menjawab: Benar, hanya seperti itu redaksi hadisnya. Lantas mereka bertanya lagi: "Mengapa Anda meriwayatkan hadits Fulanah yang mencuri, tidak menyebutkan nama Fathimah.
Imam Syafi'i dengan tegas menjawab:
1. Tidak mungkin Fathimah mencuri.
2. Hadits itu sudah maklum diketahui semua orang. Siapakah yang dimaksud pada kata Fulanah sudah jelas diketahui haditsnya.
3. Ucapan tentang redaksi hadits "sekiranya "Fathimah mencuri", hal itu wajar diucapkan oleh ayahnya sendiri, Rasulullah صلى الله عليه وسلم .
Begitulah para imam kita mengajarkan betapa adab yang mulia dan tinggi terhadap ahli bait Nabi صلى الله عليه وسلم.
Kesimpulannya, jika tidak mampu mencintai mereka dengan hati, minimal jangan menyakiti mereka dengan kebencian dari lidah atau dari jemari kotor kita. Kata Sayyiduna Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. "Sungguh aku lebih senang menghubungkan diriku pada dzuriat Nabi melebihi keluargaku sendiri."
Keluarga ahli bait Nabi yang mana? Semuanya, jangan pilih kasih. Jangan sampai kita membentur-membenturkan antara satu habib yang lemah lembut dakwahnya maupun habib yang berdakwah dengan ketegasan. Kedua sifat itu sama-sama mereka warisi dari datuk mereka, Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Ambillah yang baik, buang yang buruk. Semoga kita semua dalam rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala.
(Baca Juga: Larangan Membenci dan Menyakiti Ahlul Bait Rasulullah )
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :