Keutamaan Ahlul Bait Rasulullah, Siapa Saja Mereka? (1)
Jum'at, 20 November 2020 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
Ayat lain, "Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), Maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta." (QS. Ali Imran: Ayat 61)
Ahli tafsir menjelaskan, ketika ayat ini turun, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajak Ali, Fatimah, al-Hasan dan al-Husain. Beliau menggendong Husain, menuntun Hasan, Fathimah berjalan di belakang beliau sedangkan Ali berjalan di belakang mereka, dan beliau bersabda: "Ya Allah, mereka ini adalah keluargaku."
Ayat ini merupakan dalil yang tegas, bahwa anak-anak Sayyidah Fathimah dan keturunannya disebut anak-anak Nabi صلى الله عليه وسلم dan mereka bernasab kepada nasab Rasulullah secara benar dan bermanfaat di dunia dan akhirat.
(Baca Juga: Ketinggian Adab Imam Syafi'i Terhadap Ahlul Bait Rasulullah )
Dikisahkan, Harun Al-Rasyid (Amirul Mukminin) pernah bertanya kepada Musa Al-Kadzim. "Bagaimana kamu berkata kami keturunan Rasulullah صلى الله عليه وسلم padahal kamu adalah anak-anak Ali. Seorang laki-laki hanya bernasab kepada datuk dari sisi ayah, bukan datuk dari ibu?"
Musa al-Kadzim menjawab: " Nabi Isa 'alaihissalam jelas tidak berayah, tetapi beliau dipertemukan dengan nasab para Nabi dari sisi ibundanya. Demikian juga kami dipertemukan dengan nasab Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dari sisi ibu kami, Fathimah. Dan masih ada tambahan lagi hai Amirul Mukminin, yaitu turunnya ayat mubahalah, saat itu Nabi tidak mengajak siapapun kecuali Ali, Fathimah, al-Hasan dan al-Husain. (Majma’ul Ahbab).
Dari Umar bin Khatthab, Nabi bersabda: "Setiap nasab dan hubungan keluarga melalui perkawinan di hari Kiamat nanti akan putus, kecuali nasabku dan hubungan kekeluargaan melalui perkawinan denganku." (Riwayat Ibnu Asakir)
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Bintang-bintang itu pengaman penduduk langit, dan ahli baitku pengaman penduduk bumi. Apabila ahli baitku hilang, maka penduduk bumi hilang. Dalam suatu riwayat lain disebutkan: "Apabila ahlu baitku binasa, maka datanglah kepada penduduk bumi tanda-tanda yang telah dijanjikan kepada mereka." (HR. Imam Ahmad)
(Bersambung)!
(Baca Juga: Rabithah Alawiyah Pastikan Habib Rizieq Keturunan Nabi Muhammad ke-39 )
Ahli tafsir menjelaskan, ketika ayat ini turun, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajak Ali, Fatimah, al-Hasan dan al-Husain. Beliau menggendong Husain, menuntun Hasan, Fathimah berjalan di belakang beliau sedangkan Ali berjalan di belakang mereka, dan beliau bersabda: "Ya Allah, mereka ini adalah keluargaku."
Ayat ini merupakan dalil yang tegas, bahwa anak-anak Sayyidah Fathimah dan keturunannya disebut anak-anak Nabi صلى الله عليه وسلم dan mereka bernasab kepada nasab Rasulullah secara benar dan bermanfaat di dunia dan akhirat.
(Baca Juga: Ketinggian Adab Imam Syafi'i Terhadap Ahlul Bait Rasulullah )
Dikisahkan, Harun Al-Rasyid (Amirul Mukminin) pernah bertanya kepada Musa Al-Kadzim. "Bagaimana kamu berkata kami keturunan Rasulullah صلى الله عليه وسلم padahal kamu adalah anak-anak Ali. Seorang laki-laki hanya bernasab kepada datuk dari sisi ayah, bukan datuk dari ibu?"
Musa al-Kadzim menjawab: " Nabi Isa 'alaihissalam jelas tidak berayah, tetapi beliau dipertemukan dengan nasab para Nabi dari sisi ibundanya. Demikian juga kami dipertemukan dengan nasab Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dari sisi ibu kami, Fathimah. Dan masih ada tambahan lagi hai Amirul Mukminin, yaitu turunnya ayat mubahalah, saat itu Nabi tidak mengajak siapapun kecuali Ali, Fathimah, al-Hasan dan al-Husain. (Majma’ul Ahbab).
Dari Umar bin Khatthab, Nabi bersabda: "Setiap nasab dan hubungan keluarga melalui perkawinan di hari Kiamat nanti akan putus, kecuali nasabku dan hubungan kekeluargaan melalui perkawinan denganku." (Riwayat Ibnu Asakir)
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Bintang-bintang itu pengaman penduduk langit, dan ahli baitku pengaman penduduk bumi. Apabila ahli baitku hilang, maka penduduk bumi hilang. Dalam suatu riwayat lain disebutkan: "Apabila ahlu baitku binasa, maka datanglah kepada penduduk bumi tanda-tanda yang telah dijanjikan kepada mereka." (HR. Imam Ahmad)
(Bersambung)!
(Baca Juga: Rabithah Alawiyah Pastikan Habib Rizieq Keturunan Nabi Muhammad ke-39 )
(rhs)
Lihat Juga :