Resep Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Menempatkan Kebaikan dan Keburukan

loading...
Resep Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Menempatkan Kebaikan dan Keburukan
Ilustrasi/Ist
TIDAK mudah membedakan serta menempatkan kebaikan dan keburukan. Maka seringkali orang mencampur-adukkan kebaikan dan kebaikan. Kaitan ini, Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitabnya berjudul Futuh Al-Ghaib menyampaikan resepnya. (Baca juga: Berikut Tips Membuka Tabir Diri Ajaran Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani)

"Anggaplah kebaikan dan keburukan sebagai dua buah dari dua cabang sebuah pohon. Cabang yang satu menghasilkan buah yang manis, sedang cabang yang satunya lagi, buah yang pahit," tutur Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani mulai membuka resepnya.

Maka dari itu, lanjutnya, tinggalkanlah kota-kota, negeri-negeri yang menghasilkan buah-buah pohon ini dan penduduknya. "Dekatilah pohon itu sendiri dan jagalah," ujarnya.

Ketahuilah kedua cabang ini, kedua buahnya, sekelilingnya, dan senantiasa dekatlah dengan cabang yang menghasilkan buah yang manis; maka ia akan menjadi makananmu, sumber dayamu, dan waspadalah agar kau tak mendekati cabang yang lain, makan buahnya, dan akhirnya rasa pahitnya membinasakanmu.

Jika kau senantiasa berlaku begini, kau akan selamat dari segala kesulitan, sebab kesulitan diakibatkan oleh buah pahit ini. (Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani untuk Menerima Sedikit yang Kita Miliki)



Bila kau jatuh dari pohon ini, berkelana di berbagai negeri, dan buah-buah ini dihadapkan kepadamu, lalu dibaurkan sedemikian rupa, sehingga tak jelas antara yang manis dan yang pahit, dan kau mulai memakannya, bila tanganmu mengambil buah yang pahit, sehingga lidahmu merasakan pahitnya, kemudian tenggorokanmu, otakmu, lubang hidungmu, sampai anasir tubuhmu, maka kau terbinasakan.

Pembuanganmu akan sisanya dari mulutmu dan pencucianmu akan akibatnya tak dapat menghapus yang telah tertebar di sekujur tubuhmu, dan sia-sia.

Tapi, jika kau makan buah yang manis dan rasa manisnya menebar ke seluruh anggota tubuhmu, maka kau beruntung dan bahagia, meski hal ini tak mencukupimu.



Tentu, bila kau makan buah yang lain, kau takkan tahu bahwa buah yang ini pahit. Maka, kau akan mengalami yang telah disebutkan bagimu. Maka, tak baik menjauh dari pohon itu dan tak tahu buahnya.
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡنٍ
Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

(QS. Hud:6)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video