Berikut Tips Membuka Tabir Diri Ajaran Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

loading...
Berikut Tips Membuka Tabir Diri Ajaran Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Hadrat Syaikh Abdul Qadir/Foto/Ilustrasi/Ist
SYAIKH Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitabnya berjudul Futuh Al-Ghaib memberi nasehat dan resep agar kita dapat membuka tabir dengan Sang Pencipta.

"Tabir penutup dirimu takkan tersibak," kata Syaikh Abdul Qadir, "Selama kau belum lepas dari ciptaan dan tak memalingkan hatimu darinya dalam segala keadaan hidup. Selama hawa nafsumu belum pupus. Begitu pula maksud dan kerinduanmu."

"Selama kau belum lepas dari kemaujudan dunia ini dan akhirat," lanjutnya. "Dan yang maujud dalam dirimu hanyalah kehendak Tuhanmu. Dan kau terisi dengan nur Tuhanmu. Dan tiada tempat di dalam hatimu, kecuali bagi Tuhanmu, sehingga kau menjadi penjaga pintu kalbumu, dan kau dikaruniai pedang tauhid, keagungan dan kekuatan." (Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani kepada Orang yang Hidup Susah)

Maka, segala yang kau lihat, yang mendekati pintu kalbumu dari benakmu, akan kau pisahkan kepalanya dari bahunya, sehingga tiada tersisa bagi dirimu, dambaanmu dan kerinduanmu akan dunia ini dan akhirat sesuatu yang berkepala. Dan tiada dunia yang diperhatikan, tiada pendapat yang diikuti, kecuali kepatuhan kepada Allah dan penerimaan penuh ikhlas akan takdir-Nya. Bukannya peluruh penuh dalam takdir dan karunia-Nya.

Dengan demikian, kau menjadi hamba Allah, bukan hamba manusia atau pendapat. Bila hal ini mengekal dalam hidupmu, tirai-tirai hormat-diri akan menyelimuti kalbumu. Parit-parit keluhuran dan daya keagungan akan mengitarinya. Dan hatimu akan dijaga oleh tentara kebenaran, tauhid. Dan pengawal-pengawal kebenaran akan ditempatkan di dekatnya, sehingga orang tak dapat mendekatinya melalui kekejian, dambaan-dambaan hampa, kepalsuan-kepalsuan yang timbul dalam benak-benak manusia, dan melalui kesesatan yang tumbuh dari keinginan-keinginan. (Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani untuk Menerima Sedikit yang Kita Miliki)



Jika ditakdirkan bahwa orang akan datang kepadamu terus menerus dan mereka tak mengetahui kemuliaanmu, sehingga mereka mendapatkan cahaya yang menyilaukan. Tanda-tanda yang jelas, kebijakan yang dalam, dan melihat keajaiban-keajaiban yang terang dan kejadian-kejadian sebagai sosok kehidupanmu, sehingga meningkatkan upaya mereka untuk mendekat kepada Allah, untuk patuh kepada-Nya. Dan untuk mengabdi kepada Tuhan mereka.

Meski semua ini terjadi, kau akan aman dari semua itu, dari kecenderungan jiwa manusiawimu kepada keinginan, dari puji-diri, kesombongan orang-orang yang datang kepadamu dan perhatian mereka kepadamu. (Baca juga: Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani: Cobaan Melemahkan Hewani dan Hawa Nafsu)

Juga, seandainya kau akan beristri cantik, bertanggung jawab atas dirinya dan atas perilakunya, maka kau akan aman dari keburukannya, akan diselamatkan dari memikul bebannya, dan ia, bagimu, akan menjadi karunia Allah, terahmati dan berlaku baik, bersih dari ketaktulusan, kekejian dan penghianatan.



Maka ia akan melepaskanmu dari beban perilakunya dan akan menjauhkan darimu segala kesulitan karenanya.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
فَقَضٰٮهُنَّ سَبۡعَ سَمٰوَاتٍ فِىۡ يَوۡمَيۡنِ وَاَوۡحٰى فِىۡ كُلِّ سَمَآءٍ اَمۡرَهَا‌ ؕ وَزَ يَّـنَّـا السَّمَآءَ الدُّنۡيَا بِمَصَابِيۡحَ ‌ۖ وَحِفۡظًا ‌ؕ ذٰ لِكَ تَقۡدِيۡرُ الۡعَزِيۡزِ الۡعَلِيۡمِ
Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.

(QS. Fussilat:12)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video