Ini Perbedaan Muslim dan Mukmin, Kamu Pilih Mana?

loading...
Ini Perbedaan Muslim dan Mukmin, Kamu Pilih Mana?
Salah satu ciri orang-orang beriman (mukmin) yaitu mereka yang khusyuk dalam salatnya dan menjauhkan diri dari perbuatan serta perkataan yang tak berguna. Foto/Ist
Golongan muslim dan mukmin tidaklah sama. Seorang mukmin sudah pasti seorang muslim, namun seorang muslim belum tentu menjadi mukmin. Lantas, apa makna seorang muslim dan mukmin?

Kebanyakan kaum muslimin hari ini baru menunaikan syiar Islam mulai dari syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan, haji bagi yang mampu. Namun, mereka masih 'gersang'. Level mereka belum sampai kepada mukmin. Al-Qur'an mengabarkan hal ini sebagaimana firman-Nya:

"Ketika orang-orang Arab Badui itu berkata, 'Kami telah beriman'. Katakanlah, 'Kalian belum beriman, tapi katakanlah, 'Kami telah berislam (tunduk)', karena iman itu belum masuk ke dalam hati kalian. Dan jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Hujurat: 14)

(Baca Juga: Seorang Laki-laki Bertanya Islam Apa Paling Baik? Ini Jawaban Rasulullah)



Lalu siapakah orang beriman (mukmin) itu? Jawabannya ada dalam Al-Qur'an:

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

"Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.." (QS. At-Taubah: 112)



Ciri-ciri orang mukmin ini juga dijelaskan terperinci dalam Surah Al-Mukminun.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (mukmin). (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara salatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (Surah Al-Mu'minun Ayat 1-11)

Dalam "Hadis Jibril" disebutkan ada tiga level (tingkatan) dalam Islam sebagaimana diterangkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada para sahabat. Ketika itu Malaikat Jibril yang menyamar jadi manusia bertanya tentang apa itu Islam, Iman dan Ihsan. Rasulullah kemudian menjabarkan panjang lebar tentang tiga tingkatan itu mulai dari yang terendah (muslim), kemudian iman (mukmin) sampai level tertinggi (ihsan). (Baca Juga: Kisah Malaikat Jibril Menyamar di Tengah Para Sahabat)

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan 'Laa ilaaha illallah', sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Para ulama menyebutkan ada 5 level (tingkatan) keimanan di sisi Allah Ta'ala, yaitu: (1) Muslim (2) Mukmin (3) Mukhsin (3) Mukhlis dan (5) Muttaqin.
1. Muslim adalah mereka yang bersyahadat dan menunaikan rukun Islam.
2. Mukmin adalah muslim yang memenuhi seluruh kehendak Allah, dan memiliki iman kuat dalam hatinya.
3. Mukhsin adalah orang mukmin yang mencapai tahap Ihsan.
4. Mukhlis adalah mukmin yang mencapai derajat ikhlas, segala perbuatannya hanya untuk Allah semata.
5. Muttaqin adalah orang terbaik dalam pandangan Allah. Mereka adalah orang bertakwa yang memelihara diri dari dosa dan menjalan seluruh perintah-Nya.

(Baca Juga: Resep Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani untuk Capai Tingkatan Wali)

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
وَهُوَ الَّذِىۡ جَعَلَـكُمۡ خَلٰٓٮِٕفَ الۡاَرۡضِ وَرَفَعَ بَعۡضَكُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِىۡ مَاۤ اٰتٰٮكُمۡ‌ؕ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيۡعُ الۡعِقَابِ  ۖ وَاِنَّهٗ لَـغَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
Dialah yang menjadikan kamu sebagai penguasa-penguasa di bumi dan Allah mengangkat derajat sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas karunia yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Allah sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. Al-An’am:165)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video