Seorang Laki-laki Bertanya Islam Apa Paling Baik? Ini Jawaban Rasulullah

loading...
Seorang Laki-laki Bertanya Islam Apa Paling Baik? Ini Jawaban Rasulullah
Ustaz Rikza Maulan Lc, Dai yang juga Dewan Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat. Foto/dok Rumah Zakat
Islam adalah agama yang diridhai Allah Ta'ala sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an yang berbunyi: "Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya." (Surah Ali 'Imran: Ayat 19)

Maka sungguh beruntung mereka yang diberi nikmat iman dan Islam. Ketika seseorang ridha dengan Islam sebagai agamanya, Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul-Nya, Al-Qur'an sebagai petunjuknya, maka Allah Ta'ala pun akan ridha padanya. Tinggal bagaimana ia mempertahankan akidah tersebut hingga akhir hayatnya. Namun, tentunya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. (Baca Juga: Siapakah Muslim yang Paling Baik? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat)

Rasulullah SAW pernah ditanya seperti apa Islam yang paling baik. Kisah ini dinukil dari satu hadis yang masyhur:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْر؟ٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَام،َ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (رواه مسلم)

Dari Abdullah bin Amru RA bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, "Islam seperti apakah yang paling baik?" Beliau SAW menjawab: "Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan). Dan engkau mengucapkan salam baik kepada orang yang engkau kenal maupun kepada orang yang tidak engkau kenal." (HR. Muslim, Hadis No 56).



Hadis di atas sekilas tampak sederhana, namun pesan Rasulullah SAW itu mengandung hikmah dan kebaikan yang luar biasa. Kata Ustaz Rikza Maulan (Direktur Institut for Islamic Studies dan Development Jakarta), ajaran Islam tidak hanya mencakup dan mengatur pola hubungan antara seorang hamba dengan Rabnya (hablumminallah) saja, namun juga mencakup dan mengatur hubungan antara sesama manusia (hablumminannas).

Bahkan, dalam banyak hadis disebutkan tentang keutamaan amalan yang terkait dengan hablumminannas atau amalan sosial. Di antaranya adalah sabda Nabi SAW: "Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan (kepada orang yang membutuhkan), sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di tengah malan, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.' (HR. Tirmidzi).

"Hadis ini dengan jelas menggambarkan bahwa salah satu benefit amalan sosial adalah surga," kata Ustaz yang juga Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat itu dalam web resminya. (Baca Juga: Islam, Agama Tauhid yang Memuliakan Perempuan)

Ustaz Rikza juga mengatakan bahwa keimanan yang mengakar dalam diri seorang muslim, akan menggerakkan jiwanya untuk selalu peduli terhadap lingkungan sosialnya. Maka, ketika Nabi SAW ditanya perihal ber-Islam seperti apakah yang paling baik, beliau menjawabnya dengan, "Memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam". Karena keduanya merupakan konsekwensi dari keimanan kepada Allah dan sepatutnya setiap muslim berupaya untuk peduli dengan sesamanya.

Adapun memberikan makan adalah relfkeksi dari kepedulian sosial terhadap orang yang kekurangan. Sementara mengucapkan salam adalah refleksi dari kepedulian dan kecintaan terhadap sesama muslim. Karena setiap muslim adalah bersaudara, yang diharuskan saling mendoakan dan menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Nah, jika keduanya bisa dilaksanakan, yaitu berbagi dengan sesama dan saling mengucapkan salam, maka berarti ia telah mengamalkan ajaran Islam yang terbaik, sebagaimana sabda NabiSAWdi atas.



Adakah balasan terbaik bagi seseorang yang mengamalkam Islam terbaik, selain mendapatkan surga? Ya Rabb, jadikan kami termasuk ahli surga. (Baca Juga: 3 Golongan yang Tidak Dipandang Allah pada Hari Kiamat)

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
cover top ayah
قُلۡ اِنۡ كَانَ لِلرَّحۡمٰنِ وَلَدٌ ۖ فَاَنَا اَوَّلُ الۡعٰبِدِيۡنَ
Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).

(QS. Az-Zukhruf:81)
cover bottom ayah
preload video