Orang-orang yang Dibenci Allah Ta'ala
Selasa, 24 November 2020 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
فَهُوَ رَجُلٌ سُوْءٌ
“Ia dicap orang yang buruk,” kata Imam Ahmad bin Hanbal. Karena sesungguhnya orang yang beriman, mereka sangat suka melewati malamnya dengan berdiri beribadah kepada Allah. Allah berfirman menyifati ‘Ibadurrahman:
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا ﴿٦٤﴾
“Dan mereka yang melalui malamnya itu dengan sujud dan berdiri bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Furqan: 64)
Maka, tidak pantas orang-orang yang mengharapkan kehidupan akhirat ia melewati malamnya bagaikan bangkai. Akan tetapi ia berusaha untuk ada waktu yang ia bermunajat kepada Allah, berdua-duaan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman:
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا ﴿٦﴾
“Sesungguhnya ibadah di waktu malam itu lebih menguatkan hati, lebih mengokohkan hati dan itu ibadah yang terbaik (kata Allah Subhanahu wa Ta’ala).” (QS. Al-Muzzammil: 6)
(Baca juga : UMK Jatim 2021 Ditetapkan, Buruh Komentar Pedas Begini )
Di waktu siang bagaikan keledai, ia malas, tidak ada semangat kepada kebaikan. Di waktu siang ia bagaikan keledai, tidak ada semangat untuk berbuat ketaatan. Di waktu siang ia bagaikan keledai, ia habiskan waktunya untuk hal-hal yang sia-sia.
Karena itu hendaknya seorang mukmin berusaha bagaimana supaya waktu-waktunya bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu adalah keinginan yang terbesar seorang mukmin. Dia ingin agar setiap waktunya mendapatkan pahala dari Allah Jalla wa ‘Ala.
5. Seseorang berilmu tentang dunia dan bodoh tentang kehidupan akhirat
Sifat yang kelima yang Allah tidak sukai, yaitu seseorang berilmu tentang dunia dan dia bodoh tentang kehidupan akhirat. Dia berilmu tentang berbagai macam pengetahuan dunia, tentang berita-berita dunia, yang ia semangat padanya adalah mengikuti berita-berita hangat tentang kehidupan dunia, tapi ia malas, dia tidak mau untuk mendalami ilmu akhirat. Ilmu agama dia pandang sebagai ilmu yang remeh dimatanya. Sehingga kemudian ia menjadi orang yang jahil terhadap kehidupan akhirat.
Oleh karena itu Allah mencela mereka dalam surat:
الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ…
“Sebagai orang-orang yang hanya mencintai dunia di atas kehidupan akhiratnya.” (QS. Ibrahim[14]: 3)
Allah berfirman:
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Mereka hanya berilmu tentang kehidupan dunia.”
وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ ﴿٧﴾
“Sementara mereka lalai terhadap akhirat mereka.” (QS. Ar-Rum : 7)
Mereka lebih senang mempelajari dan mengikuti dunia, tapi mereka malas untuk mengikuti akhirat, untuk memeriksa tentang hatinya, tentang agamanya, tentang kebaikan akhiratnya, dia pun tidak ada keinginan untuk bersiap-siap untuk kematiannya.
(Baca juga : Pakar Ungkap 'Kelemahan' Vaksin-vaksin Covid-19 )
Inilah sifat-sifat yang dibenci oleh Allah. Maka kewajiban kita, jadilah kita hamba-hamba yang dicintai oleh Allah, hamba hamba yang tawadhu, hamba-hamba yang lembut di dalam sikap dan ucapannya, hamba-hamba yang senantiasa tidak berusaha menyakiti hati orang lain ataupun manusia. Demikian pula menjadi hamba yang senantiasa semangat di dalam ketaatan dalam setiap waktunya. Seorang hamba yang senantiasa semangat dalam menuntut ilmu agama Allah Jalla wa ‘Ala.
Wallahu A'lam
“Ia dicap orang yang buruk,” kata Imam Ahmad bin Hanbal. Karena sesungguhnya orang yang beriman, mereka sangat suka melewati malamnya dengan berdiri beribadah kepada Allah. Allah berfirman menyifati ‘Ibadurrahman:
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا ﴿٦٤﴾
“Dan mereka yang melalui malamnya itu dengan sujud dan berdiri bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Furqan: 64)
Maka, tidak pantas orang-orang yang mengharapkan kehidupan akhirat ia melewati malamnya bagaikan bangkai. Akan tetapi ia berusaha untuk ada waktu yang ia bermunajat kepada Allah, berdua-duaan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman:
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا ﴿٦﴾
“Sesungguhnya ibadah di waktu malam itu lebih menguatkan hati, lebih mengokohkan hati dan itu ibadah yang terbaik (kata Allah Subhanahu wa Ta’ala).” (QS. Al-Muzzammil: 6)
(Baca juga : UMK Jatim 2021 Ditetapkan, Buruh Komentar Pedas Begini )
Di waktu siang bagaikan keledai, ia malas, tidak ada semangat kepada kebaikan. Di waktu siang ia bagaikan keledai, tidak ada semangat untuk berbuat ketaatan. Di waktu siang ia bagaikan keledai, ia habiskan waktunya untuk hal-hal yang sia-sia.
Karena itu hendaknya seorang mukmin berusaha bagaimana supaya waktu-waktunya bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu adalah keinginan yang terbesar seorang mukmin. Dia ingin agar setiap waktunya mendapatkan pahala dari Allah Jalla wa ‘Ala.
5. Seseorang berilmu tentang dunia dan bodoh tentang kehidupan akhirat
Sifat yang kelima yang Allah tidak sukai, yaitu seseorang berilmu tentang dunia dan dia bodoh tentang kehidupan akhirat. Dia berilmu tentang berbagai macam pengetahuan dunia, tentang berita-berita dunia, yang ia semangat padanya adalah mengikuti berita-berita hangat tentang kehidupan dunia, tapi ia malas, dia tidak mau untuk mendalami ilmu akhirat. Ilmu agama dia pandang sebagai ilmu yang remeh dimatanya. Sehingga kemudian ia menjadi orang yang jahil terhadap kehidupan akhirat.
Oleh karena itu Allah mencela mereka dalam surat:
الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ…
“Sebagai orang-orang yang hanya mencintai dunia di atas kehidupan akhiratnya.” (QS. Ibrahim[14]: 3)
Allah berfirman:
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Mereka hanya berilmu tentang kehidupan dunia.”
وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ ﴿٧﴾
“Sementara mereka lalai terhadap akhirat mereka.” (QS. Ar-Rum : 7)
Mereka lebih senang mempelajari dan mengikuti dunia, tapi mereka malas untuk mengikuti akhirat, untuk memeriksa tentang hatinya, tentang agamanya, tentang kebaikan akhiratnya, dia pun tidak ada keinginan untuk bersiap-siap untuk kematiannya.
(Baca juga : Pakar Ungkap 'Kelemahan' Vaksin-vaksin Covid-19 )
Inilah sifat-sifat yang dibenci oleh Allah. Maka kewajiban kita, jadilah kita hamba-hamba yang dicintai oleh Allah, hamba hamba yang tawadhu, hamba-hamba yang lembut di dalam sikap dan ucapannya, hamba-hamba yang senantiasa tidak berusaha menyakiti hati orang lain ataupun manusia. Demikian pula menjadi hamba yang senantiasa semangat di dalam ketaatan dalam setiap waktunya. Seorang hamba yang senantiasa semangat dalam menuntut ilmu agama Allah Jalla wa ‘Ala.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :