Orang-orang yang Dibenci Allah Ta'ala
Selasa, 24 November 2020 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ
“Sesungguhnya Allah itu lembut dan cinta kelembutan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(Baca juga : Target Pajak Kurang Rp371,9 Triliun, Sri Mulyani Bisa Ngejar? )
Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam mempunyai sifat yang lemah lembut. Bahkan ketika Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk menasehati Firaun, Allah mengatakan:
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ ﴿٤٤﴾
“Dan ucapkan kepada Firaun dengan ucapan yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut.” (QS. Tha-ha[20]: 44)
3. Suka berteriak-teriak
Kemudian sifat selanjutnya yaitu:
صَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ
“Suka berteriak-teriak seperti di pasar.”
Di mana lisannya itu pedas, lisannya suka menyakiti hati orang lain, dia tidak peduli apakah orang itu akan marah atau tidak, dia tidak peduli. Dan sifat ini tentunya sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
(Baca juga : PNS Ramping Birokrasi Efisien )
Dilaporkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam seorang wanita dimana wanita ini rajin dia salat tahajudnya, banyak ia salat sunnahnya, dan ia pun sedekah dengan harta yang banyak sekali. Akan tetapi lisannya sering menyakiti tetangganya. Apa kata Rasulullah?
هي من اهل النار
“Ia termasuk penduduk api neraka.”
Seorang mukmin itu:
لَيْسَ المُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الفَاحِشِ وَلَا البَذِيءِ
“Mukmin itu bukan orang yang suka mencela, mukmin bukan orang yang suka melaknat, mukmin bukan orang yang suka berkata kotor.” (HR. Tirmidzi)
Yakni berkata-kata yang membuat manusia yang lainnya sakit hati karena lisannya tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يَا عَائِشَةُ أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، مَنْ وَدَعَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ
“Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya di antara orang yang paling keras adzabnya nanti pada hari kiamat adalah orang tersebut ditinggalkan manusia karena ucapannya yang menyakiti hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(Baca juga : Hasil Swab Keluar, Habib Rizieq dan Keluarga Negatif Covid-19 )
4. Di waktu malam ia bagaikan bangkai
Yaitu diwaktu malam ia bagaikan bangkai, ia lewati malam sama sekali tidak untuk salat malam, dia tidak membutuhkan salat malam, dia lebih senang dengan hal-hal yang sia-sia, dia sibuk dengan ngobrol ataupun bergadang ataupun melihat dan menonton acara-acara yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Atau ia lewati hanya sebatas dengan tidur saja, tidak ada keinginan di hatinya untuk berdiri kepada Allah walaupun satu rakaat di waktu malam.
Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang suka meninggalkan salat witir, apa kata Imam Ahmad?
“Sesungguhnya Allah itu lembut dan cinta kelembutan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(Baca juga : Target Pajak Kurang Rp371,9 Triliun, Sri Mulyani Bisa Ngejar? )
Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam mempunyai sifat yang lemah lembut. Bahkan ketika Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk menasehati Firaun, Allah mengatakan:
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ ﴿٤٤﴾
“Dan ucapkan kepada Firaun dengan ucapan yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut.” (QS. Tha-ha[20]: 44)
3. Suka berteriak-teriak
Kemudian sifat selanjutnya yaitu:
صَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ
“Suka berteriak-teriak seperti di pasar.”
Di mana lisannya itu pedas, lisannya suka menyakiti hati orang lain, dia tidak peduli apakah orang itu akan marah atau tidak, dia tidak peduli. Dan sifat ini tentunya sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
(Baca juga : PNS Ramping Birokrasi Efisien )
Dilaporkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam seorang wanita dimana wanita ini rajin dia salat tahajudnya, banyak ia salat sunnahnya, dan ia pun sedekah dengan harta yang banyak sekali. Akan tetapi lisannya sering menyakiti tetangganya. Apa kata Rasulullah?
هي من اهل النار
“Ia termasuk penduduk api neraka.”
Seorang mukmin itu:
لَيْسَ المُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الفَاحِشِ وَلَا البَذِيءِ
“Mukmin itu bukan orang yang suka mencela, mukmin bukan orang yang suka melaknat, mukmin bukan orang yang suka berkata kotor.” (HR. Tirmidzi)
Yakni berkata-kata yang membuat manusia yang lainnya sakit hati karena lisannya tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يَا عَائِشَةُ أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، مَنْ وَدَعَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ
“Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya di antara orang yang paling keras adzabnya nanti pada hari kiamat adalah orang tersebut ditinggalkan manusia karena ucapannya yang menyakiti hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(Baca juga : Hasil Swab Keluar, Habib Rizieq dan Keluarga Negatif Covid-19 )
4. Di waktu malam ia bagaikan bangkai
Yaitu diwaktu malam ia bagaikan bangkai, ia lewati malam sama sekali tidak untuk salat malam, dia tidak membutuhkan salat malam, dia lebih senang dengan hal-hal yang sia-sia, dia sibuk dengan ngobrol ataupun bergadang ataupun melihat dan menonton acara-acara yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Atau ia lewati hanya sebatas dengan tidur saja, tidak ada keinginan di hatinya untuk berdiri kepada Allah walaupun satu rakaat di waktu malam.
Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang suka meninggalkan salat witir, apa kata Imam Ahmad?
Lihat Juga :