Canda Ala Sufi: Keributan Hilang, Mantel pun Melayang

loading...
Canda Ala Sufi: Keributan Hilang, Mantel pun Melayang
Nashruddin Hoja. Foto/Ilustrasi/Ist
SUATU saat, di tengah malam, Nashruddin mendengar suara ribut di depan rumahnya; dia ingin mengetahui penyebab keributan itu. Namun istri Nashruddin melarangnya dan berkata padanya, "Tetaplah engkau di tempat tidurmu dan jangan keluar malam-malam seperti ini." (Baca juga: Canda Ala Sufi: Tak Tersentuh Apapun )

Nashruddin tidak peduli pada omongan istrinya. Dia lalu keluar sembari meraih mantelnya untuk menutupi tubuhnya.

Saat sedang berjalan di antara kerumunan orang untuk mengetahui sumber keributan, seseorang yang tidak dikenal mendekati Nashruddin dan menarik mantelnya serta membawanya kabur dan menghilang di kegelapan. (Baca juga: Canda Ala Sufi: Manfaat Pakaian di Hari Kiamat )

Nashruddin menoleh ke kanan dan ke kiri, namun dia tidak melihat seorang pun karena malam itu memang gelap sekali. Pada saat itulah orang-orang mulai membubarkan diri, sehingga tak seorang pun tinggal di sekitar situ.

Dalam kesunyian seperti itu, Nashruddin merasakan udara yang sangat dingin sekali.



Dengan tubuh menggigil, dia pulang ke rumah. Di depan pintu, dia disambut istrinya dan menanyakan tentang sumber keributan itu.

Nashruddin pun menjawab, "Begitu mantelku melayang, keributan pun hilang." (Baca juga: Canda Ala Sufi: Manisan dan Pukulan )

==

Dinukil dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra dan diterjemahkan oleh Muhdor Assegaf dengan judul " Canda Ala Sufi Nashruddin "
(mhy)
cover top ayah
كَبُرَ مَقۡتًا عِنۡدَ اللّٰهِ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا مَا لَا تَفۡعَلُوۡنَ
Allah sangat murka jika kamu mangatakan apa yang tidak kamu kerjakan. 

(QS. As-Saff:3)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video