Canda Ala Sufi: Tak Tersentuh Apapun
Jum'at, 27 November 2020 - 14:14 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
SUATU hari, Nashruddin pergi ke gunung untuk mencari kayu. Dia membawa beberapa buah semangka sebagai bekal untuk menghilangkan rasa dahaga di pegunungan tandus tanpa setetes air pun. (Baca juga: Canda Ala Sufi: Manfaat Pakaian di Hari Kiamat )
Setiapkali merasa haus, dia membelah semangka itu dan memakannya sepotong demi sepotong. Bagian semangka yang belum merah, dia buang ke tempat sampah. Dengan cara demikian, dia menghabiskan seluruh semangka itu; memakan sebagiannya dan membuang sebagiannya lagi ke tempat sampah.(Baca juga: Canda Ala Sufi: Manisan dan Pukulan )
Tengah hari, ketika udara sedang terik-teriknya, Nashruddin merasa kehausan. Sayang, dia tidak memiliki buah semangka lagi. Yang tersisa hanyalah bagian-bagian yang dibuangnya ke tempat sampah. Akhirnya, dia pun mengambil potongan-potongan semangka itu sembari berkata, "Ini masih bersih dan tak tersentuh apapun." Dan seluruh potongan semangka itu pun habis dimakannya. (Baca juga: Canda Ala Sufi: Aku Sendiri Sedang Memikirkan Itu )
Dinukil dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra dan diterjemahkan oleh Muhdor Assegaf dengan judul " Canda Ala Sufi Nashruddin "
Setiapkali merasa haus, dia membelah semangka itu dan memakannya sepotong demi sepotong. Bagian semangka yang belum merah, dia buang ke tempat sampah. Dengan cara demikian, dia menghabiskan seluruh semangka itu; memakan sebagiannya dan membuang sebagiannya lagi ke tempat sampah.(Baca juga: Canda Ala Sufi: Manisan dan Pukulan )
Tengah hari, ketika udara sedang terik-teriknya, Nashruddin merasa kehausan. Sayang, dia tidak memiliki buah semangka lagi. Yang tersisa hanyalah bagian-bagian yang dibuangnya ke tempat sampah. Akhirnya, dia pun mengambil potongan-potongan semangka itu sembari berkata, "Ini masih bersih dan tak tersentuh apapun." Dan seluruh potongan semangka itu pun habis dimakannya. (Baca juga: Canda Ala Sufi: Aku Sendiri Sedang Memikirkan Itu )
Dinukil dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra dan diterjemahkan oleh Muhdor Assegaf dengan judul " Canda Ala Sufi Nashruddin "
(mhy)
Lihat Juga :