Begini Makna Anak yang Saleh yang Mendoakan Kedua Orang Tuanya
Senin, 07 Desember 2020 - 10:06 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Dalam hadis ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut anak saleh yang mendoakan orang tuanya. Ada dua penjelasan ulama dalam hal ini.
BERBAKTI kepada orang tua ( birrul walidain ) merupakan salah satu amalan yang paling dicintai Allah Ta'ala. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya." Demikian penggalan ayat 14 dalam Al-Qur'an Surah Luqman. (Baca juga: Istri Positif Corona, Sandiaga Uno Mohon Doa untuk Kesembuhan )
Lalu, bagaimana cara berbakti kepada orangtua yang sudah meninggal dunia?
Abu Usaid Malik bin Rabi'ah as-Saidi radhiyallahu 'anhu (RA) pernah berkisah, "Suatu hari kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) . Ketika itu datang seorang lelaki dari Bani Salimah. Dia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk kebaktian kepada kedua orang tua yang telah meninggal?’
Nabi SAW menjawab, "Benar, masih ada. Yaitu: (1) Menyalatkan keduanya (menyalatkan jenazahnya atau mendoakannya), (2) Memohon ampunan/istigfar untuk keduanya, (3) Memenuhi janji keduanya, (4) Menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan keduanya, dan (5) Memuliakan teman dekat keduanya." (HR Ahmad, Al-Bukhari dan Abu Dawud)
Baca juga: 5 Doa Ketika Mengalami Kesulitan
Ulama hadis bersilang pendapat tentang kevalidan hadis di atas. Akan tetapi, makna kandungan hadis itu didukung oleh beberapa dalil yang sahih. Di antaranya diperkuat hadis dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila manusia mati maka amalnya terputus kecuali karena tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya. (HR. Ahmad 9079, Muslim 4310, Abu Daud 2882 dan yang lainnya).
Dalam hadis ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut anak saleh yang mendoakan orang tuanya. Ada dua penjelasan ulama dalam hal ini.
Pertama, tujuannya dalam rangka memotivasi anak agar rajin mendoakan orang tuanya
Kata al-Munawi, "Tujuan disebutkan doa anak, padahal doa selain anak juga bisa sampai ke mayit adalah memotivasi anak untuk rajin mendoakan orang tuanya." (Aunul Ma’bud, 8/62).
BERBAKTI kepada orang tua ( birrul walidain ) merupakan salah satu amalan yang paling dicintai Allah Ta'ala. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya." Demikian penggalan ayat 14 dalam Al-Qur'an Surah Luqman. (Baca juga: Istri Positif Corona, Sandiaga Uno Mohon Doa untuk Kesembuhan )
Lalu, bagaimana cara berbakti kepada orangtua yang sudah meninggal dunia?
Abu Usaid Malik bin Rabi'ah as-Saidi radhiyallahu 'anhu (RA) pernah berkisah, "Suatu hari kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) . Ketika itu datang seorang lelaki dari Bani Salimah. Dia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk kebaktian kepada kedua orang tua yang telah meninggal?’
Nabi SAW menjawab, "Benar, masih ada. Yaitu: (1) Menyalatkan keduanya (menyalatkan jenazahnya atau mendoakannya), (2) Memohon ampunan/istigfar untuk keduanya, (3) Memenuhi janji keduanya, (4) Menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan keduanya, dan (5) Memuliakan teman dekat keduanya." (HR Ahmad, Al-Bukhari dan Abu Dawud)
Baca juga: 5 Doa Ketika Mengalami Kesulitan
Ulama hadis bersilang pendapat tentang kevalidan hadis di atas. Akan tetapi, makna kandungan hadis itu didukung oleh beberapa dalil yang sahih. Di antaranya diperkuat hadis dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila manusia mati maka amalnya terputus kecuali karena tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya. (HR. Ahmad 9079, Muslim 4310, Abu Daud 2882 dan yang lainnya).
Dalam hadis ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut anak saleh yang mendoakan orang tuanya. Ada dua penjelasan ulama dalam hal ini.
Pertama, tujuannya dalam rangka memotivasi anak agar rajin mendoakan orang tuanya
Kata al-Munawi, "Tujuan disebutkan doa anak, padahal doa selain anak juga bisa sampai ke mayit adalah memotivasi anak untuk rajin mendoakan orang tuanya." (Aunul Ma’bud, 8/62).
Lihat Juga :