Inilah Musibah Terbesar yang Menimpa Orang Beriman
Selasa, 08 Desember 2020 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : 6 Anggota FPI Ditembak Mati, Aa Gym Bacakan Doa Ini )
Maka ada yang harus dicatat oleh kita bahwa belum tentu kondisi kita yang dalam keadaan aman dan damai lebih baik dari apa yang sedang dirasakan oleh saudara-saudara kita. Bukan berarti kita berbahagia dengan musibah yang menimpa kepada saudara kita, bukan berarti kita tidak peduli dengan saudara-saudara kita yang sedang mendapatkan musibah dalam bentuk ujian. Tentunya kita sebagai seorang mukmin yang digambarkan di dalam hadis:
المؤمنون كالجسد الواحد
المؤمن للمؤمن كالبنيان
"Mukmin dengan mukmin adalah bagaikan satu fisik, satu badan, bagaikan satu bangunan yang apabila salah satunya mendapatkan rasa sakit, maka semuanya merasakan."
(Baca juga : Ombudsman Soroti Kerusakan CCTV di Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI )
Tetapi dalam bentuk kita mentadaburi point yang sedang kita bahas, kita wajib tahu di sini bahwa kita yang hari ini merasakan damai, merasakan tentang, kita dianggap lebih baik dari saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah dunia ini. Hal ini karena tentunya saudara-saudara kita seiman, saudara-saudara kita seislam, saudara-saudara kita yang berada di atas aqidah Ahlus Sunnah di belahan dunia yang sedang mendapatkan musibah dalam bentuk dunia ini.
Jika mereka dalam keadaan istiqamah dalam agama mereka dan dahsyatnya ujian itu tidak menggeserkan mereka dari agama mereka sehingga mereka tidak terkena musibah ini, mereka tetap berada dalam keteguhan, ketekunan, istiqamah, tegar dalam semua ujian. Maka mereka berada dalam kebahagiaan yang hakiki. Maka mereka itu akan selamat nanti pada hari kiamat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka akan berbahagia dengan semua ujian yang ada di dunia ini.
(Baca juga : Mahkamah Agung Resmi Tolak Pemakzulan Bupati Jember )
Orang-orang yang hidup dalam kondisi aman, damai, melimpah ruah harta, tapi terkena musibah dari sisi agamanya, maka mereka itulah yang akan mendapatkan kesengsaraan yang sesungguhnya nanti pada hari kiamat. Karena orang yang tertimpa musibah dalam bentuk agamanya, itu berbahaya dan sangat berbahaya dari orang yang ditimpa musibah dalam bentuk dunia.
Wallahu A'lam
Maka ada yang harus dicatat oleh kita bahwa belum tentu kondisi kita yang dalam keadaan aman dan damai lebih baik dari apa yang sedang dirasakan oleh saudara-saudara kita. Bukan berarti kita berbahagia dengan musibah yang menimpa kepada saudara kita, bukan berarti kita tidak peduli dengan saudara-saudara kita yang sedang mendapatkan musibah dalam bentuk ujian. Tentunya kita sebagai seorang mukmin yang digambarkan di dalam hadis:
المؤمنون كالجسد الواحد
المؤمن للمؤمن كالبنيان
"Mukmin dengan mukmin adalah bagaikan satu fisik, satu badan, bagaikan satu bangunan yang apabila salah satunya mendapatkan rasa sakit, maka semuanya merasakan."
(Baca juga : Ombudsman Soroti Kerusakan CCTV di Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI )
Tetapi dalam bentuk kita mentadaburi point yang sedang kita bahas, kita wajib tahu di sini bahwa kita yang hari ini merasakan damai, merasakan tentang, kita dianggap lebih baik dari saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah dunia ini. Hal ini karena tentunya saudara-saudara kita seiman, saudara-saudara kita seislam, saudara-saudara kita yang berada di atas aqidah Ahlus Sunnah di belahan dunia yang sedang mendapatkan musibah dalam bentuk dunia ini.
Jika mereka dalam keadaan istiqamah dalam agama mereka dan dahsyatnya ujian itu tidak menggeserkan mereka dari agama mereka sehingga mereka tidak terkena musibah ini, mereka tetap berada dalam keteguhan, ketekunan, istiqamah, tegar dalam semua ujian. Maka mereka berada dalam kebahagiaan yang hakiki. Maka mereka itu akan selamat nanti pada hari kiamat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka akan berbahagia dengan semua ujian yang ada di dunia ini.
(Baca juga : Mahkamah Agung Resmi Tolak Pemakzulan Bupati Jember )
Orang-orang yang hidup dalam kondisi aman, damai, melimpah ruah harta, tapi terkena musibah dari sisi agamanya, maka mereka itulah yang akan mendapatkan kesengsaraan yang sesungguhnya nanti pada hari kiamat. Karena orang yang tertimpa musibah dalam bentuk agamanya, itu berbahaya dan sangat berbahaya dari orang yang ditimpa musibah dalam bentuk dunia.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :