Inilah Musibah Terbesar yang Menimpa Orang Beriman
Selasa, 08 Desember 2020 - 20:32 WIB
loading...
ketika seseorang berteman duduk dengan orang-orang yang menghalangi dia dalam agamanya, maka kita meminta kepada Allah Ta’ala keselamatan dari semua bentuk musibah ini. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Tidak diragukan lagi dalam keyakinan seseorang beriman bahwa hidup di dunia ini adalah ujian . Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menguji orang-orang yang beriman dengan berbagai ujian. Hal itu sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلً
“Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan hidup dan mati untuk menguji siapa di antara kita yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada ayat yang lain:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّـهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿١٥٦﴾ أُولَـٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾
“Benar-benar Kami akan menguji kalian dengan rasa takut, lapar, dan berkurangnya harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berbahagialah bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang manakala mereka ditimpa musibah, maka mereka mengatakan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’. Bagi mereka adalah shalawat dari Rabb mereka (berupa berkah), keutamaan dan rahmat. Dan mereka adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)
(Baca juga : Menikahlah, Katakan Tidak untuk Pacaran )
Berkaitan dengan musibah, Ustadz Abu Qatadah dalam kajiannya di Rodja TV menjelaskan, musibah banyak macamnya. Musibah seperti datangnya bencana, tsunami, gunung meletus, banjir, longsor, kematian orang yang dicintai, atau hilangnya harta. Maka tentunya ini adalah musibah, yang banyak dipahami oleh umumnya umat manusia. Dan musibah tersebut lebih banyak berkaitan dengan urusan dunia.
Maka ada musibah yang sebenarnya sangat besar, yakni musibah yang menimpa kepada agama seseorang. Mengutip pendapat para ulama, Ustadz Abu Qatadah memaparkan di antara musibah paling besar dan ujian paling besar yang menimpa kepada seseorang ketika seseorang terkena ujian musibah yang menimpa kepada agamanya. Yang dengan sebabnya seseorang menyimpang dari agamanya, terjerumus kepada kesyirikan, terjerumus kepada kufur murtad, kepada bid’ah, kepada maksiat.
(Baca juga : Kunci Kebahagiaan Cuma Satu, Dekati Allah! )
Ada seseorang yang bertanya kepada Syaikh Ibnu Baz Rahimahullahu Ta’ala. Dimana dalam salah satu Qunut ada doa yang berbunyi:
ولا تجعل مصيبتنا في ديننا
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلً
“Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan hidup dan mati untuk menguji siapa di antara kita yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada ayat yang lain:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّـهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿١٥٦﴾ أُولَـٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾
“Benar-benar Kami akan menguji kalian dengan rasa takut, lapar, dan berkurangnya harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berbahagialah bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang manakala mereka ditimpa musibah, maka mereka mengatakan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’. Bagi mereka adalah shalawat dari Rabb mereka (berupa berkah), keutamaan dan rahmat. Dan mereka adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)
(Baca juga : Menikahlah, Katakan Tidak untuk Pacaran )
Berkaitan dengan musibah, Ustadz Abu Qatadah dalam kajiannya di Rodja TV menjelaskan, musibah banyak macamnya. Musibah seperti datangnya bencana, tsunami, gunung meletus, banjir, longsor, kematian orang yang dicintai, atau hilangnya harta. Maka tentunya ini adalah musibah, yang banyak dipahami oleh umumnya umat manusia. Dan musibah tersebut lebih banyak berkaitan dengan urusan dunia.
Maka ada musibah yang sebenarnya sangat besar, yakni musibah yang menimpa kepada agama seseorang. Mengutip pendapat para ulama, Ustadz Abu Qatadah memaparkan di antara musibah paling besar dan ujian paling besar yang menimpa kepada seseorang ketika seseorang terkena ujian musibah yang menimpa kepada agamanya. Yang dengan sebabnya seseorang menyimpang dari agamanya, terjerumus kepada kesyirikan, terjerumus kepada kufur murtad, kepada bid’ah, kepada maksiat.
(Baca juga : Kunci Kebahagiaan Cuma Satu, Dekati Allah! )
Ada seseorang yang bertanya kepada Syaikh Ibnu Baz Rahimahullahu Ta’ala. Dimana dalam salah satu Qunut ada doa yang berbunyi:
ولا تجعل مصيبتنا في ديننا
Lihat Juga :