Ummu Waraqah, Imam Salat Pertama Para Muslimah
Rabu, 16 Desember 2020 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Ummu Ma'bad dan Domba yang Diperah Rasulullah )
Setiap perintah Allah melalui Nabi-Nya, selalu disambut oleh Ummu Waraqah. Dia merupakan orang Anshar yang selalu hadir dan siap sedia menunaikan apa pun perintah dari Rasulullah. Saat kaum Muslimin akan berjihad di medan Badar, Ummu Waraqah mendatangi Nabi SAW dan mengajukan permintaan.
"Wahai Rasulullah, izinkan aku pergi bersama kalian agar aku bisa merawat orang yang sakit dan mengobati orang yang terluka. Mudah-mudahan dengan itu Allah SWT menganugerahiku mati syahid," pintanya penuh harap.
Namun, seperti hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Nabi SAW menjawab, "Tinggallah di rumahmu. Sungguh, Allah akan menganugerahimu mati syahid di rumahmu." Ummu Waraqah pun taat dan patuh dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Sejak saat itulah Ummu Waraqah digelari asy-Syahidah, padahal dia masih hidup di dunia ini. Salah seorang yang gemar memanggil Ummu Waraqah dengan asy-Syahidah, yakni Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu.
(Baca juga : Peta Zonasi Covid-19 Tak Kunjung Membaik, Satgas Minta Daerah Serius )
Ummu Waraqah juga mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan menuliskan pada kulit, pelepah kurma, dan tulang. Saat Abu Bakar as-Shidiq RA ingin mengumpulkan ayat Alquran dalam satu mushaf, ia meminta Zaid bin Tsabit merujuk ayat-ayat yang dihimpun Ummu Waraqah.
Saat kaum Muslimin dipimpin Umar bin Khattab, Ummu Waraqah menemui takdirnya. Dia memiliki sepasang budak laki-laki dan perempuan. Mereka dijanjikan kebebasan jika Ummu Waraqah meninggal kelak. Karena tidak sabar ingin mendapatkan kebebasan, budak Ummu Waraqah merencanakan persengkongkolan jahat. Suatu malam, mereka menyekap Ummu Waraqah dengan kain dan membunuhnya. Setelah itu, mereka berdua kabur.
(Baca juga : Sebentar Lagi, Ratusan Ribu UMKM Bakal Pesta Diskon Nasional )
Amirul Mukminin Umar bin Khattab yang curiga. Setiap malam dia selalu mendengar bacaan Al-Qur'an, Ummu Waraqah. Namun, hari itu ada yang ganjil. "Demi Allah, semalam aku tidak mendengar bacaan bibiku, Ummu Waraqah," papar Umar.
Umar pun pergi mencari tahu dan mendatangi rumah Ummu Waraqah. Umar mendapati rumah Ummu Waraqah sunyi. Ia mencari sosok shahabiyah mulia itu hingga kamarnya. Namun, betapa terkejutnya Umar saat mendapati sosok yang sudah terbujur kaku ditutup selimut. Ummu Waraqah meninggal menemui takdirnya seperti yang disabdakan Rasulullah. "Benarlah apa yang diucapkan Rasulullah. Beliau pernah berkata, 'Marilah kita menemui wanita yang syahid' saat menyebut Ummu Waraqah," kata Umar.
Setiap perintah Allah melalui Nabi-Nya, selalu disambut oleh Ummu Waraqah. Dia merupakan orang Anshar yang selalu hadir dan siap sedia menunaikan apa pun perintah dari Rasulullah. Saat kaum Muslimin akan berjihad di medan Badar, Ummu Waraqah mendatangi Nabi SAW dan mengajukan permintaan.
"Wahai Rasulullah, izinkan aku pergi bersama kalian agar aku bisa merawat orang yang sakit dan mengobati orang yang terluka. Mudah-mudahan dengan itu Allah SWT menganugerahiku mati syahid," pintanya penuh harap.
Namun, seperti hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Nabi SAW menjawab, "Tinggallah di rumahmu. Sungguh, Allah akan menganugerahimu mati syahid di rumahmu." Ummu Waraqah pun taat dan patuh dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Sejak saat itulah Ummu Waraqah digelari asy-Syahidah, padahal dia masih hidup di dunia ini. Salah seorang yang gemar memanggil Ummu Waraqah dengan asy-Syahidah, yakni Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu.
(Baca juga : Peta Zonasi Covid-19 Tak Kunjung Membaik, Satgas Minta Daerah Serius )
Ummu Waraqah juga mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan menuliskan pada kulit, pelepah kurma, dan tulang. Saat Abu Bakar as-Shidiq RA ingin mengumpulkan ayat Alquran dalam satu mushaf, ia meminta Zaid bin Tsabit merujuk ayat-ayat yang dihimpun Ummu Waraqah.
Saat kaum Muslimin dipimpin Umar bin Khattab, Ummu Waraqah menemui takdirnya. Dia memiliki sepasang budak laki-laki dan perempuan. Mereka dijanjikan kebebasan jika Ummu Waraqah meninggal kelak. Karena tidak sabar ingin mendapatkan kebebasan, budak Ummu Waraqah merencanakan persengkongkolan jahat. Suatu malam, mereka menyekap Ummu Waraqah dengan kain dan membunuhnya. Setelah itu, mereka berdua kabur.
(Baca juga : Sebentar Lagi, Ratusan Ribu UMKM Bakal Pesta Diskon Nasional )
Amirul Mukminin Umar bin Khattab yang curiga. Setiap malam dia selalu mendengar bacaan Al-Qur'an, Ummu Waraqah. Namun, hari itu ada yang ganjil. "Demi Allah, semalam aku tidak mendengar bacaan bibiku, Ummu Waraqah," papar Umar.
Umar pun pergi mencari tahu dan mendatangi rumah Ummu Waraqah. Umar mendapati rumah Ummu Waraqah sunyi. Ia mencari sosok shahabiyah mulia itu hingga kamarnya. Namun, betapa terkejutnya Umar saat mendapati sosok yang sudah terbujur kaku ditutup selimut. Ummu Waraqah meninggal menemui takdirnya seperti yang disabdakan Rasulullah. "Benarlah apa yang diucapkan Rasulullah. Beliau pernah berkata, 'Marilah kita menemui wanita yang syahid' saat menyebut Ummu Waraqah," kata Umar.
Lihat Juga :