Tausiyah Gus Baha Terkait Sikap Netral, Simak Pesannya!

Kamis, 17 Desember 2020 - 07:30 WIB
loading...
Tausiyah Gus Baha Terkait...
Salah satu ceramah Gus Baha menyoal sikap netral di saluran Youtube. Foto/dok Ngaji Santri
A A A
Siapa yang tak kenal Gus Baha, Dai berpenampilan sederhana dengan ciri khas kopiah hitam dan kemeja putih. Beliau kerap menyampaikan tausiyah-tausiyah menyejukkan namun tegas dan kena di hati. Gaya ceramahnya yang lugas tapi santai membuat banyak orang senang dan takzhim padanya.

Gus Baha bernama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim lahir di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, tahun 1970. Beliau merupakan putra seorang ulama pakar Al-Qur'an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA KH Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Rembang, Jawa Tengah.

(Baca Juga: Happy Beragama, Gus Baha: Agama Harus Membawa Keceriaan Hati)

Ceramahnya sering viral dan banyak diposting di sosial media. Salah satu yang ramai di-upload di saluran Youtube adalah ceramahnya menyoal "sikap netral". Sedikitnya ada 5 channel Youtube menyiarkan potongan ceramah Gus Baha tersebut. Di antaranya Channel NGAJI LOGIS, Channel Tarbiyah, Channel Darwis Nusantara Jepara, Channel Ngaji Santri, Channel Muhammad Arif, Channel-Sekolah Akhirat.

Dalam ceramahnya, Gus Baha mengatakan dirinya pernah ditanya dan ini adalah kisah nyata. "Gus, yang netral itu baik gak? Semisal ada yang berkelahi, kita tidak ikut mencapuri?"

Kata Gus Baha, Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak pernah jadi orang netral. Semisal Musthofa berkelahi sama Rukhin, Nabi pasti membela salah satunya! Nabi tidak punya kebiasaan (menyebut): 'Gak tau, urusan mereka ini'.

Karena jika tidak ikut campur, artinya begini, andaikan gajah berkelahi dengan kucing, jika tidak ikut campur berarti ikhlas kucing diinjak gajah, karena gajah pasti menang. Nah, jika Rukhin berkelahi sama Musthofa, dan Rukhin yang salah, dan kamu tidak ikut campur, itu artinya membiarkan kebenaran dan kesalatan itu setara. Padahal tugas Nabi itu Al-Furqon (pemisah antara haq dan bathil)

Makanya Nabi pasti mengambil sikap, membela Musthofa, karena ia benar. Makanya saya setuju, semisal para Habaib ketika memilih harus jelas kalau A ya A, kalau B ya B. Harus menjelaskan!

Misalnya 'menolak ini' ya tidak apa-apa dan harus jelas! Meskipun orang lain bisa beda, tapi harus jelas. Misalnya orang Islam di Jakarta menolak A, ya harus menolak A. Ciri utama kebenaran, benar itu benar, salah itu salah!

Ketika kita akhirnya menerima karena konstitusi, itu karena kita orang Indonesia. Tapi ciri utama kebenaran harus bilang: A itu salah, B itu benar. Tidak boleh netral: 'Ah sama saja". Gak bisa, nanti perkara haq bisa setara dengan perkara bathil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Poligami dalam Pandangan...
Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
Adakah Pahala Bagi Orang...
Adakah Pahala Bagi Orang yang Diselingkuhi? Begini Jawaban Gus Baha
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Fenomena...
Ilmuwan Ungkap Fenomena Alam Mematikan yang Dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul
Al Tusi, Ahli Matematika...
Al Tusi, Ahli Matematika dan Filsafat Pelopor Pendirian Observatorium Astronomi Terbesar di Dunia
Benda Berbulu Jatuh...
Benda Berbulu Jatuh dari Langit, Apakah Itu?
Artikel Terkini
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved