Tausiyah Gus Baha Terkait Sikap Netral, Simak Pesannya!
Kamis, 17 Desember 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Makanya, kata Gus Baha melanjutkan ceramahnya, ciri utama Nabi itu Al-Fariq (pemisah antara haq dan bathil). Al-Qur'an juga Furqan yaitu pemisah antara haq dan bathil.
"Tapi tradisi orang Jawa beda, jika tidak ikut-ikutan justru dianggap hebat. Saya gak ikut-ikut. Tidak ikut-ikut bagi orang Jawa itu dianggap bijak. Itu gak bisa. Meskipun kita sebagai orang Jawa tidak punya nyali tampil sebagai Al-Fariq, tapi jangan sampai kita mendukung netral, itu tidak baik," tutur Gus Baha.
(Baca Juga: Wabah Corona, Gus Baha: Jangan Takut dan Gelisah Berlebihan)
Jika kamu netral itu artinya kamu membiarkan yang bathil setara dengan yang haq. Ciri utama kesalahan ya termasuk itu, orang yang menyejajarkan hukum Allah dengan perkara bathil. Makanya kata Imam Ahmad bin Hanbal : "Jika ada orang akrab dengan tukang bid'ah atau maksiat, saksikanlah bahwa ia orang yang jauh dari Tuhan."
"Harus ada perlakuan yang berbeda, ini benar dan ini salah," tegas Gus Baha.
Jadi solusinya, lanjut Gus Baha, jika secara hukum sosial kita tidak bisa sinis, ini kata ulama solusinya adalah ketika Anda berdoa maka seriuslah (ucapkan) "Assalamu'alaina wa 'ala Ibadillahis-sholihin" (keselamatan bagi kami dan hamba-hamba Allah yang saleh). Sehingga Allah Ta'ala menyaksikan kita sampai hati kita, bahwa hati kita hanya berkawan dengan mereka yang saleh.
"Saya mohon, meskipun Anda tidak bisa harus jadi ekstremis, tapi minimal punya sifat Fariq (pemisah haq dan bathil). Karena ciri kebenaran itu Al-Qur'an dibuat untuk pemisah yang haq dan bathil bagi kalian," demikian pesan Gus Baha.
(Baca Juga: Mimpi Guru Habib Muhammad Al-Haddad Tentang Sosok Habib Rizieq)
Berikut Video Ceramah Gus Baha yang Disiarkan Channel Ngaji Santri melalui Saluran Youtube pada 14 Oktober 2020.
"Tapi tradisi orang Jawa beda, jika tidak ikut-ikutan justru dianggap hebat. Saya gak ikut-ikut. Tidak ikut-ikut bagi orang Jawa itu dianggap bijak. Itu gak bisa. Meskipun kita sebagai orang Jawa tidak punya nyali tampil sebagai Al-Fariq, tapi jangan sampai kita mendukung netral, itu tidak baik," tutur Gus Baha.
(Baca Juga: Wabah Corona, Gus Baha: Jangan Takut dan Gelisah Berlebihan)
Jika kamu netral itu artinya kamu membiarkan yang bathil setara dengan yang haq. Ciri utama kesalahan ya termasuk itu, orang yang menyejajarkan hukum Allah dengan perkara bathil. Makanya kata Imam Ahmad bin Hanbal : "Jika ada orang akrab dengan tukang bid'ah atau maksiat, saksikanlah bahwa ia orang yang jauh dari Tuhan."
"Harus ada perlakuan yang berbeda, ini benar dan ini salah," tegas Gus Baha.
Jadi solusinya, lanjut Gus Baha, jika secara hukum sosial kita tidak bisa sinis, ini kata ulama solusinya adalah ketika Anda berdoa maka seriuslah (ucapkan) "Assalamu'alaina wa 'ala Ibadillahis-sholihin" (keselamatan bagi kami dan hamba-hamba Allah yang saleh). Sehingga Allah Ta'ala menyaksikan kita sampai hati kita, bahwa hati kita hanya berkawan dengan mereka yang saleh.
"Saya mohon, meskipun Anda tidak bisa harus jadi ekstremis, tapi minimal punya sifat Fariq (pemisah haq dan bathil). Karena ciri kebenaran itu Al-Qur'an dibuat untuk pemisah yang haq dan bathil bagi kalian," demikian pesan Gus Baha.
(Baca Juga: Mimpi Guru Habib Muhammad Al-Haddad Tentang Sosok Habib Rizieq)
Berikut Video Ceramah Gus Baha yang Disiarkan Channel Ngaji Santri melalui Saluran Youtube pada 14 Oktober 2020.
(rhs)
Lihat Juga :