Anak pun Harus Dijaga Perasaannya!
Minggu, 20 Desember 2020 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
“Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.”
Lalu ayahku menarik kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(Baca juga : Hapalan Al Qur'an Menjadi Mahar Pernikahan, Dari Mana Asal Muasalnya? )
Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَلَا تُشْهِدْنِي إِذًا، فَإِنِّي لَا أَشْهَدُ عَلَى جَوْرٍ
“Kalau begitu jangan meminta persaksian kepadaku, karena aku tidak mau bersaksi atas sebuah kedzaliman/ketidakadilan.” (HR. muslim)
Jadi keadilan itu harus ditegakkan di antara anak-anak kita dan mereka harus merasakan keadilan itu. Sehingga tidak ada anak yang merasa disisihkan, dikucilkan, ditelantarkan, dibuang. Karena ini bisa berakibat fatal. Kita mendengar satu tindak kejahatan dari seorang anak kepada ayah ibunya bahkan saudara-saudaranya karena perlakuan tidak adil.
(Baca juga : Intip Rahasia Kuasai Matematika dari Fisikawan Yohanes Surya )
Misalnya satu rumah membully dia -mungkin- karena kekurangan yang ada padanya, mungkin karena prestasinya di sekolah kurang atau karena kekurangan-kekurangan lainnya. Ini bisa terjadi di dalam satu keluarga sehingga semua anggota keluarga -mulai dari ayah, ibu, bahkan saudara-saudaranya yang lain- merendahkannya. Ini bisa memberikan efek yang sangat buruk terhadap kejiwaan si anak dan bisa berujung kepada tindak kriminal. Wal ‘iyadzubillah.. Kita tidak mengharapkan itu terjadi.
Maka ini perkara tidak boleh dipandang sebelah mata. Menegakkan keadilan di antara anak-anak itu perintah Nabi, bahkan perintah itu diawali perintah untuk bertakwa. Menunjukkan bahwa itu adalah bentuk taqwa kita kepada Allah, yaitu berlaku adil kepada anak-anak kita.
(Baca juga : Langgar Protokol Kesehatan yang Amat Fatal, Dua Kafe di Jakarta Disegel )
Lalu ayahku menarik kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(Baca juga : Hapalan Al Qur'an Menjadi Mahar Pernikahan, Dari Mana Asal Muasalnya? )
Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَلَا تُشْهِدْنِي إِذًا، فَإِنِّي لَا أَشْهَدُ عَلَى جَوْرٍ
“Kalau begitu jangan meminta persaksian kepadaku, karena aku tidak mau bersaksi atas sebuah kedzaliman/ketidakadilan.” (HR. muslim)
Jadi keadilan itu harus ditegakkan di antara anak-anak kita dan mereka harus merasakan keadilan itu. Sehingga tidak ada anak yang merasa disisihkan, dikucilkan, ditelantarkan, dibuang. Karena ini bisa berakibat fatal. Kita mendengar satu tindak kejahatan dari seorang anak kepada ayah ibunya bahkan saudara-saudaranya karena perlakuan tidak adil.
(Baca juga : Intip Rahasia Kuasai Matematika dari Fisikawan Yohanes Surya )
Misalnya satu rumah membully dia -mungkin- karena kekurangan yang ada padanya, mungkin karena prestasinya di sekolah kurang atau karena kekurangan-kekurangan lainnya. Ini bisa terjadi di dalam satu keluarga sehingga semua anggota keluarga -mulai dari ayah, ibu, bahkan saudara-saudaranya yang lain- merendahkannya. Ini bisa memberikan efek yang sangat buruk terhadap kejiwaan si anak dan bisa berujung kepada tindak kriminal. Wal ‘iyadzubillah.. Kita tidak mengharapkan itu terjadi.
Maka ini perkara tidak boleh dipandang sebelah mata. Menegakkan keadilan di antara anak-anak itu perintah Nabi, bahkan perintah itu diawali perintah untuk bertakwa. Menunjukkan bahwa itu adalah bentuk taqwa kita kepada Allah, yaitu berlaku adil kepada anak-anak kita.
(Baca juga : Langgar Protokol Kesehatan yang Amat Fatal, Dua Kafe di Jakarta Disegel )
Lihat Juga :