Sosok Siti Aminah, Perempuan Mulia Ibunda Nabi SAW
Selasa, 22 Desember 2020 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Di saat anak-anaknya mulai dewasa, para pemimpin kabilah Quraisy ini berlomba-lomba menikahkan anak mereka dengan keturunan yang mulia nasabnya. Oleh sebab itu, Abdul Mutahlib memilih Aminah untuk dijadikan mantunya.
Setelah khitbah dan melangsungkan pernikahan, Aminah dan Abdullah tinggal di Makkah. Di sini, Aminah mulai mengandung Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(Baca juga: Ketimbang Yahya Staquf, Agus Maftuh Lebih Berpeluang Gantikan Fachrul Razi )
Saat Aminah mengandung beberapa bulan, Abdul Muthalib meminta Abdullah untuk melakukan perjalanan bisnis ke Madinah dan Syam. Sekembalinya dari Syam menuju Madinah, Abdulullah jatuh sakit dan tak lama kemudian meninggal dunia. Jenazahnya dikuburkan di kediaman Al Nabighag Al Dzibyani.
Kepada sang istri, Abdullah mewariskan lima ekor unta, beberapa kambing, dan seorang budak perempuan bernama Ummi Aiman.
Mendengar kabar wafatnya sang suami tentu membuah Siti Aminah dilanda kesedihan. Walau demikian, ia tetap harus melahirkan cabang bayinya tersebut. Mengutip dari beberapa riwayat, dikisahkan bahwa Aminah mengalami kejadian-kejadian istimewa selama 12 hari sebelum melahirkan putranya. Yang paling mahsyur adalah kisah munculnya cahaya terang di malam hari kelahiran sang nabi. Ada juga yang mengatakan bahwa Aminah sempat bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim dan mendapat bisikan malaikat.
(Baca juga: IHSG Diramal Tembus Benteng 6.200 )
Pada saat melahirkan Nabi Muhammad, yakni pada 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah, Aminah tidak merasakan nyeri dan sakit sebagaimana perempuan yang tengah melahirkan. Nama Muhammad dipilih oleh Abdul Muthalib dengan alasan bahwa nama tersebut tidak seperti nama-nama yang digunakan dahulu. Sang kakek juga berharap cucunya tersebut menjadi orang yang terpuji.
Kebiasaan orang Arab zaman dulu adalah menitipkan bayi-bayi mereka ke daerah dusun untuk disusukan. Oleh sebab itu, sejak kecil Muhammad sudah sudah tinggal di badui dan disapih oleh Halimah. Setidaknya hingga umur tiga tahun, Nabi Muhammad tinggal bersama Halimah dan ketiga saudara sepersusuannya.
(Baca juga: Mutasi Baru COVID-19: Ini 40 Negara Larang Turis asal Inggris, Indonesia Belum )
Setelah khitbah dan melangsungkan pernikahan, Aminah dan Abdullah tinggal di Makkah. Di sini, Aminah mulai mengandung Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(Baca juga: Ketimbang Yahya Staquf, Agus Maftuh Lebih Berpeluang Gantikan Fachrul Razi )
Saat Aminah mengandung beberapa bulan, Abdul Muthalib meminta Abdullah untuk melakukan perjalanan bisnis ke Madinah dan Syam. Sekembalinya dari Syam menuju Madinah, Abdulullah jatuh sakit dan tak lama kemudian meninggal dunia. Jenazahnya dikuburkan di kediaman Al Nabighag Al Dzibyani.
Kepada sang istri, Abdullah mewariskan lima ekor unta, beberapa kambing, dan seorang budak perempuan bernama Ummi Aiman.
Mendengar kabar wafatnya sang suami tentu membuah Siti Aminah dilanda kesedihan. Walau demikian, ia tetap harus melahirkan cabang bayinya tersebut. Mengutip dari beberapa riwayat, dikisahkan bahwa Aminah mengalami kejadian-kejadian istimewa selama 12 hari sebelum melahirkan putranya. Yang paling mahsyur adalah kisah munculnya cahaya terang di malam hari kelahiran sang nabi. Ada juga yang mengatakan bahwa Aminah sempat bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim dan mendapat bisikan malaikat.
(Baca juga: IHSG Diramal Tembus Benteng 6.200 )
Pada saat melahirkan Nabi Muhammad, yakni pada 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah, Aminah tidak merasakan nyeri dan sakit sebagaimana perempuan yang tengah melahirkan. Nama Muhammad dipilih oleh Abdul Muthalib dengan alasan bahwa nama tersebut tidak seperti nama-nama yang digunakan dahulu. Sang kakek juga berharap cucunya tersebut menjadi orang yang terpuji.
Kebiasaan orang Arab zaman dulu adalah menitipkan bayi-bayi mereka ke daerah dusun untuk disusukan. Oleh sebab itu, sejak kecil Muhammad sudah sudah tinggal di badui dan disapih oleh Halimah. Setidaknya hingga umur tiga tahun, Nabi Muhammad tinggal bersama Halimah dan ketiga saudara sepersusuannya.
(Baca juga: Mutasi Baru COVID-19: Ini 40 Negara Larang Turis asal Inggris, Indonesia Belum )
Lihat Juga :